Thomas Cup 2026 - Getir Murid Herry IP Tak Bisa Bantu Malaysia Amankan Medali, Nasib Indonesaia Lebih Baik
Agung Kurniawan May 02, 2026 02:33 AM

DARREN STAPLES/AFP
Ganda putra Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, gagal meraih poin pada perempat final Thomas Cup 2026

BOLASPORT.COM - Aaron Chia/Soh Wooi Yik tak bisa menyembunyikan penyesalannya usai gagal mendulang poin untuk Malaysia pada Thomas Cup 2026.

Langkah Malaysia pada ajang Thomas Cup 2026 telah resmi berakhir pada hari ini, Jumat (1/5/2026) dengan tumbang pada babak perempat final.

Bertempat di Forum Horsens, Horsens, Denmark, Negeri Jiran dibungkam oleh tim kuat China 0-3 untuk memupus asa membawa pulang medali dari ajang ini.

Kekalahan pilu ini terjadi setelah amunisi Malaysia tak mampu mengimbangi kekuatan Negeri Tirai Bambu, termasuk untuk sektor ganda yang menjadi andalan.

Menurunkan Aaron Chia/Soh Wooi Yik sebagai ganda putra pertama, Malaysia tidak bisa berbuat banyak membendung Liang Wei Keng/Wang Chang.

Dalam durasi 35 menit saja, pasangan peringkat ke-2 dunia itu takluk di tangan Liang/Wang melalui skor 22-24, 14-21.

Ini menjadi kekalahan yang ke-10 bagi ganda putra yang dibesut langsung oleh Herry Iman Pierngadi atau Herry IP tersebut dari total 13 pertemuan dengan Liang/Wang.

Usai pertandingan, Soh Wooi Yik menyebut kekalahan ini terjadi karena aliran shuttlecock sulit dikendalikan.

Selain itu, dia juga tidak menampik bermain dengan kurang tenang sehingga Liang/Wang bisa merebut momentum keunggulan terutama pada gim pertama.

Alih-alih membaik, Wooi Yik juga tak mampu meredam Liang/Wang yang justru lebih agresif tatkala pertandingan memasuki gim kedua.

"Bolanya sulit dikendalikan, dan kami perlu bermain lebih menyerang dan konsisten, tetapi kami melakukan kesalahan di poin-poin penting," kata Wooi Yik.

"Mereka mengendalikan pertandingan dengan baik dan mendominasi game kedua," imbuhnya, dilansir dari laman NST.

Lebih lanjut, Wooi Yik juga mengakui keunggulan ganda putra peringkat ke-5 dunia tersebut yang bermain rapat di sisi depan sehingga bisa memenangkan banyak poin.

"Mereka unggul di area depan lapangan dan di situlah mereka memenangkan lebih banyak poin," kata Wooi Yik.

"Seharusnya kami bisa mempertahankan tempo permainan melawan mereka, tetapi kami tidak mampu melakukannya di game kedua dan itulah yang membuat perbedaan."

Dengan kekalahan ini membuat Negeri Jiran harus pulang dengan tangan hampa atau gagal meraih medali usai gagal melaju setidaknya hingga semifinal.

Catatan ini juga berlaku untuk tim putri mereka yang sehari sebelumnya dikandaskan oleh tim China juga dengan skor telak 0-3.

Apa yang didapatkan Malaysia membuat Indonesia sedikit beruntung meski hasil yang tidak diharapkan harus diterima tim putra pada Thomas Cup 2026 ini.

Ya, tim Garuda harus merasakan getirnya kegagalan secara brutal setelah tak mampu lolos dari babak penyisihan Grup D.

Di sisi lain, geliat tim putri untuk tetap bertahan masih ditunjukkan di mana setidaknya medali perunggu sudah di tangan dengan mampu menembus semifinal.

Indonesia berpeluang mengupgrade warna medali pada ajang Uber Cup 2026 jika mampu melewai adangan tim Korea Selatan pada semifinal esok hari, Sabtu (2/5/2026).

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.