Laporan Wartawan TrinunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal masuk dalam daftar salah satu kepala daerah dengan kinerja terbaik versi MudaBicara ID, survei ini dilakukan pada periode 1-30 Maret 2026 lalu dengan jumlah responden 800 orang tersebar di 38 provinsi.
Survei ini menggunakan metode penelitian computer assisted self Interviewing, sebuah metode penelitian kuantitatif menggunakan kuesioner terstruktur yang diisi secara mandiri oleh responden melalui perangkat elektronik.
Kemudian menggunakan metode Stratified Random Sampling, yakni metode yang mengelompokkan responden berdasarkan kelompok homogen.
Baca juga: Iqbal Tekankan Kualitas Pendidikan Jadi Prioritas Utama NTB, Bukan Hanya Bangunan Fisik
Survei ini dilakukan untuk mengetahui perspektif dan harapan generasi muda terhadap pemerintah dan kebijakannya. Rentan usia responden yang paling banyak 24-27 tahun sebanyak 29,5 persen dan 28-30 tahun sebanyak 23,1 persen.
Berdasarkan hasil survei MudaBicara ID Tahun 2026, Lalu Muhamad Iqbal berada di posisi 10 sebagai Gubernur berkinerja terbaik menurut anak muda dengan persentase 1,20 persen.
Pengalaman sebagai mantan Duta Besar (Dubes) membawa ekspektasi positif soal tata kelola dan wawasan global, walaupun rekam jejak di daerah masih butuh penilaian lagi.
Gubernur Iqbal memiliki tiga agenda besar dalam kepemimpinannya ini, yakni mengentaskan kemiskinan, ketahanan pangan dan pariwisata mendunia. Agenda ini kemudian direalisasikan dalam beberapa program unggulan salah satunya Desa Berdaya.
Desa Berdaya inipun dibagi menjadi dua tema, yakni Desa Berdaya Transformatif dan Desa Berdaya Tematik. Untuk yang transformatif diberikan kepada desa yang masuk kategori miskin ekstrim, sementara untuk tematik diberikan pada desa tidak miskin ekstrim.
Pada tahun 2026 ini ada 40 desa miskin ekstrim yang masuk dalam Program Desa Berdaya Transformatif, sementara 250 desa mendapat Program Desa Berdaya Tematik.
Untuk menjalankan program ini Gubernur Iqbal akan memberikan bantuan dana sebesar Rp300 juta untuk Desa Berdaya Tematik dan Rp500 juta Desa Berdaya Transformatif. Selain itu bagi keluarga yang miskin ekstrim juga akan mendapatkan bantuan insentif Rp7 juta.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DPMPD Dukcapil) NTB, Lalu Hamdi mengatakan bantuan keuangan ini tidak bisa digunakan secara asal-asalan.
"Uang ini kita gariskan untuk kegiatan-kegiatan terkait dengan ketahanan pangan, pariwisata dan kelestarian lingkungan dengan berbagai menu yang sudah kita siapkan," kata Hamdi, Kamis (30/4/2026).
Untuk mendapatkan bantuan ini pemerintah desa diminta untuk menyusun program melalui musyawarah desa (Musdes), karena anggaran ini akan masuk dalam anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes).
Hamdi mengatakan untuk pengelolaan bisa langsung oleh pemerintah desa, bisa oleh masyarakat, bisa juga bekerjasama dengan lembaga ekonomi seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) ataupun Koperasi Desa (Kopdes).
Program ini akan dilakukan secara bertahap sampai dengan 2029 nanti, harapannya pada akhir kepemimpinan Iqbal-Dinda 1.166 desa/kelurahan di NTB bisa merasakan program ini.
(*)