Fenomena Puluhan Rumah Dijual di Taman Mangu Indah Tangsel Akibat Banjir Menahun
Wawan Perdana May 02, 2026 03:01 PM

TRIBUNBANTEN.COM, TANGSEL-Perumahan Taman Mangu Indah di Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Provinsi Banten, dalam beberapa tahun terakhir tampak berbeda.

Di tengah kawasan perumahan mengalir Kali Ciputat, yang menjadi pemisah kawasan pada dua wilayah Kelurahan, yakni Kelurahan Jurang Mangu Barat dan Kelurahan Pondok Aren.

Ketika wartawan Tribunbanten.com berkunjung. Jumat (1/5/2026), terlihat lalu lalang warga dengan berbagai kegiatannya.

Namun pemandangan agak berbeda tampak terlihat jika memasuki salah satu sisi bagian kawasan perumahan. Tepatnya, pada di RW 12, Kelurahan Jurang Mangu Barat yang berada persis di sisi barat aliran Kali Ciputat.

Sejumlah plang di pagar dan dinding rumah, menuliskan informasi bertuliskan "Dijual”. 

Ketika dihitung, ada sekitar 38 rumah yang terdapat plang tersebut. 

Sebagian plang tersebut sudah tampak usang, bahkan ada yang miring dimakan waktu, seperti prasasti sejarah.

Cat dinding sebagian rumah mulai pudar menimbulkan kesan usang, dan di beberapa titik, rumah terlihat tak lagi terurus, atap melengkung, dinding retak, halaman dipenuhi rumput liar.

Lokasi Sering Banjir

Menurut salah seorang yang tampak tengah menyendiri diteras rumahnya. Penyebab sebagian warga memilih menjual rumah adalah karena pada lokasi itu sering terjadi banjir.

"Saya kurang tahu ya, tapi yang jelas karena banjir," ujarnya, saat ditanya perihal banyak rumah tetangganya yang dijual, Jumat (1/5/2026).

Dikisahkannya, dulu lingkungan sekitar rumahnya masih dikelilingi kebun dan lahan terbuka. Air mengalir jernih di saluran kecil, tanpa pernah meneror dan mengancam.

Namun kini, setiap mendung datang, kecemasan turut mengiringi jatuhnya setiap rintik hujan yang berujung pada genangan.

Marwoto berasumsi, kondisi itu ditenggarai masifnya pembangunan kawasan komersil di hulu kali.

Baca juga: Inspeksi Lapangan, DPRD Tangsel Temukan Aliran Kali Ciputat Hilang di Kawasan Bintaro XChange

"Dulu mah di kawasan Bintaro itu masih banyak kebun dan air sungai nya juga masih bersih, tapi karena mulai banyak bangunan, jadi kan buang airnya ke sini semua. Makanya ya banjir,” katanya.

Cerita serupa juga datang dari warga lain yang enggan disebutkan namanya. 

Pria yang mengenakan pakaian berwarna kuning itu mengatakan, fenomena rumah dijual secara massal mulai terlihat sejak 2024, ketika banjir semakin sering melanda kawasan tersebut.

“Mulai banyak rumah yang pasang plang dijual itu, dua tahun terakhir ini. Tapi ya gitu, nggak cepat laku,” katanya.

Menurutnya, banjir tak hanya merusak rumah, tetapi juga menggerus rasa aman.

"Soalnya kalau sudah banjir itu, tinggi airnya bisa sampai sebetis orang dewasa," sebutnya.

Asumsi dan persepsi warga Taman Mangu Indah, bukan lah sekadar isapan jempol belaka.

Baru-baru ini, muncul peristiwa sejumlah wakil rakyat mendatangi kawasan pusat perbelanjaan Mall Bintaro X-Change, yang dikelola dan dibangun oleh milik PT Jaya Real Properti.

Hasil temuan wakil rakyat di lokasi itu, bangunan yang kerap dikunjungi masyarakat kelas atas tersebut, diduga kuat berdiri di atas tanah yang dahulunya merupakan Kali Ciputat yang mengalir hingga ke kawasan Perumahan Taman Mangu Indah.

Hingga saat ini, desas desus dugaan tersebut masih terus menjadi bahan pembicaraan publik.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.