Sudah Diperingati Dedi Mulyadi, Ormas Kembali Kuasai Perlintasan KA Ampera Bekasi
Dwi Rizki May 01, 2026 07:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi secara tegas akan menindak organisasi masyarakat (Ormas) yang menguasai Perlintasan KA sebidang di Bekasi Timur, Bekasi.

Meski ultimatum sudah disampaikan, Perlintasan KA Sebidang yang dikenal Perlintasan Ampera itu kini kembali dikuasai ormas.

Hal tersebut terlihat dalam sebuah video viral yang diunggah akun instagram @fakta.indo pada Jumat (1/5/2026).

Dalam video tersebut, terlihat sejumlah pria berpakaian bebas menjaga perlintasan KA Ampera.

PERLINTASAN KA - Suasana perlintasan sebidang JPL 86 atau dikenal perlintasan KA Ampera yang berlokasi di Jalan Ampera, dekat Stasiun Bekasi Timur pada tanggal 29 April 2026. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo menyampaikan pemasangan palang besi di perlitasan KA tersebut merupakan upaya awal sekaligus langkah proaktif dalam rangka peningkatan keselamatan di perlintasan KA sebidang.
PERLINTASAN KA - Suasana perlintasan sebidang JPL 86 atau dikenal perlintasan KA Ampera yang berlokasi di Jalan Ampera, dekat Stasiun Bekasi Timur pada tanggal 29 April 2026. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo menyampaikan pemasangan palang besi di perlitasan KA tersebut merupakan upaya awal sekaligus langkah proaktif dalam rangka peningkatan keselamatan di perlintasan KA sebidang. (Istimewa)

Mereka berada di kedua sisi Perlintasan yang kini sudah dilengkapi oleh pihak PT KAI dengan palang besi sementara itu.

Besar dugaan mereka meminta uang dari pengendara bermotor yang hendak melintas.  

"Perlintasan kereta api di Jalan Ampera, Bekasi Timur, yang sempat dijaga petugas Dinas Perhubungan pasca tragedi kecelakaan, dilaporkan kembali dikuasai kelompok organisasi kemasyarakatan pada Kamis (30/4/2026) pagi," tulis admin @fakta.indo pada Jumat (1/5/2026).

"Warga menyoroti penolakan pemasangan palang pintu otomatis oleh oknum tertentu, yang diduga berkaitan dengan praktik pungutan terhadap pengendara yang melintas," tambahnya.

Video tersebut viral di media sosial.

Beragam komentar pun bersusulan dituliskan masyarakat.

@supar_disobo: Karena KB gagal di konoha jadi terus melahirkan generasi tidak berguna , cuma jadi preman , ormas yg kerjanya pungli dan meresahkan!

@raflyalfadilah: emang sebatas formalitas saja!

@erditanto_dito: Banyak kerjaan @dishubbekasikota ??

@masboen: ormas yg ikhlas ada ga sih

@vickymfhrzl: foto buat laporan doang abis tuh balik, udah biasa

@chrissetyo: Ormas = organisasi preman masyarakat

@butterflion78: Parkiran ormas, jalur kritikal juga ormas, negara kalah sama ormas @divisihumaspolri @prabowo

@muhamad_wasisto: Kalah sama ormas, lantas kerjanya apakah efektif?

Dedi Mulyadi Geram Tahu Ada Ormas Kuasai Perlintasan KA

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa Kang Dedi Mulyani (KDM) mengaku geram begitu mengetahui ada ormas yang menguasai perlintasan KA sebidang.

Dedi meminta aparat bertindak tegas.

“Tindak tegas ormasnya! Tidak boleh ada yang menguasai sesuatu yang bukan haknya di Jawa Barat,” tegasnya.

Ia menambahkan, proses pembangunan flyover di Bekasi kini tengah memasuki tahap penyempurnaan Detailed Engineering Design (DED).

Jika anggaran telah tersedia, proyek akan segera masuk tahap lelang dan pelaksanaan.

Ia berharap tragedi ini menjadi yang terakhir dan menjadi momentum pembenahan infrastruktur transportasi secara menyeluruh.

