Iran Menuntut Ganti Rugi dari Enam Negara Arab karena Fasilitasi Serangan AS dan Israel
Muhammad Hadi May 02, 2026 02:25 AM

Iran Menuntut Ganti Rugi dari Enam Negara Arab karena Fasilitasi Serangan AS dan Israel

SERAMBINEWS.COM - Iran secara resmi menuntut pertanggungjawaban enam negara Arab atas dugaan keterlibatan dalam serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayahnya. 

Tuntutan tersebut disampaikan melalui surat resmi kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Duta Besar dan Perwakilan Tetap Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, dalam surat tertanggal Kamis (30/4/2026), menegaskan bahwa negara-negara yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam serangan tersebut harus dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum internasional.

Enam negara yang dimaksud yakni Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Kuwait, dan Yordania. 

Iran menuduh negara-negara tersebut telah memfasilitasi operasi militer yang dianggap melanggar kedaulatan dan integritas wilayahnya.

"Iran sekali lagi menegaskan bahwa semua negara yang melakukan kesalahan, berpartisipasi dalam, atau memfasilitasi tindakan yang melanggar kedaulatan dan integritas wilayah kami harus dimintai pertanggungjawabannya," tegas Iravani.

Baca juga: AS Sebut Perang Iran Sudah Berakhir, Picu Sorotan Soal Legalitas Operasi Militer

Dalam surat tersebut, Iran menuntut kompensasi penuh, mencakup kerugian material maupun nonmaterial yang ditimbulkan akibat serangan tersebut. 

Teheran juga berpendapat bahwa negara-negara di kawasan Teluk memiliki tanggung jawab hukum atas peran mereka dalam konflik tersebut.

Selain itu, Iravani mengkritik Dewan Keamanan PBB yang dinilai gagal merespons secara tegas penggunaan kekuatan yang dianggap ilegal. 

Menurutnya, kondisi ini berpotensi mengancam stabilitas dan keamanan internasional.

Iravani dengan tegas menolak tuduhan terhadap Iran yang dilayangkan oleh enam negara Arab, dengan alasan bahwa Teheranlah yang paling menderita, dengan ribuan orang tewas dan ratusan ribu bangunan hancur.

Meski sejumlah negara membantah bahwa wilayahnya digunakan sebagai basis serangan, Iran menyebut kemungkinan penggunaan fasilitas militer di negara-negara tersebut tetap tidak dapat dikesampingkan.

Lebih lanjut, Iran menegaskan bahwa kegagalan Dewan Keamanan dalam mengakui haknya untuk membela diri tidak menghapus hak inheren negara tersebut berdasarkan hukum internasional. 

Teheran pun menegaskan komitmennya untuk terus mempertahankan kedaulatan nasional di tengah eskalasi konflik yang masih berlangsung.

(Serambinews.com/Agus Ramadhan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.