TRIBUN-TIMUR.COM, JENEPONTO - Bupati Jeneponto, Paris Yasir (44), menegaskan pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan sebagai bukti nyata capaian pembangunan daerah pada peringatan Hari Jadi ke-163 Kabupaten Jeneponto.
Peringatan tersebut digelar di ruang pola Panrannuangta, Kantor Bupati Jeneponto, Jumat (1/5/2026).
Kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh penting.
Paris Yasir tampil mengenakan pakaian adat Bugis Makassar berupa jas tutu’ hitam lengkap dengan sokok guru.
Suasana semakin kental dengan nuansa budaya karena seluruh tamu undangan juga mengenakan busana adat.
Tema “A’bulo Sibatang, Ikhlas dan Bahagia” mewarnai peringatan tahun ini.
Ketua PKK Jeneponto, Salmawati Paris, turut hadir bersama sejumlah tokoh nasional dan daerah.
Baca juga: A’bulosibatang, Ikhlas, dan Bahagia di Usia 163 Jeneponto
Hadir juga di antaranya Anggota DPR RI Hamka B Kady dan Rudianto Lallo.
Hadir pula Bupati Bantaeng Muhammad Fathul Fauzy Nurdin dan Ketua DPRD Jeneponto Didis Suryadi.
Hadir juga Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, hadir bersama istrinya, Naoemi Octarina.
Kehadiran ini menjadi bentuk dukungan terhadap pembangunan Jeneponto.
Rangkaian acara diawali pembacaan ayat suci Alquran, dilanjutkan sejarah singkat Jeneponto oleh Rektor Institut Turatea, H Maksud Hakim.
Kemudian dibacakan kunci emas berisi 10 amanah pembangunan.
Dalam pemaparannya, Paris Yasir menyebut pertumbuhan ekonomi Jeneponto menunjukkan tren positif.
PDRB per kapita naik dari Rp31,16 juta menjadi Rp34,11 juta.
Ia juga menyampaikan tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 14,42 persen.
Sementara Tingkat Pengangguran Terbuka turun menjadi 1,88 persen.
“Angka ini lebih baik dibandingkan rata-rata provinsi maupun nasional,” ujarnya.
Di sektor keuangan, Indeks Akses Keuangan Daerah meningkat signifikan dari 4,1 persen menjadi 22,56 persen.
Investasi melalui PMA dan PMDN juga terus bertumbuh.
Dari sisi tata kelola, Indeks Pelayanan Publik mencapai 78,42 dengan kategori B.
Indeks Reformasi Hukum berada di angka 87,32 dan Indeks Integritas mencapai 69,62.
Untuk keamanan, penegakan Perda mencapai 100 persen.
Angka kriminalitas juga berhasil ditekan hingga 1,26 persen.
Pembangunan infrastruktur turut digenjot dengan perbaikan dan pembangunan jalan sepanjang 21,5 kilometer.
Sebanyak 239 unit rumah tidak layak huni juga telah direhabilitasi.
Pemerintah daerah juga membangun fasilitas publik seperti Stadion Mini Turatea.
Di sektor pendidikan, partisipasi sekolah meningkat melalui program beasiswa dan bantuan seragam gratis.
Di sektor kesehatan, layanan Puskesmas diperkuat dan penanganan stunting dilakukan lebih terarah.
Indeks Kualitas Lingkungan Hidup meningkat dari 61,9 menjadi 77,15.
Pengelolaan sampah semakin baik melalui Gerakan Jeneponto Bersih.
Armada persampahan juga ditambah.
Dalam penanggulangan bencana, jumlah armada pemadam kebakaran meningkat dari tiga menjadi 12 unit operasional.
Ketahanan pangan tetap stabil.
Produksi perikanan budidaya konsisten, sementara skor Pola Pangan Harapan mencapai 84,94.
Penggunaan internet di Jeneponto kini menembus lebih dari 80 persen.
Indeks Pembangunan Manusia juga mencapai 70,25 dan masuk kategori tinggi.
“Seluruh capaian ini bukan sekadar angka, tapi bukti kerja nyata,” tegas Paris Yasir.
Ia menambahkan, pembangunan tidak bisa berjalan tanpa dukungan semua pihak, terutama masyarakat.
“Tanpa partisipasi masyarakat, capaian ini tidak mungkin terwujud,” ujarnya.
Paris Yasir berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, mengingat keterbatasan fiskal daerah.
Menanggapi hal itu, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman (42) menyampaikan sejumlah bantuan.
Di antaranya Rp10 miliar untuk pembangunan jalan ruas Sappaya–Batolempangan.
Selain itu, disiapkan Rp9 miliar untuk pembangunan embung dan Rp1 miliar untuk pengeboran air di sekitar 50 titik.
Di sektor pertanian, bantuan lebih dari Rp5 miliar telah disalurkan sebelumnya.
Tahun ini ditargetkan pencetakan 40.000 sawah baru.
Pemerintah pusat juga akan mendukung pembangunan pasar dengan nilai sekitar Rp50 miliar.
Usai sambutan, dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis.
Bantuan meliputi mobil pemadam kebakaran, logistik bencana Rp154 juta, serta bantuan pembangunan masjid Rp1,1 miliar.
Selain itu, bantuan alat untuk pengembangan UMKM juga diserahkan kepada Pemkab Jeneponto.
Peringatan Hari Jadi ke-163 ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi dan komitmen pembangunan di Kabupaten Jeneponto.
Pujian Gubernur Sulsel
Pada momentum ini, Gubernur Sulsel mengungkap peran besar Hamka B Kady dalam mendorong pembangunan di berbagai daerah, termasuk Jeneponto.
“Di sini hadir Bapak Hamka B Kady, yang selama ini sangat membantu kita. Andalan saya di pusat adalah beliau,” ujar Andi Sudirman dalam sambutannya.
Ia menegaskan, Hamka B Kady merupakan sosok yang dihormati, memiliki kontribusi nyata dalam memperjuangkan pembangunan, tidak hanya di Jeneponto tetapi juga hingga Kepulauan Selayar.
“Kami mendapatkan banyak pelajaran bagaimana beliau berjuang di DPR RI untuk pembangunan. Kami mengapresiasi beliau sebagai orangtua yang kami banggakan,” ujarnya.
Apresiasi serupa disampaikan Bupati Jeneponto, Paris Yasir.
Ia mengaku mengetahui dedikasi Hamka B Kady dalam memperjuangkan kebutuhan masyarakat, bahkan dalam kondisi kurang sehat.
“Suatu ketika kami janjian bertemu, beliau sedang kurang fit, bahkan infus di tangannya, tapi tetap mau bertemu. Luar biasa semangatnya untuk Kabupaten Jeneponto,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Hamka B Kady juga meresmikan ruas jalan yang dibangun melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD).
Peresmian ditandai penandatanganan prasasti sebagai simbol dimulainya pemanfaatan infrastruktur tersebut oleh masyarakat.
Sejumlah pembangunan di Jeneponto diketahui merupakan hasil perjuangan Hamka B Kady di DPR RI.
Di antaranya pembangunan Bendungan Karaloe, jalan nasional poros Jeneponto, jembatan gantung, jaringan irigasi, rumah susun, hingga program bedah rumah.
Kontribusi tersebut dinilai memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan konektivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Hamka B Kady berharap Jeneponto terus berkembang di usia yang ke-163 tahun.
Ia menaruh harapan agar daerah ini semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera, serta mampu bersaing dan menjadi kebanggaan di tingkat regional maupun nasional.(*)