TRIBUNJATENG.COM - Tragedi kecelakaan di depan SD Sukaratu 5, Kabupaten Pandeglang, kembali memakan korban jiwa.
Jumlah korban meninggal akibat mobil yang dikemudikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pandeglang kini bertambah menjadi dua orang.
Korban kedua, Dewi Handayani, seorang pedagang takoyaki, meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka serius.
Dewi Handayani mengembuskan napas terakhir pada Jumat (1/5/2026) sekitar pukul 14.00 WIB di RSUD Berkah Pandeglang.
Ia menjadi korban kedua setelah sebelumnya seorang siswa SD berusia 10 tahun, Tubagus Muhammad, dinyatakan meninggal di lokasi kejadian.
“Innalilahi wainnailaihi rojiun, iya betul (jadi dua orang),” ujar Kasat Lantas Polres Pandeglang, AKP Surya Muhammad, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (2/5/2026).
Baca juga: Kiai Cabul di Pati Berusaha Suap Kuasa Hukum Korban Rp400 Juta: Saya Tolak, Itu Uang Haram
Dewi diketahui sehari-hari berjualan takoyaki di depan sekolah tempat kejadian.
Ia tinggal di Perumahan Ciputri, Desa Ciputri, Kecamatan Kaduhejo, dan baru beberapa waktu menetap di wilayah tersebut setelah pindah dari Jakarta.
Ketua RT setempat, Endang, menyebut Dewi sebagai sosok yang ramah dan mudah bergaul di lingkungan tempat tinggalnya.
Ia berjualan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sambil menunggu anaknya pulang sekolah.
Setelah dinyatakan meninggal, jenazah Dewi dipulangkan ke kampung halamannya di Kecamatan Patia untuk dimakamkan.
“Rencananya dimakamkan di Patia, kemarin sudah dibawa,” ujar Endang.
Insiden maut tersebut terjadi pada Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 09.20 WIB di depan SD Sukaratu 5, Kampung Cikole, Kecamatan Majasari.
Saat itu, sejumlah siswa tengah berkumpul di depan sekolah untuk membeli jajanan saat jam istirahat.
Mobil Toyota Innova hitam bernomor polisi A 1633 BF yang dikemudikan Ahmad Mursidi tiba-tiba melintas dan menabrak kerumunan.
"Pengemudi dari rumahnya melintas di depan SD itu, lalu menabrak kerumunan, untuk tujuannya hendak ke mana belum diketahui, masih pemeriksaan," kata Surya.
Rekaman video yang beredar memperlihatkan kendaraan tersebut menghantam pagar sekolah setelah menabrak para korban.
Berdasarkan data awal, total sembilan orang menjadi korban luka dalam kejadian ini, terdiri dari tujuh siswa SD, satu pengendara motor, dan satu pedagang.
"Penyebabnya masih kami dalami, apakah karena kelalaian atau faktor kesehatan.
Kami masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi," kata Surya.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.