Penyebab Sopir Taksi Hijau Selamat dari Tabrakan KRL di Bekasi Meski Pintu Mobil Tak Bisa Dibuka
Musahadah May 02, 2026 09:32 AM

 

SURYA.CO.ID - Terungkap penyebab sopir taksi hijau Green SM Indonesia berinisial RRP bisa lolos dari tabrakan Kereta Rel Listrik (KRL) di perlintasan sebidang dekat Stasiun Bekasi Timur pada Selasa (27/4/2026).

Tabrakan itu lah yang menjadi pemicu kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Stasiun Bekasi Timur hingga mengakibatkan 1 orang meninggal dunia. 

Menariknya, dalam tabrakan antara taksi hijau dan KRL itu, sopir RRP lolos dari maut. 

Padahal saat itu, pintu mobil tidak bisa dibuka. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan saat berhenti di rel kereta, pintu mobil disebut tidak dapat dibuka sehingga sopir berusaha menyelamatkan diri melalui jendela.

Baca juga: Imbas Sopir Taksi Hijau Baru Kerja 2 Hari Sebelum Picu Tabrakan KRL, Polisi Dalami Proses Rekrutmen

“Saat kendaraan itu berhenti, tidak bisa dibuka pintu. Nah, setelah dia mematikan mencoba lagi hidup baru jendela bisa keluar, sopir keluar dari jendela, ” kata Budi di Monumen Nasional, Kamis (30/4/2026).

Budi menambahkan, sopir tersebut diketahui baru bekerja selama tiga hari sejak Minggu (25/4/2026) dan baru menjalani pelatihan dasar selama satu hari.

“Dari hasil keterangan driver ataupun sopir taksi online yang sudah dimintai keterangan bahwa yang bersangkutan baru bekerja itu semenjak tanggal 25 April 2026,” kata Budi.

Ia menjelaskan, RRP juga baru mengikuti pelatihan dasar pengoperasian kendaraan listrik selama satu hari, termasuk cara menghidupkan dan mematikan mobil, penggunaan lampu sein, hingga teknik parkir.

“Jadi terkait tentang bagaimana mengendarai, cara menghidupkan kendaraan tersebut, ini baru pengenalan dasar itu dilakukan satu hari,” ucap dia.

"Nah, bagaimana menyalakan, mematikan mobil serta cara lampu sein, parkir dan lain-lain. Ini terjadi, ini masih didalami oleh teman-teman penyidik,” lanjut Budi.

Polisi masih menyelidiki lebih lanjut terkait peristiwa kecelakaan tersebut. 

Pengakuan Sopir Saat Kejadian

Dalam video beredar di media sosial, sopir tersebut tampak berada di luar kendaraannya sesaat setelah insiden terjadi. 

Sopir yang mengenakan baju perusahaan taksi berwarna hijau dengan celana panjang hitam tampak dalam kondisi agak syok. 

Ia digiring oleh sejumlah warga untuk ditenangkan. 

Sopir tersebut juga sempat kembali mendekati mobilnya setelah kejadian. 

Kepada salah satu orang di lokasi kejadian, sopir tersebut menjelaskan bahwa mobil yang dikendarainya tiba-tiba mati. 

Mobil pun tidak bisa dijalankan saat berada di tengah perlintasan rel. 

"Ini ngonci langsung (posisi mobilnya) Jadi kita mau jalanin gak bisa. Pas posisi kereta lewat, mobil mati," ujarnya.

Diduga, kendaraan tersebut mengalami gangguan saat melintas di perlintasan, sehingga berhenti di tengah rel.

Kondisi itu disebut-sebut menjadi awal gangguan yang kemudian berujung pada tabrakan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek.

