TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Dua jemaah haji Kloter 07 Embarkasi Padang terpaksa menunda keberangkatan ke Tanah Suci, Jumat (1/5/2026). Satu jemaah mengalami gangguan kesehatan, sementara satu lainnya menunda perjalanan untuk mendampingi orang tua yang sakit.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, M. Rifki, mengatakan jemaah atas nama Putri Lenggogeni Roesma saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Ibnu Sina, Bukittinggi.
Sementara itu, Hanifah Ainnur Zulkarnaen belum dapat berangkat karena memilih mendampingi ibunya yang tengah sakit.
“Keduanya direncanakan berangkat pada kloter berikutnya setelah dinyatakan laik terbang oleh pihak rumah sakit dan tim kesehatan Embarkasi Padang,” ujar Rifki di sela-sela pelepasan jemaah.
Baca juga: Keteguhan Ramli Penjual Baju asal Bukittinggi Naik Haji 2026, 48 Tahun Sisihkan Uang Demi ke Mekkah
Ia juga mendoakan agar kedua jemaah tersebut segera pulih dan dapat menyusul rombongan berikutnya menuju Tanah Suci.
“Kita doakan jemaah yang sakit segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali bergabung bersama rombongan pada kloter berikutnya,” katanya.
Meski terdapat dua jemaah yang menunda keberangkatan, Kloter 07 Embarkasi Padang tetap diberangkatkan menuju Madinah melalui Bandara Internasional Minangkabau.
Sebanyak 391 jemaah asal Kota Bukittinggi dan Kota Pariaman resmi lepas landas pada Jumat siang. Keberangkatan kloter ini dilepas langsung oleh Kakanwil Kemenhaj Sumbar M. Rifki bersama Kakanwil Kemenag Sumbar Mustafa, didampingi Kepala Bagian Tata Usaha Edison serta Kepala Kemenhaj Kota Bukittinggi dan Kota Pariaman.
Kloter 07 diberangkatkan menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA3507. Pesawat dijadwalkan berangkat pukul 13.20 WIB, namun lepas landas lebih awal pada pukul 13.08 WIB.
Baca juga: Sempat Merasa Belum Siap, Pemuda Kuranji Padang Ini Akhirnya Mantap Naik Haji Bareng Keluarga
Dari total 393 kursi yang tersedia, sebanyak 391 kursi terisi dan dua kursi lainnya menjadi open seat. Komposisi jemaah terdiri dari 159 pria dan 232 wanita. Selain itu, terdapat 15 jemaah yang membutuhkan layanan kursi roda selama perjalanan.
Rifki menyebutkan, selama proses penyelenggaraan haji di Embarkasi Padang, seluruh tahapan keberangkatan berjalan lancar.
“Mulai dari kedatangan jemaah di one stop service, proses di aula, hingga keberangkatan berjalan lancar,” ujarnya.
Menurutnya, ketepatan waktu penerbangan menjadi perhatian dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Hingga Kloter 07, seluruh jadwal keberangkatan tercatat berjalan tepat waktu.
“Alhamdulillah, rata-rata penerbangan berjalan tepat waktu. Disiplin waktu menjadi kunci dalam pelayanan. Bahkan hingga Kloter 07 ini kita on time performance,” kata Rifki.
Baca juga: Kisah Haru Jemaah Haji Kloter 8 Padang Daftar Berdua Kini Berangkat Sendiri Usai Suami Wafat
Kloter 07 turut didampingi enam petugas, yakni Ketua Kloter Misra Elfi, Pembimbing Ibadah Irfan Junaidi, tim medis Yelvi Novita Roza selaku dokter dan Deni Jusman sebagai perawat, serta Petugas Haji Daerah Yessi Agustin dan Dirmayanto Z.
Dengan keberangkatan Kloter 07, proses pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Padang terus berjalan sesuai jadwal. Petugas memastikan seluruh tahapan pelayanan tetap mengedepankan aspek keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan jemaah.