IPM Terus Naik, Mendikdasmen Peringati Hardiknas di Kabupaten Banyuwangi
Titis Jati Permata May 02, 2026 05:32 PM

 

SURYA.co.id, BANYUWANGI -  Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banyuwangi yang terus meningkat membuat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memilih Banyuwangi sebagai lokasi peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Sabtu (2/5/2025).

Kegiatan yang digelar di Taman Blambangan ini diikuti ribuan pelajar serta guru.

Tren Positif Angka IPM Banyuwangi

Angka IPM di Banyuwangi menunjukkan tren positif yang meningkat setiap tahunnya.

Pada 2025 IPM Banyuwangi sebesar 75,17, meningkat dari 2024 sebesar 74,3. Angka ini juga meningkat dari 73,79 (2023), 73,15 (2022), dan 72,62 (2021). 

Angka ini menjadikan Banyuwangi dengan salah satu IPM tinggi di Jawa Timur, bahkan tertinggi di kawasan Sekarkijang. 

Baca juga: Warga Banyuwangi Ini Gembira, Motor yang Hilang Dibawa Kabur Saudara Berhasil Ditemukan

"Itu sebuah capaian yang sangat bagus, dan tadi juga saya berbincang dengan Ibu Bupati sebelum acara dimulai. Banyuwangi memiliki banyak terobosan dan program kreatif dan strategis di dunia pendidikan, terutama layanan untuk mereka yang tidak berkesempatan sekolah karena berbagai alasan. Karena itu hari ini saya mengikuti peringatan Hardiknas bersama Forkopimda Banyuwangi, yang berlangsung khidmat dan sangat meriah," kata Mu'ti.

Program Kreatif untuk Anak Sekolah

Banyuwangi memiliki sejumlah program kreatif yang berupaya agar anak usia sekolah untuk tetap sekolah.

Sebut saja Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh) yang berfokus menjaring anak putus sekolah dan membantunya kembali ke bangku sekolah melalui berbagai skema.

Lalu ada Siswa Asuh Sebaya, dimana siswa yang secara ekonomi lebih menyisihkan uang sakunya lalu dikumpulkan untuk membantu kebutuhan siswa yang tidak mampu secara ekonomi.

Seperti membelikan sepeda, kacamata, hingga kebutuhan sekolah bahkan siswa dari sekolah lainnya. 

Kuntulan Ewon

Di Banyuwangi peringatan Hardiknas dikemas selain upacara, juga digelar Kuntulan Ewon yang diikuti oleh 1.060 pelajar mulai dari SD hingga SMA.

Mereka berkolaborasi dengan seniman dan budayawan, menyajikan pertunjukan kolosal kesenian tradisional yang memadukan unsur tari dan musik rebana oleh seribu lebih siswa di Banyuwangi.

Menurut Mendiknasmen dengan melibatkan siswa dalam kegiatan seni budaya seperti ini, akan membentuk karakter siswa yang kuat dan unggul.

"Ini sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, pendidikan adalah usaha bersama untuk membangun Sumber Daya Manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju, makmur, dan bermartabat," kata Mu'ti.

Apresiasi Bupati Banyuwangi

Sementara Bupati Ipuk berterima kasih pada Mendikdasmen yang memilih Banyuwangi untuk memperingati Hardiknas.

"Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Bapak Mentri beserta jajaran yang telah melaksanakan Upacara Hardiknas di Banyuwangi," kata Ipuk.

Bagi Banyuwangi pendidikan tidak hanya tentang dunia akademik, namun bagaimana memadukan potensi anak baik di bidang seni, budaya, dan beragam potensi lainnya.

"Inilah yang membuat Banyuwangi melibatkan pelajar dalam tiap agenda seni dan budaya, termasuk salah satunya Kuntulan Ewon saat ini," tambah Ipuk. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.