Polisi Dalami Proses Rekrutmen Sopir 

PEMICU - Taksi hijau Green SM Indonesia diduga menjadi pemicu kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) sekira pukul 20.55 WIB.
PEMICU - Taksi hijau Green SM Indonesia diduga menjadi pemicu kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) sekira pukul 20.55 WIB. (Surya.co.id/dok.polsek wanasari/jeprima)

Fakta bahwa sopir taksi hijau baru bekerja dua hari akan didalami penyidik Polda Metro dalam manajemen perusahaan taksi listrik Green SM.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menerangkan pemeriksaan terhadap manajemen Green SM untuk mengetahui sistem rekrutmen terhadap calon sopir.

"Kami ingin lihat bagaimana sih SOP menerima seseorang menjadi calon seorang sopir taksi online, tentang bagaimana regulasi-regulasinya, sistem manajemen dari pelayanan yang dilakukan dari manajemen taksi online ini kita akan kaji bersama-sama,” bebernya kepada wartawan Kamis (30/4/2026).

Tidak hanya dari Green SM, polisi juga sudah memeriksa pihak dari PT KAI.

"Karena kan ini harus maraton yang ditangani jadi harus melihat satu perkara berbeda antara taksi online dengan KRL 5181," katanya.

Polisi sudah memeriksa tujuh saksi dari pihak PT KAI yang berlangsung hari ini.

Ketujuh saksi itu antara lain Kapusdal, kedua PPKA, ketiga petugas sinyal, keempat masinis KRL Commuter, kelima masinis KA Argo Bromo Anggrek, keenam asisten masinis Argo Bromo Anggrek, dan yang ketujuh pengendali,.

“Ini proses permintaan keterangan masih berlangsung, kita tunggu bersama-sama dan kami Polda Metro Jaya tetap akan menangani secara prosedural, profesional, dan akuntabel,” tambahnya.

Kasus Sudah Naik Penyidikan

Polda Metro Jaya meningkatkan status kasus kecelakaan kereta api antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL yang menewaskan belasan orang dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Saat ini, penyidikan kasus tersebut tengah ditangani Subdit Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

 “Terkait tentang update kasus kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, ini ditangani dalam proses penyelidikan dan penyidikan, ditangani oleh Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Dan ini sudah naik tingkat penyidikan, tahap penyidikan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Kamis (30/4/2026).

Budi Hermanto mengatakan pihaknya masih terus fokus mendalami dengan serangkaian tahapan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan itu terjadi.

“Ini sudah dilakukan cek TKP, pemeriksaan saksi, pengumpulan barang bukti, serta pendalaman CCTV,” tuturnya.

Hal tersebut untuk mengetahui apakah penyebab kecelakaan karena kelalaian (human error) atau kesalahan pada sistem.

Dalam tahap penyidikan biasanya polisi sudah menemukan adanya unsur pidana dalam sebuah peristiwa.

Untuk informasi, kecelakaan terjadi antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur terjadi pada Senin (27/4/2026) malam.

Polda Metro Jaya menyampaikan korban meninggal dunia atas insiden kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur bertambah.

"Korban meninggal dunia bertambah satu orang sehingga total menjadi 16 orang, kami berharap tidak ada lagi penambahan korban,” kata Kombes Budi Rabu kemarin.

Korban meninggal dunia diketahui sempat dirawat di ruang ICU RSUD Bekasi.

Pihak kepolisian menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh korban.

"Ini menjadi keprihatinan kita bersama saat ini penyidik masih mendalami rangkaian kejadian secara komprehensif,” ujar Kombes Budi.

Kecelakaan melibatkan kereta PLB 5568A (Commuter Line relasi Cikarang) dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi terjadi di KM 28+920 wilayah Stasiun Bekasi Timur, pada Senin (27/4/2026) malam.

Peristiwa bermula dari commuter line yang tertemper taksi listrik lalu ditabrak oleh rangkaian kereta jarak jauh di gerbong paling akhir.

Akibat tabrakan sejumlah korban perempuan berjatuhan dan dievakuasi oleh petugas gabungan dari berbagai unsur.

Proses investigasi terkait penyebab kecelakaan kereta saat ini masih dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.