Kampus Didorong Dukung Riset Motor-Kapal Listrik Nelayan hingga Pemecahan Masalah Sampah
GH News May 02, 2026 06:16 PM
Jakarta -

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyatakan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pendidikan tinggi aktif dalam program kerja prioritas nasional.

Berangkat dari arahan tersebut, pihaknya mengevaluasi agar pendidikan tinggi, penelitian, dan inivasi yang dilakukan kampus-kampus berdampak pada masyarakat dan pembangunan nasional.

"Karenanya kita juga terlibat aktif, pendidikan tinggi sesuai arahan dan petunjuk dari Bapak Presiden itu diminta terlibat aktif dalam program kerja prioritas nasional," ucapnya usai memimpin upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026 di lapangan Kemdikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu (2/5/2026).

Penanganan Sampah

Lebih lanjut, kampus-kampus didorong untuk bekerja sama dan berkomunikasi aktif dengan pemda dan industri-industri di sekitar kampus agar ilmu yang diajarkan, penelitian, dan inovasi yang dihasilkan dapat mendukung pemecahan masalah sekitar dan nasipnal.

"Apa-apa yang diajarkan, apa-apa yang diteliti, apa-apa yang dilakukan inovasinya, itu diharapkan mampu mendukung, mampu menjawab permasalahan-permasalahan yang ada di sekitar kampus itu maupun dalam konteks nasional," ucapnya.

Brian menjelaskan, pada isu penanganan sampah, perguruan tinggi didorong memiliki program pengelolaan sampah di kampus. Hasilnya diharapkan bisa dikembangkan lebih luas untuk merespons isu sampah di tingkat kawasan.

"Selesai di kampus, itu harapannya menjadi contoh. Jadi tidak ada sampah yang dari kampus justru dibuang keluar. Harapannya apa? Harapannya nantinya bahkan kampus bersama-sama pemda bisa membangun satu proses pengolahan sampah, yang bisa menyelesaikan sampah di kawasan itu," terangnya.

Motor Listrik-Kapal Listrik Nelayan-Kompor Listrik

Terkait program prioritas nasional, Brian menyatakan pendidikan tinggi juga diminta mendukung riset dan kajian motor listrik dan kapal listrik untuk nelayan.

"Kita diminta mendukung berbagai riset, kajian seperti motor listrik, kemudian kapal nelayan menggunakan listrik, itu juga sedang dilakukan penelitian, uji coba untuk mengurangi ketergantungan kita pada BBM. Isu lainnya juga seperti kompor listrik," ucapnya.

Dari berbagai program prioritas nasional tersebut, ia mengatakan, pihaknya juga mendukung koordinasi koordinasi antarkampus untuk riset dan kolaborasi kampus dengan industri untuk berdampak signifikan pada masyarakat, pemda, dan keseluruhan program nasional.

Dikutip dari laman Setkab, program motor listrik dan kapal listrik nelayan diharapkan mendorong percepatan transisi energi dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM), di samping menurunkan emisi karbon.

Sementara itu, dijelaskan dalam laman Kementerian ESDM, program kompor listrik diharapkan mendukung penghematan APBN karena mengurangi impor LPG dan menguatkan ketahanan energi nasional.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.