TRIBUNNEWS.COM - Bus shalawat resmi beroperasi pada Jumat (1/5/2026) hari ini seiring kedatangan jemaah haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi.
Bus shalawat merupakan kendaraan operasional khusus yang disediakan oleh pemerintah Indonesia untuk melayani jemaah haji.
Jemaah haji dapat menggunakan bus shalawat untuk menuju Masjidil Haram dari hotel maupun sebaliknya.
Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi 2026, Syaiful Rahman mengatakan, ada tiga terminal di sekitar Masjidil Haram yang menjadi lokasi naik-turun jemaah haji.
Ketiga terminal di Masjidil Haram itu adalah Syib Amir; Ajyad; dan Jabal Ka'bah.
"Jemaah haji yang tinggal di wilayah Misfalah akan diantarkan ke Masjidil Haram melalui terminal Ajyad dan jemaah haji yang tinggal di wilayah Jarwal dan Aziziah akan diantarkan melalui terminal Jabal Ka'bah," kata Syaiful Rahman kepada tim Media Center Haji (MCH) 2026, beberapa waktu lalu.
Sementara jemaah haji yang tinggal di wilayah Syisyah dann Raudhah akan diantarkan ke Masjidil Haram melalui terminal Syib Amir.
Untuk memudahkan jemaah mengenali lokasi naik dan turun bus shalawat di kawasan Masjidil Haram, Kepala Pos Terminal Syib Amir, Dr Brandes memberikan panduan sederhana berbasis titik-titik penanda (patokan) yang mudah diingat.
Salah satu patokan utama yang dapat digunakan adalah area WC 9 yang berada di sekitar Rumah Abu Jahal atau tempat tahalul.
Dari titik ini, jemaah diimbau mengambil arah kiri untuk menuju Terminal Syib Amir.
Ia mengingatkan agar tidak mengambil arah kanan karena akan mengarah ke Terminal Ajyad.
Selain itu, terdapat panduan umum lainnya yang bisa menjadi acuan jemaah:
Dari WC 3, jemaah dapat menuju Terminal Ajyad
Dari WC 6, jika mengambil arah kanan akan menuju Terminal Jabal Ka'bah
Dari WC 9, jika mengambil arah kiri akan menuju Terminal Syib Amir
Ia mengimbau jemaah untuk benar-benar memperhatikan patokan ini agar tidak salah arah saat kembali ke terminal bus shalawat, terutama di tengah kepadatan kawasan Masjidil Haram.
Dengan memahami titik-titik orientasi tersebut, diharapkan mobilitas jemaah menjadi lebih lancar, aman, dan nyaman selama menjalankan ibadah di Makkah.
(Tribunnews.com/Sri Juliati)