TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Perarakan patung Bunda Maria tanda masuknya Bulan Maria, dan digelar Misa di Gua Maria Catholic Center, Jalan DA Tawa X, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Jumat (1/5/2026) sore.
Kegiatan diawali dengan doa rosario sekitar pukul 17.00 WIB yang dilaksanakan sambil berjalan mengarak patung Bunda Maria mengelilingi kawasan Catholic Center.
Di bawah cuaca cerah, barisan petugas liturgi yang membawa lilin memimpin jalannya perarakan, diikuti umat yang berjalan beriringan sambil melafalkan doa rosario dengan tertib.
Perarakan tersebut menyusuri kawasan Gua Maria Catholic Center Palangka Raya. Lantunan doa dan nyanyian rohani terdengar mengiringi langkah umat sepanjang perarakan berlangsung.
Kegiatan ini menjadi bagian dari devosi umat Katolik dalam mengawali Bulan Maria yang diperingati setiap bulan Mei.
Usai perarakan, umat kemudian mengikuti misa yang dipimpin oleh Uskup Palangka Raya, Mgr. Aloysius Maryadi Sutrisnaatmaka, MSF, bersama para imam dari Keuskupan Palangka Raya.
Misa tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian Pesta Perak Episkopal Uskup Palangka Raya dan diikuti ratusan umat yang memenuhi area Catholic Center.
Dalam homilinya, Uskup Aloysius Maryadi menekankan, perarakan yang dilakukan bukan sekadar tradisi, tetapi memiliki makna dalam kehidupan bersama umat.
“Perarakan ini menunjukkan kebersamaan umat dalam menjalani iman,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebersamaan tersebut tidak hanya tercermin dalam kegiatan bersama, tetapi juga perlu dihidupi dalam kehidupan sehari-hari.
“Kebersamaan itu tidak berhenti di sini, tetapi perlu dibawa dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam keluarga,” lanjutnya.
Baca juga: Ratusan Umat Padati Misa Hari Raya Paskah di Katedral Palangka Raya, Rayakan Kebangkitan Kristus
Baca juga: Misa Kamis Putih, Ribuan Umat Katolik Padati Gereja Katedral Palangka Raya Kalteng
Selain itu, ia mengingatkan penghormatan kepada Bunda Maria menjadi sarana untuk memperdalam iman, bukan tujuan akhir.
“Melalui Bunda Maria, kita sampai kepada Yesus,” katanya.
Sepanjang misa berlangsung, suasana tetap terjaga khidmat. Umat mengikuti setiap rangkaian ibadah dengan penuh penghayatan, diiringi doa dan nyanyian rohani.
Perarakan yang mengawali Bulan Maria ini menjadi momen kebersamaan umat yang berjalan dan berdoa bersama dalam satu rangkaian ibadah.