“Saya menyampaikan duka mendalam. Semoga ini menjadi peristiwa terakhir, dan seluruh kelalaian dalam penataan infrastruktur harus segera dibenahi,” jelasnya.

Bersamaan dengan itu, dirinya mendorong investigasi mendalam oleh pihak berwenang terkait insiden kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur.

Ia mengaharapkan investigasi dilakukan dengan baik agar menjadi evaluasi bersama kedepannya terhadap layanan transportasi massal.

"Investigasi harus dilakukan dengan baik sehingga di Indonesia tidak boleh ada lagi kecelakaan kendaraan angkutan massal atau transportasi publik yang menyebabkan korban jiwa," kata KDM saat mendatangi rumah duka Nurlaela (40) guru SD korban meninggal kecelakaan kereta di Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi pada Selasa (28/4/2026).

KDM menegaskan, ada beberapa hal yang perlu dievaluasi dan ditangani bersama. Salah satunya ialah jalur perlintasan kereta apu yang masih banyak jalur lintasan tidak resmi. Sehingga tidak dilengkapi palang pintu otomatis resmi.

"Kita semua harus secara bersama-sama untuk menyelesaikan membebaskan problem kecelakaan termasuk palang pintu yang tidak resmi, banyak perlintasan tidak resmi tidak menggunakan palang pintu keselamatan kereta api," kata KDM.

KAI Pasang Palang Sementara di Perlintasan KA Ampera

 Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta memberikan penjelasan terkait pemasangan palang pintu sementara di perlintasan sebidang JPL 86 atau dikenal perlintasan KA Ampera yang berlokasi di Jalan Ampera, dekat Stasiun Bekasi Timur pada tanggal 29 April 2026.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa pemasangan tersebut merupakan upaya awal sekaligus langkah proaktif dalam rangka peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang tersebut.

“Pemasangan palang pintu sementara ini merupakan langkah awal sebagai bentuk upaya peningkatan keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan,” ujar Franoto pada Jumat (1/5/2026).

Ia menegaskan bahwa fasilitas yang terpasang saat ini bersifat sementara dan belum merupakan palang pintu perlintasan resmi.

“Perlu kami sampaikan bahwa yang terpasang saat ini adalah palang pintu sementara, bukan palang pintu perlintasan resmi. Ini merupakan bagian dari tahap awal peningkatan keselamatan,” jelasnya.

Lebih lanjut, palang pintu sementara ini disiapkan untuk dapat dijaga melalui swadaya masyarakat setempat yang berkoordinasi dengan pihak kelurahan. Dalam kondisi tidak terdapat penjagaan, maka palang pintu tersebut harus dalam posisi tertutup sebagai bentuk pengamanan demi keselamatan perjalanan kereta api maupun masyarakat pengguna jalan.

Baca juga: KAI Tanggung Jawab, Beri Asuransi Pendidikan Bagi Anak Korban Tabrakan Kereta

KAI menegaskan bahwa aspek penjagaan menjadi faktor krusial dalam pengoperasian perlintasan sebidang.

“Apabila perlintasan JPL 86 di Jalan Ampera ini tidak dapat dijaga secara penuh selama 24 jam setiap hari, maka demi keselamatan bersama , KAI akan mengambil langkah tegas dengan melakukan penutupan perlintasan tersebut, karena kondisi tanpa penjagaan sangat membahayakan perjalanan kereta api maupun masyarakat,” tegas Franoto.

Franoto juga menyampaikan bahwa pemasangan palang pintu sementara ini telah melalui koordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Bekasi serta Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur.

Ke depan, KAI akan terus berkoordinasi serta mendorong para pemangku kepentingan, baik instansi pemerintah pusat maupun daerah, untuk menentukan solusi penanganan permanen guna meningkatkan keselamatan, antara lain melalui pembangunan perlintasan tidak sebidang seperti flyover atau underpass.

KAI Daop 1 Jakarta mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan perjalanan kereta api serta meningkatkan kewaspadaan saat melintasi perlintasan sebidang, dengan cara berhenti sejenak, melihat ke kanan dan kiri, serta memastikan kondisi benar-benar aman sebelum melintas, baik pada perlintasan terjaga maupun tidak terjaga.

"KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sebagai prioritas utama dalam operasional," jelasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.