RSUD KH Daud Arif Bantah Dugaan Bullying dan Kerja Paksa Terkait Kematian dr Myta
Heri Prihartono May 02, 2026 02:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL- Pihak RSUD Kh Daut Arif Kuala Tungkal memastikan dikabarkan telah melakukan rapat tertutup membahas kematian dr Myta Aprilia Azmy.

Dokter myta  meninggal dunia diuga dipaksa kerja saat sakit serta mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan.

Direktur RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal Sahala Simatupang ketika dikonfirmasi membantah tuduhan itu.

"Kalau dibuly itu tidak benar, saya sudah panggil dokter tadi, komite medik sudah sayo panggil, semua saya panggil, kalau di buly tidak ado,"ujarnya Sabtu (2/5/2026).

Dirut menyebut, sudah memanggil dokter yang sering berkomunikasi dengan yang bersangkutan, ia menjelaskan yang bersangkutan memang sakit.

Informasi yang diterima dr Myta Aprilia Azmy ini sudah lama mengidap sakit batuk disertai dengan sesak napas, namun Direktur tidak bisa menjelaskan lebih rinci penyakit yang diderita.

"Sudah lamo sakit nya, dia itu masuk rumah sakit 11 Maret," jelasnya.

Ia menjelaskan pada Senin tim dari Kemenkes RI turun ke Kuala Tungkal untuk mengklafikasi.

"Tadi saya di telpon dari Kemenkes, hari senin mereka mau kesini, nanti biar mereka yang menjelaskan, hari Senin ya bang, sekaligus kita konferensi pers," katanya.

Ia meminta bersabar menunggu klarifikasi hari Senin yang disampaikan Kemenkes di RSUD Kh Daut Arif Kuala Tungkal.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dr Myta Aprilia Azmy telah kritis saat menjalani perawatan intensif di RSMH Palembang.

Pasalnya, dr Myta Aprilia Azmy sebelum dalam kondisi kritis, ia menjalani tugas di RSUD Daud Arif Kuala Tungkal dengan cara kerja paksa dengan kondisi sakit.
(Sopianto/Tribunjambi) 

Baca juga: Sosok Dokter Myta Aprilia yang Meninggal saat Jalani Internship di RSUD Daud Arif Tanjabbar Jambi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.