IPM Terus Meningkat, Mendikdasmen Pilih Banyuwangi untuk Memperingati Hardiknas
Haorrahman May 02, 2026 02:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur terus meningkat dalam lima tahun terakhir, menjadikannya salah satu yang tertinggi di Jawa Timur, khususnya di kawasan Sekarkijang.

Capaian tersebut menjadi salah satu alasan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memilih Banyuwangi sebagai lokasi peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, yang digelar di Taman Blambangan, Sabtu (2/5/2026) dan diikuti ribuan pelajar serta guru.

Berdasarkan data, IPM Banyuwangi pada 2025 mencapai 75,17. Angka ini naik dari 74,3 pada 2024, 73,79 (2023), 73,15 (2022), dan 72,62 (2021).

“Itu sebuah capaian yang sangat bagus. Banyuwangi memiliki banyak terobosan dan program kreatif dan strategis di dunia pendidikan, terutama layanan untuk mereka yang tidak berkesempatan sekolah karena berbagai alasan,” ujar Mu’ti.

Baca juga: Motor Warga Banyuwangi Dipinjam Tak Kembali, Ditemukam Polisi Saat Patroli

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dinilai berhasil menghadirkan berbagai program pendidikan inklusif. Salah satunya adalah Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh), yang berfokus mengembalikan anak putus sekolah ke bangku pendidikan melalui berbagai skema.

Selain itu, terdapat program Siswa Asuh Sebaya. Dalam program ini, siswa yang mampu secara ekonomi menyisihkan uang saku untuk membantu teman-temannya yang membutuhkan, seperti membeli sepeda, kacamata, hingga perlengkapan sekolah.

Program-program tersebut menjadi faktor penting dalam peningkatan IPM Banyuwangi sekaligus memperluas akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Baca juga: Kuntulan Ewon Libatkan 1.100 Siswa di Hardiknas Banyuwangi, Menteri Abdul Mu’ti Dijadwalkan Hadir

Peringatan Hardiknas di Banyuwangi tidak hanya diisi dengan upacara formal. Sebanyak 1.060 pelajar dari tingkat SD hingga SMA turut ambil bagian dalam pertunjukan Kuntulan Ewon.

Pertunjukan kolosal ini memadukan seni tari dan musik rebana, melibatkan kolaborasi antara pelajar, seniman, dan budayawan setempat.

Menurut Mu’ti, pelibatan siswa dalam kegiatan seni budaya memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda.

“Ini sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, pendidikan adalah usaha bersama untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh,” kata Mu’ti.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Mendikdasemen memilih daerahnya sebagai lokasi peringatan Hardiknas.

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Bapak Menteri beserta jajaran yang telah melaksanakan Upacara Hardiknas di Banyuwangi,” ujar Ipuk.

Ia menegaskan, pendidikan di Banyuwangi tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pengembangan potensi siswa di bidang seni dan budaya.

“Inilah yang membuat Banyuwangi melibatkan pelajar dalam tiap agenda seni dan budaya,” tambahnya.



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.