Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
Berikut beberapa peristiwa yang dirangkum mulai dari Jamaah Haji asal Bengkulu Meninggal Dunia di Madinah hingga dua gajah sumatera ditemukan mati.
Kabar duka datang dari Tanah Suci. Seorang jemaah haji asal Kota Bengkulu, Tukiman Sadi Kromo Karso (54) meninggal dunia di Madinah, Arab Saudi, Rabu (29/4/2026).
Almarhum merupakan jemaah yang tergabung dalam Kloter 4 Embarkasi Padang (PDG 004).
Berdasarkan laporan petugas kesehatan haji, Tukiman sempat melaksanakan salat Subuh di Masjid Nabawi sebelum akhirnya jatuh pingsan di area pelataran masjid.
Baca juga: Pabrik Minyak Goreng Bumi Merah Putih di Bengkulu Disegel Polisi, Direktur: Kami Ini Usahanya Maklon
Petugas kesehatan haji Bengkulu, Gefie Yulita, mengatakan hingga saat ini proses administrasi dan penanganan lanjutan masih berlangsung di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).
“Belum ada keterangan resmi lanjutan karena proses administrasi masih berlangsung di KKHI,” ungkap Gefie dalam rilis Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Bengkulu, Rabu (29/4/2026).
Sidang lanjutan kasus penganiayaan yang melibatkan seorang babysister di Kota Bengkulu, memasuki tahap pembacaan putusan di Pengadilan Negeri Bengkulu, Kamis (30/4/2026).
Sidang pembacaan putusan itu dilanksanakan di ruangan sidang Soerjono, dengan ketua hakim Yongki.
Dalam agenda tersebut Hakim menunda pembacaan putusan untuk terdakwa Refpin, sidang akan dilanjutkan pada Senin 4 Mei 2026 nanti.
Kuasa hukum Refpin, A. Yamin, menyatakan pihaknya menghormati keputusan Majelis Hakim yang menunda agenda putusan sidang hingga Senin nanti.
Menurut A. Yamin, penundaan dalam proses persidangan merupakan hal yang lumrah terjadi dan tim hukum tetap menghargai seluruh tahapan yang dijalankan pengadilan.
“Pada dasarnya kami menghormati proses persidangan. Mungkin Majelis Hakim ingin benar-benar matang dalam memutus perkara Repin,” ujar A. Yamin saat ditanya wartawan di Pengadilan Negeri Bengkulu, Kamis (30/4/2026).
Pemerintah Provinsi Bengkulu resmi meluncurkan program pemutihan pajak kendaraan bermotor tahun 2026 yang disertai apresiasi hadiah emas bagi masyarakat yang taat membayar pajak kendaraan.
Program tersebut diluncurkan sebagai upaya meningkatkan kepatuhan masyarakat sekaligus membantu warga yang memiliki tunggakan pajak kendaraan.
Dalam sambutannya, Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, mengatakan kebijakan itu lahir sebagai respons atas berbagai aspirasi masyarakat, khususnya dari wajib pajak yang selama ini disiplin membayar pajak kendaraan setiap tahun.
Helmi mengaku banyak menerima komentar masyarakat melalui media sosial TikTok yang mempertanyakan keadilan bagi warga yang taat pajak.
“Di TikTok saya banyak sekali komentar, terutama dari masyarakat yang rajin membayar pajak. Mereka bertanya, ‘Pak, di mana keadilannya? Masa yang tidak bayar pajak justru lebih diperhatikan daripada yang rajin bayar?’,” ujar Helmi.
Menurutnya, pemerintah tidak ingin hanya memberikan penjelasan melalui kata-kata, melainkan menghadirkan kebijakan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Maka jawaban yang tepat bukan sekadar dengan lisan, tetapi dengan tindakan nyata. Hari ini pemerintah memberikan apresiasi berupa hadiah total emas 12 gram bagi wajib pajak yang taat,” katanya.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengenakan sarung berwarna hitam biru dan sandal jepit berwarna hijau putih, dalam peresmian pasar Purwodadi Bengkulu Utara.
Peresmian pasar purwodadi itu dilakukan, setelah Zulhas berbincang dengan para petani di Kota Bengkulu, lalu dilanjutkan shalat Jumat di Masjid Baitul Izzah, pada Jumat (1/5/2026).
Selepas shalat Jumat, Zulhas langsung menuju Aula Merah Putih, di Komplek Kantor Gubernur Bengkulu, untuk meresmikan Pasar Purwodadi secara virtual.
Dalam kegiatan itu, dihadiri Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Mardiyono, Unsur Forkopimda Bengkulu, Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata dan Kepala OPD se-Bengkulu.
Sebelum menandatangani prasasti untuk Pasar Purwodadi di Bengkulu Utara, Zulhas sempat memberikan sambutan untuk tamu undangan.
Dua ekor gajah Sumatera ditemukan mati di wilayah konsesi PT Bentara Agra Timber (BAT), kawasan Hutan Produksi Air Teramang, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, pada Kamis (30/4/2026) kemarin.
Satwa dilindungi tersebut terdiri dari seekor induk gajah betina dan satu ekor anak gajah yang hingga kini belum diketahui jenis kelaminnya.
Penemuan bangkai gajah itu langsung dilaporkan masyarakat kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu.
Kepala Seksi Wilayah I BKSDA Bengkulu, Said Jauhari, membenarkan adanya laporan kematian dua gajah tersebut.
Menurutnya, pihak BKSDA langsung menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Kami menerima informasi dari masyarakat terkait adanya dua gajah yang ditemukan mati. Tim sudah menuju lokasi untuk melakukan nekropsi guna mengetahui penyebab kematian,” kata Said Jauhari saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (1/5/2026) malam.