TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU- Dumaris Denny Waty Sitio (60), seorang ibu rumah tangga tewas diduga dibunuh perampok di rumahnya di Jalan Kurnia, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau.
Berdasarkan rekaman CCTV, menantu korban berinisial AF diduga terlibat dalam aksi perampokan tersebut.
Hal itu terungkap dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau, Polresta Pekanbaru, dan Polsek Rumbai pada Jumat (1/5/2026).
Korban ditemukan tewas pada Rabu (29/4/2026) siang. Peristiwa ini diduga perampokan sekaligus pembunuhan. Pandra menjelaskan, aksi pelaku terekam kamera CCTV yang ada di rumah korban.
Dari rekaman CCTV yang berada di luar, terlihat dua orang wanita masuk dari gerbang depan rumah korban. Kedua wanita itu, satu gemuk memakai baju hitam dan satu kurus memakai jaket biru.
Kemudian, CCTV yang ada di dalam rumah, merekam kedua wanita itu tampak bertemu dan salam cium tangan korban. Korban duduk di sofa, sedangkan kedua perempuan itu berdiri dan tampak gelisah.
Tak lama kemudian, datang seorang pria memakai topi membawa sebatang balok dan langsung memukul tubuh korban. Pelaku juga merusak kamera CCTV yang ada di dalam rumah korban.
Setelah itu, CCTV di luar rumah merekam seorang pria datang menggunakan sepeda motor, lalu pergi lagi. Wanita berjaket biru keluar duluan.
Kemudian, disusul wanita gemuk menyandang tas ransel berisi penuh, dengan dua orang laki-laki. Pada saat kejadian, korban seorang diri di rumah. Sementara suaminya sedang pergi keluar.
Baca juga: 2 Perempuan WNI Ditangkap Usai Terlibat Perampokan Bersenjata di Malaysia, Rampas Rp15 M
Pandra menyebut, salah satu wanita yang ada di dalam rekaman CCTV tersebut diduga adalah menantu korban.
"Yang ada di video CCTV itu, salah satunya kerabat korban, yaitu menantunya berinisial AF," kata Pandra yang juga didampingi Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Hasyim Risahondua.
Barang Hilang
Dari kejadian tersebut, barang-barang berharga milik korban hilang. Pandra bilang, pelaku diduga mengambil perhiasan emas, uang 400 dollar Singapura, paspor, dan ponsel.
"Yang membuat suami korban lebih sedih lagi, cincin emas pernikahan mereka hilang diduga diambil pelaku," ucap Pandra.
Pandra menyebut, korban tewas akibat kepalanya dipukul oleh pelaku dengan kayu balok.
"Saat ini tim gabungan sedang memburu pelaku. Doakan supaya cepat terungkap," pungkas Pandra.
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan bahwa para pelaku segera tertangkap.
"Insyaallah saya pastikan segera ditangkap, jajaran Reskrim Polresta Pekanbaru dan Subdit Jatanras Reskrimum Polda Riau sedang bekerja di lapangan," ungkap Irjen Herry.
Irjen Herry menyebut, kasus kejahatan menghilang nyawa orang lain, menjadi atensi khusus.
"Kejahatan menghilangkan nyawa orang lain menjadi atensi kami, mohon doanya," ucap Kapolda Riau.