TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Manado memastikan sebanyak 146 jemaah haji dari wilayah kerjanya siap diberangkatkan ke Embarkasi Balikpapan.
Seluruh jemaah dilaporkan dalam kondisi sehat dan telah melalui proses penyerahan tanggung jawab kepada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Sulawesi Utara.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Manado, Fahrin Poleh, menjelaskan wilayah kerjanya mencakup lima daerah, yakni Kota Manado, Kota Tomohon, Kabupaten Kepulauan Talaud, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan Kabupaten Kepulauan Sitaro.
Namun, tahun ini hanya tiga daerah yang memiliki jemaah haji.
“Untuk Kota Manado berjumlah 124 jemaah ditambah satu petugas, sehingga total 125 orang. Kota Tomohon 10 jemaah, dan Kabupaten Kepulauan Sangihe juga 10 jemaah. Secara keseluruhan berjumlah 146 orang termasuk petugas,” ujar Fahrin.
Pihaknya telah menyerahkan secara resmi tanggung jawab pelayanan jemaah haji Kota Manado kepada PPIH Sulawesi Utara.
Penyerahan jemaah dari daerah lain juga dilakukan secara bertahap pada hari yang sama.
“Alhamdulillah seluruh jemaah dalam keadaan sehat walafiat. Kami berharap kondisi ini tetap terjaga hingga proses pemberangkatan dan pelaksanaan ibadah haji,” katanya.
Rencananya, para jemaah akan diberangkatkan menuju Embarkasi Balikpapan pada Sabtu (2/5/2026) dengan dua penerbangan, masing-masing pukul 06.00 Wita dan sekitar pukul 10.00 Wita.
Setibanya di embarkasi, jemaah akan kembali menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.
Fahrin mengingatkan para jemaah untuk menjaga kesehatan serta mematuhi seluruh aturan selama menjalankan ibadah haji, termasuk ketentuan yang berlaku di Arab Saudi.
“Kami mengimbau jemaah untuk menjaga perilaku karena mereka juga membawa nama baik daerah dan negara,” jelasnya.
Selain itu, peraturan di Arab Saudi saat ini cukup ketat, termasuk larangan aktivitas tertentu seperti swafoto di area Masjid Nabawi dan Masjidil Haram.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi agar tidak mengganggu kelancaran ibadah.
Baca juga: Jemaah Haji Sulut Mulai Masuk Asrama Haji Tuminting, Siap Diberangkatkan ke Embarkasi Balikpapan
Baca juga: HIPMI Sulut Gelar Rakerda hingga Diklatda, Dorong Lahirnya Pengusaha Muda Berdaya Saing Global
“Jangan sampai karena hal-hal kecil dalam komunikasi justru menghambat pelaksanaan ibadah,” tambahnya.
Pada musim haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi, Kementerian Haji mengusung tagline “Haji Ramah Lansia, Perempuan, dan Disabilitas”.
Berbagai fasilitas telah disiapkan untuk mendukung jemaah berkebutuhan khusus.
“Kami telah menyiapkan layanan kesehatan khusus, termasuk penyediaan kursi roda bagi jemaah lansia dan disabilitas. Jemaah juga diperbolehkan membawa kursi roda sendiri dengan catatan diberi identitas agar tidak tertukar,” pungkasnya.
Ia berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.(*)