El Nino Godzilla Berpengaruh pada Kesehatan, Pakar Unair Ingatkan Risiko ISPA
Titis Jati Permata May 02, 2026 05:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA — Fenomena El Nino ekstrem atau yang kerap disebut “El Nino Godzilla” diperkirakan membawa dampak serius terhadap kesehatan masyarakat di Indonesia. 

Musim kemarau yang lebih panjang, suhu udara yang meningkat tajam, serta risiko kekeringan dan kebakaran hutan menjadi kombinasi yang dapat memicu lonjakan berbagai penyakit.

Berdampak pada Kualitas Udara

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Dr. Putri Ayuni Alayyannur, S.KM., M.KKK mengatakan El Nino ekstrem berdampak langsung terhadap kualitas udara dan ketersediaan air bersih yang menjadi faktor penting dalam kesehatan masyarakat.

Baca juga: El Nino Menguat, Pakar Manajemen Bencana Unair Ingatkan Pentingnya Mitigasi

“Dampak kemarau ekstrem terhadap kesehatan masyarakat sangat signifikan, terutama di wilayah yang mengalami kekeringan panjang dan rentan kebakaran hutan maupun lahan. Kondisi ini mengubah kualitas udara dan ketersediaan sumber daya seperti air bersih,” ujarnya kepada SURYA.co.id, Sabtu (2/5/2026).

Meningkatkan Kasus ISPA

Menurutnya, salah satu dampak paling nyata adalah meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). 

Cuaca panas yang disertai udara kering membuat debu, asap, dan polutan lebih mudah bertahan di udara karena tidak ada hujan yang membantu mengendapkannya.

Risiko Dehidrasi

Ia menambahkan, ancaman kesehatan selama El Nino “Godzilla” tidak berhenti pada gangguan pernapasan. 

Suhu panas ekstrem juga meningkatkan risiko dehidrasi yang dapat berdampak serius terhadap tubuh.

“Dehidrasi dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah, gangguan fungsi ginjal, bahkan gagal ginjal apabila terjadi terus-menerus dan tidak ditangani dengan baik,” katanya.

Selain itu, keterbatasan air bersih selama musim kemarau panjang juga meningkatkan risiko penyakit berbasis sanitasi seperti diare. 

Kondisi udara kering dan debu tinggi turut memicu gangguan kulit serta iritasi mata.

Kelompok Masyarakat yang Rentan

Dr. Putri menjelaskan ada sejumlah kelompok masyarakat yang paling rentan terdampak fenomena ini, yakni balita, anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita penyakit kronis seperti asma dan penyakit jantung, serta pekerja luar ruangan seperti petani, nelayan, kurir, dan pekerja konstruksi.

“Masyarakat yang tinggal di daerah dengan akses air bersih terbatas dan wilayah rawan kebakaran hutan juga memiliki risiko lebih tinggi,” ujarnya.

Untuk mengurangi dampak kesehatan selama El Nino ekstrem, masyarakat diimbau memperbanyak konsumsi air putih tanpa menunggu haus, menggunakan masker saat udara berdebu, dan membatasi aktivitas berat di luar ruangan saat siang hari.

Ia juga mengingatkan pentingnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti mencuci tangan dan wajah setelah beraktivitas di luar rumah, mengganti pakaian setelah terpapar polusi, serta memperbanyak konsumsi buah dan sayur untuk membantu tubuh melawan radikal bebas akibat polusi udara.

Perkuat Edukasi Kesehatan

Selain langkah individu, ia menilai pemerintah perlu memperkuat edukasi kesehatan, mengawasi kualitas udara secara berkala, serta memastikan distribusi air bersih di daerah terdampak kekeringan.

“El Nino ekstrem harus diantisipasi bersama karena dampaknya tidak hanya pada lingkungan, tetapi juga dapat memicu peningkatan ISPA, dehidrasi, diare, hingga gangguan paru dan ginjal,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.