WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Arus lalu lintas di sekitar kawasan Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, dilaporkan mengalami kemacetan parah pada saat bertepatan dengan kegiatan peringatan Hari Buruh (May Day), Jumat (1/5/2026).
Kondisi itu berdampak langsung terhadap mobilitas penumpang kereta api yang hendak menuju stasiun.
Seorang warga Jakarta Barat bernama Rudi mengungkapkan, dirinya hendak mengantar sang istri, Pinkan, ke Stasiun Pasar Senen untuk berangkat menuju Yogyakarta.
Pinkan sebelumnya harus membatalkan keberangkatan ke Yogyakarta setelah tidak ada kepastian jadwal keberangkatan akibat belum pulihnya operasional pascainsiden di wilayah Bekasi Timur.
Rudi mengatakan, kemacetan di sekitar kawasan Stasiun Pasar Senen terjadi akibat bus-bus yang diparkir tidak pada tempatnya hingga menyebabkan penumpukan kendaraan di jalur menuju pertigaan sebelum kolong arah Stasiun Pasar Senen.
Akibat kondisi tersebut, istrinya terpaksa berjalan kaki dengan membawa barang bawaan menuju stasiun.
"Bus parkir sembarangan, kemudian lalu lintas menumpuk di sini, di jalur yang mau pertigaan sebelum kolong mau ke Stasiun Senen," ujar Rudi, kepada Warta Kota.
"Penumpang kereta api mau ke Senen terpaksa berjalan kaki untuk membawa koper dan tas sejauh kurang lebih 500 meter gara-gara berantakan lalu lintas," sambungnya.
Baca juga: Ketua Relawan Prabowo-Gibran Minta Kritik Soal Konstitusi Berbasis Fakta
Rudi menyampaikan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan adanya aksi peringatan May Day.
Namun ia menilai, pengaturan lalu lintas seharusnya tetap diperhatikan agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat lain, khususnya pengguna transportasi umum.
"Saya bukan tidak setuju demo atau peringatan May Day-nya, saya setuju. Tapi tetap ditata dong, jangan sampai hal-hal itu merusak atau berdampak terhadap kehidupan sektor lain dalam hal ini para pengguna lalu lintas seperti para penumpang Stasiun kereta," kata dia.
Ia juga menyoroti tidak terlihatnya petugas di lokasi saat kemacetan terjadi.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat situasi semakin tidak terkendali.
"Itu kan stasiun kereta seharusnya, kenapa bus semua pada mengampar di situ. Pertanyaannya yang juga saya sesalkan tadi tidak ada polisi yang bertugas di situ. Dibiarkan begitu saja semuanya. Kan itu enggak benar," katanya.
Rudi menambahkan, dirinya datang dari arah Kebon Sirih menuju Stasiun Pasar Senen.
Ia mengaku situasi saat itu sudah padat hingga tidak bergerak sama sekali.
"Giliran-giliran pejabat sudah bubar, yaudah mereka biarkan saja dampaknya. Jadi kacau balau. Kasian. Kenapa? Karena saya lagi antar istri saya, bersyukur tadi saya datang, sampai di Stasiun Senen satu jam sebelumnya," kata dia.
Peristiwa itu membuat Pinkan harus mengambil keputusan dengan berjalan kaki dengan membawa koper besar agar tidak tertinggal kereta tujuan Yogyakarta yang dijadwalkan berangkat pukul 17.00 WIB.
Sementara kemacetan sudah mulai terjadi sejak sekitar pukul 16.05 WIB.
"Tadi sempat saya mau pergi ke Stasiun Senen, cari porter dulu. Karena kan pasti butuh porter, cari porter, bawa ajak ke sini ke mobil buat ambil barang-barang," lanjutnya.
Sebelumnya,
Calon penumpang kereta api jarak jauh mengalami keterlambatan hingga pembatalan perjalanan akibat belum pulihnya operasional pascainsiden di wilayah Bekasi Timur.
Rudi, warga Jakarta Barat mengaku istrinya harus membatalkan keberangkatan menuju Yogyakarta dengan menaiki kereta KA Tambahan setelah tidak ada kepastian jadwal keberangkatan.
Ia menyebut kondisi di Stasiun Pasar Senen, Selasa (28/4/2026) malam dipadati penumpang hingga area parkir.
“Kereta seharusnya berangkat pukul 23.20 WIB, tapi sampai di stasiun penumpang membludak sampai ke parkiran. Banyak yang menunggu karena jadwal belum normal,” ujarnya.
Ia menambahkan, setelah menunggu hingga dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB, mereka memutuskan pulang dan membatalkan perjalanan.
Pembatalan dan keterlambatan perjalanan ini terjadi seiring proses pemulihan layanan kereta yang masih berlangsung.
"Batalin karena enggak ada kepastian. Banyak tadi malam, batal. Aku pulang jam 1 dari Stasiun," tutur dia.