BANGKAPOS.COM -- Nasib pengendara mobil yang menabrak siswa di Pandeglang, Banten menjadi sorotan, setelah insiden tersebut menimbulkan kepanikan warga dan satu korban jiwa.
Sejumlah siswa SDN Sukaratu 5, Kabupaten Pandeglang jadi korban kecelakaan pada Kamis (30/4/2026).
Para siswa yang tengah berburu jajan di luar sekolah saat jam istirahat itu, ditabrak sebuah mobil hitam yang diduga dikemudikan seorang kepala dinas Pemkab Pandeglang.
Baca juga: Profil Mayjen TNI Purn Arnold Dilantik Diam-diam Menteri PU Jadi Dirjen SDA, Lulusan Akmil 1991
Tujuh siswa SD, seorang pedagang, dan seorang sales jadi korban dalam kecelakaan tunggal ini.
Para korban pun dilarikan ke RSUD Berkah Pandeglang untuk mendapat perawatan.
Namun nahas, seorang siswa kelas empat SD dinyatakan meninggal dunia, dan korban lainnya saat ini masih dirawat.
Salah satu orang tua siswa, Saiful Bahri (37) tak mau kasus ini berakhir damai.
Ia menuntut pelaku harus diproses hukum.
"Harus ditegakkan hukum itu mah, harus diproses," ujarnya.
Ia menuturkan, sejumlah orang tua tampak terpukul anaknya jadi korban kecelakaan.
“Sedih, kasihan lihat anak luka-luka,” ujar Saiful.
Saiful menambahkan, saat ini anaknya yang duduk di bangku kelas empat SD kondisinya sudah membaik.
"Alhamdulillah sekarang sudah ditangani dan sudah baikan. Tapi masih harus tetap dirawat," ujarnya.
Baca juga: Kronologi Awal Pertemuan Saksi Jun Min dengan Justiar di Kasus Korupsi SP3AT yang Menyeret Anaknya
Kepada TribunBanten.com, ia mendapat kabar anaknya jadi korban kecelakaan saat sedang berjualan sayur.
Mengetahui kabar tersebut, Saiful langsung menuju ke rumah sakit untuk menemui buah hatinya.
"Jadi pas saya jualan sayur, dikasih tahu. Langsung saya datang ke sini, tadi sempat ke sekolah dulu," ucapnya.
Polisi pun sudah mengamankan sopir yang mengendarai mobil yang menabrak siswa-siswa tersebut.
Kasat Lantas Polres Pandeglang, AKP Burhanudin Surya Muhammad menuturkan Pengemudi mobil tersebut memang benar merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN).
Namun, jabatannya masih dalam pendalaman.
“Jabatannya ASN dan masih kita dalami,” katanya, dikutip dari TribunBanten.com.
Pengemudi mobil juga masih dalam proses pemeriksaan dan polisi masih mengumpulkan informasi dari saksi-saksi.
“Pengemudi masih kami mintai keterangan. Dari hasil olah TKP, kasus ini masih dalam tahap penyidikan, termasuk pengumpulan saksi-saksi dan alat bukti lainnya,” ujarnya.
Seorang guru bernama Rika Novianti menceritakan, saat kejadian, siswa sekolah tengah berburu jajan di waktu istirahat di halaman sekolah.
Tiba-tiba, mobil yang ditumpangi Ahmad Mursidi langsung menabrak siswa yang berada di jalan.
"Posisi lagi beli jajan, nah mobil itu datang menggeruduk siswa, sales dan pedagang yang ada di depan,"
"Ada yang kebawa, ada yang masuk kolong, ada juga yang masuk solokan," kata Rika, dikutip dari TribunBanten.com.
Baca juga: Harga BBM Terbaru 1 Mei 2026 di SPBU se-Indonesia, Segini 3 Jenis BBM Nonsubsidi yang Kini Naik
Mendengar adanya benturan kencang, guru yang tengah beristirahat pun langsung berlarian.
"Pas kita dengar ada benturan mobil kenceng, guru-guru langsung berlarian ke depan, bahkan ada guru yang gotong siswa," sambungnya.
Para korban, termasuk pedagang dan seorang sales pun langsung dilarikan ke RSUD Berkah Pandeglang.
"Semuanya dibawa ke RSUD Berkah Pandeglang. Tadi juga Bupati sudah jenguk ke sini," katanya.
(TribunBanten.com/Misbahudin) (Tribunnews.com/Muhammad Renald) (Bangkapos.com)