Bupati Aceh Timur Bantah Isu Perselingkuhan yang Menyeret Namanya: Kami Akan Tempuh Jalur hukum
Mursal Ismail May 01, 2026 03:38 PM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, membantah keras tudingan perselingkuhan yang menyeret namanya di media sosial.

Bantahan itu disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Dubai Cafe, Kamis (30/4/2026).

Al-Farlaky menegaskan bahwa informasi yang beredar  termasuk klaim soal penggerebekan adalah tidak benar dan berpotensi masuk kategori fitnah yang merugikan dirinya secara pribadi, keluarga, maupun jabatan.

Iskandar menjelaskan, peristiwa yang kemudian dipersepsikan keliru oleh publik itu terjadi saat dirinya bersama rombongan sedang menjalankan misi kemanusiaan untuk membantu korban banjir di Aceh Timur.

Tujuan mereka saat itu adalah Desa Pantai Labu, yang dilaporkan terisolasi akibat bencana.

"Tidak ada penggerebekan seperti tuduhan dalam video yang beredar di media sosial. Kami saat itu dalam perjalanan membawa bantuan dan tenaga medis," tegas Iskandar.

Baca juga: Bupati Al-Farlaky Salurkan Rp 118,9 Miliar, Perbaikan 5 Ribu Rumah Rusak Akibat Banjir

Rombongan yang bergerak menuju lokasi bencana terdiri atas sekitar 15 kendaraan konvoi, termasuk kendaraan pengawalan.

Karena keterbatasan jumlah ambulans, sejumlah tenaga medis dari Puskesmas setempat terpaksa menumpang di kendaraan yang digunakan Bupati atas permintaan langsung dari pihak Puskesmas.

Iskandar juga menegaskan bahwa di dalam kendaraannya terdapat empat orang, bukan hanya dirinya berdua dengan tenaga medis perempuan itu seperti yang ditudingkan. 

Kondisi kendaraan disebutnya penuh dan disaksikan oleh sejumlah pihak yang turut dalam rombongan.

Mantan Suami Muncul di Simpang Ulim

Rombongan sempat berhenti di kawasan Simpang Ulim, tepatnya di depan Masjid Pelalu.

Baca juga: Bupati Al-Farlaky Siapkan Lahan Untuk Kantor Haji dan Umroh Kabupaten Aceh Timur

Di lokasi itulah situasi berubah. Seorang pria tiba-tiba muncul  yang belakangan diketahui merupakan mantan suami dari salah satu tenaga medis yang menumpang dalam kendaraan Bupati.

Iskandar menilai, dari momen itulah narasi kemudian dipelintir dan disebarluaskan seolah-olah telah terjadi penggerebekan dalam konteks hubungan pribadi yang tidak pantas.

"Tuduhan ini sangat merugikan dan tidak berdasar. Kami akan meminta pertanggungjawaban atas fitnah yang disebarkan," tegasnya.

Iskandar menyatakan tidak akan tinggal diam menghadapi penyebaran informasi yang dinilainya telah merusak nama baik dan kehormatannya.

Ia menegaskan akan mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti menyebarkan narasi menyesatkan tersebut.

"Kami akan tempuh jalur hukum atas tudingan tidak berdasar itu dan sudah mencemarkan nama baik saya," tegasnya. 

Baca juga: Pimpin Upacara TMMD, Al- Farlaky Tekankan Sinergi dan Pemberdayaan Masyarakat

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, kata Iskandar, tetap berkomitmen untuk fokus pada penanganan bencana dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Ia pun mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, terutama yang beredar melalui media sosial.

"Saring sebelum sharing. Jangan sampai fitnah merugikan orang yang sedang bekerja untuk kepentingan masyarakat," pungkasnya. (*)

 

 

 

 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.