Nabung 31 Tahun, Samsudin Pilih Tetap Jadi Tukang Parkir usai Haji, Cari Uang Hanya untuk Beli Beras
Arie Noer Rachmawati May 02, 2026 09:14 AM

 

TRIBUNJATIM.COM - Samsudin Pombode (69), tukang parkir di Kota Manado, Sulawesi Utara akhirnya berangkat haji setelah menabung selama 31 tahun.

Dengan mantap, Samsudin tetap akan menjadi tukang parkir sepulang dari ibadah haji nanti.

Ia tak masalah bekerja mencari uang hanya untuk membeli beras satu liter.

Setiap hari, Samsudin menyisihkan uang Rp 4.000 sampai Rp 5.000 sehari dari hasilnya bekerja sebagai tukang parkir. 

Hal itu dilakukannya sejak 1995.

Pria yang lahir 15 Desember 1956 itu mengaku sudah bekerja sebagai tukang parkir sejak tahun 1993.

"Sebelumnya saya jadi tukang parkir di kawasan Taman Kesatuan Bangsa," ujarnya, Jumat (1/5/2026).

Dari Taman Kesatuan Bangsa di Kelurahan Pinaesaan Kecamatan Wenang, dia kemudian ditarik sebagai karyawan lepas Dinas Perhubungan Kota Manado di bagian perparkiran.

Namun karena merasa tidak betah, dia kemudian keluar dan kembali jadi tukang parkir di Pasar Bersehati Manado.

"Saya jadi tukang parkir sejak tahun 1993 dan tahun 1995 saya mulai menabung sedikit-sedikit untuk naik haji," ucapnya.

Baca juga: Apa itu Dam Haji? Denda atau Tebusan yang Wajib Dibayar Jemaah Haji, Simak Jenisnya

Musibah Banjir Titik Awal Percepatan Impian

Perjalanan menuju Tanah Suci tidak selalu mulus. 

Pada 2014, rumahnya di Kelurahan Ternate Baru, Kecamatan Singkil, terdampak banjir bandang.

Meski demikian, musibah tersebut justru menjadi titik awal percepatan impiannya.

Samsudin menerima bantuan dari pemerintah yang kemudian digunakan sebagai setoran awal tabungan haji pada 2015.

“Penyetoran awal itu di tahun 2015. Setoran pertama langsung Rp 25 juta,” ungkapnya.

Baca juga: Jemaah Haji Indonesia Asal Lombok Ditolak Arab Saudi, Dicekal 10 Tahun, Pernah Langgar Aturan Umrah

Tak Pernah Berhenti Berdoa

Di tengah keterbatasan, ayah tiga anak ini tak pernah berhenti berdoa. 

Setiap selesai shalat, ia memohon agar diberi kesempatan menunaikan rukun Islam kelima.

Doanya dijawab.

Samsudin termasuk salah satu dari 394 Jemaah Haji asal Sulut yang tergabung dalam Kloter 5.

Kabar keberangkatannya juga disambut haru oleh keluarga.

Anak-anaknya turut membantu menyelesaikan pelunasan biaya haji.

"Terakhir pelunasan itu dua bulan lalu, Alhamdulillah anak saya bantu menambah uang pelunasan," ujarnya.

Baca juga: Kisah Hasby, Siswa MAN 1 Blitar Jadi Jemaah Haji Termuda 2026: Gantikan Sang Ayah yang Wafat

Tetap Hidup Sederhana

Meski akan segera menunaikan ibadah haji, Samsudin tidak berencana meninggalkan pekerjaannya. 

Sepulang dari Tanah Suci, ia tetap akan kembali menjadi tukang parkir.

"Iya saya masih akan menjadi tukang parkir, biar hanya cari uang untuk beli satu atau dua liter beras," ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.