Presiden FIFA Ditolak Mentah-mentah, Presiden PSSI Palestina Ogah Jabat Tangan Utusan Israel
Ilham Fazrir Harahap May 02, 2026 02:27 AM

 

TRIBUN-MEDAN.com - Permintaan Presiden FIFA Gianni Infantino memaksa dua utusan Israel dan Palestina berjabat tangan, ditolak mentah-mentah oleh Presiden PSSI Pelastina saat Kongres FIFA.

Dalam Kongres FIFA ke-76 di Vancouver, Kanada, terjadi sebuah insiden yang menjadi bahan perbincangan dunia.

Federasi Sepak Bola Palestina (PFA) diwakili presidennya Jibril Rajoub.
 
Adapun Federasi Sepak Bola Israel (IFA) mengutus wakil presiden Basim Sheikh Suliman.

Saat sesi pidato oleh Infantino, ia mengundang Presiden PFAJibril Rajoub dan Wapres IFA Basim Sheikh Suliman naik ke panggung. 

Baca juga: Rusuh Hari Buruh 2026 di Bandung, Polisi Amankan Sejumlah Orang, Diduga dari Kelompok Anarko

Sebagai bentuk pendirian menolak penjajahan dan genosida Israel, Rajoub bahkan menolak berdiri di dekat Suliman.

Infantino bertindak semakin ngawur dengan meminta Rajoub untuk menjabat tangan Suliman.

Rajoub bergeming dan mengucapkan beberapa kata pada Infantino, salah satu yang terdengar adalah "Kami menderita!"

Momen canggung itu berakhir dengan Rajoub meninggalkan panggung dengan tergesa sesudah mencium pipi Infantino.

"Saya tidak bisa menjabat tangan seseorang yang didatangkan Israel untuk mencuci fasisme dan genisoda," ujar Rajoub dilansir dari The Guardian, Jumat (1/5/2026).

"Kami menderita," tegasnya.

Baca juga: Chelsea Tantang Mancheter City di Final Piala FA Inggris, The Blues Singkirkan Leeds di Semifinal

Rajoub layak bersikap demikian lantaran Infantino juga menolak menghukum Israel atas pelanggaran di dunia sepak bola.

PFA melaporkan sejumlah klub Israel memilih berbasis di Tepi Barat, wilayah yang diakui hukum internasional merupakan milik Palestina.

FIFA menolak menghukum Israel lantaran menganggap wilayah Tepi Barat tersebut sedang dalam status hukum yang tak terselesaikan.

Baca juga: Manchester United Diambang Lolos Liga Champions, Carrick Justru Mau Finish Peringkat Teratas

Tentu saja, "status hukum" tersebut tak terselesaikan karena wilayah milik Palestina itu dicaplok paksa oleh Israel.

PFA memutuskan mengajukan banding pada CAS setelah FIFAmenolak menghukum Israel.

(tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.