TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ekspo REI 2026 kembali menggeliatkan pasar properti di Makassar dengan menghadirkan puluhan pengembang dan penawaran hunian yang menyasar kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong target ambisius pembangunan perumahan nasional.
Pameran yang digelar Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia Sulawesi Selatan ini berlangsung di Mal Ratu Indah pada 1 hingga 3 Mei 2026 dengan menghadirkan 34 stan dari berbagai sektor properti.
Marketing and Business Development Dayakrea Mega Pradana, Alamsyah, mengatakan pameran ini tidak sekadar menjadi ajang promosi, tetapi juga bagian dari upaya konkret mendukung program pembangunan tiga juta rumah.
“Hari ini ada 34 booth, mencakup developer, perbankan, material, dan perumahan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa fokus utama pada tahun ini diarahkan pada segmen komersial, khususnya di Kota Makassar yang dinilai memiliki pertumbuhan pasar properti yang cukup dinamis.
Ketua DPD REI Sulsel, Sudarman Supardi, menegaskan bahwa ekspo ini merupakan agenda strategis untuk mempertemukan pengembang dengan konsumen secara langsung.
“Ini merupakan ekspo REI yang ke-31 dan menjadi wadah penjualan sekaligus bagian dari upaya mengurangi backlog perumahan di Sulawesi Selatan,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris DPD REI Sulsel, Khoiruman, menyoroti besarnya tantangan sektor perumahan pada 2026 seiring target pembangunan rumah subsidi yang terus meningkat.
“Untuk mencapai target tersebut, kami harus menggandeng berbagai pihak dan kami optimistis expo ini dapat menarik minat end user serta memberikan kepuasan bagi para pengembang,” ujarnya.
Melalui penyelenggaraan ekspo ini, REI Sulsel berharap mampu memperkuat sinergi antara pengembang, perbankan, dan pemerintah dalam menjawab tingginya kebutuhan hunian di daerah.
Ekspo REI 2026 pun diharapkan menjadi katalis penting dalam mendorong pertumbuhan sektor properti sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.