Cerita Desak Made dan Kadek Asih yang Sukses Torehkan Medali Emas Asian Beach Games 2026
Laporan Wartawan Tribunnews.com, ABdul Majid
TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Atlet panjat tebing putri Indonesia, Desak Made Rita Kusumadewi dan Kadek Adi Asih sukses mempersembahkan medali emas pada ajang Asian Beach Games 2026 dari nomor speed estafet putri.
Pada laga final, pasangan Indonesia tampil dominan saat menghadapi wakil Korea Selatan.
Desak Made yang turun sebagai pemanjat pertama berhadapan dengan Jeong Jimin.
Dalam perlombaan tersebut, Jeong terpeleset di tengah lintasan sehingga memberikan keuntungan bagi Indonesia.
Keunggulan kemudian dilanjutkan Kadek Adi Asih yang tampil impresif dengan mengalahkan Sung Hanareum.
Desak Made/Kadek Adi akhirnya memastikan kemenangan dengan catatan waktu 13,76 detik, unggul jauh atas Korea Selatan yang mencatatkan waktu 16,50 detik.
Keberhasilan ini menjadi satu-satunya medali emas yang diraih Kontingen Indonesia pada Asian Beach Games 2026.
Secara keseluruhan, Indonesia membawa pulang satu emas dan dua perak. Kontingen Merah Putih tiba di Tanah Air pada Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.
Desak Made mengaku keberhasilan tersebut diraih berkat fokus pada proses tanpa terlalu memikirkan target medali.
"Jadi sebelumnya kami kompetisi di nomor perorangan. Semua masuk, tapi beberapa gagal dan yang dapat medali di perorangan hanya Robby. Itu membuat kami berpikir untuk besok tidak usah memikirkan medali dulu, fokus pada diri sendiri dan prosesnya. Bersyukur karena tidak memikirkan medali, kami justru diberikan medali emas,” ujar Desak di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.
Peraih medali emas Asian Games 2022 itu juga menyebut dirinya tampil tanpa beban pada nomor estafet.
“Nothing to lose,” katanya.
Desak sebelumnya sempat mengalami kegagalan di nomor individu usai terpeleset saat pertandingan.
Ia menjelaskan insiden tersebut terjadi karena kehilangan pijakan saat hendak menyentuh stopper.
“Karena fokus manjat jadi tidak kepikiran apa-apa. Tiba-tiba kaki saya terpeleset, mau nepuk ternyata tidak sampai di stopper. Akhirnya gagal di delapan besar,” jelasnya.
Sementara itu, Kadek Adi Asih mengaku chemistry dengan Desak Made menjadi salah satu kunci keberhasilan mereka merebut medali emas.
“Chemistry-nya sudah dibangun sejak lama karena saya juga satu tim dengan Kak Desak dari kontingen Bali. Sekarang chemistry-nya sudah dapat dan tinggal menjalani saja,” ujar Asih.
Usai Asian Beach Games, Desak akan langsung mempersiapkan diri menuju Asian Games 2026 Nagoya, Jepang melalui sejumlah seri Piala Dunia Panjat Tebing.
“Untuk sebelum Asian Games kami akan mengikuti beberapa seri World Cup. Saya ingin memaksimalkan penampilan di World Cup agar bisa sukses juga di Asian Games,” pungkas Desak.