Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra
TRIBUNBEKASI.COM, PONDOK MELATI- Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi terus mendorong pelestarian budaya lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Satu upaya yang kini mulai diperkuat adalah tradisi sedekah bumi atau yang dikenal masyarakat Jawa Barat sebagai bebaritan.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan, kegiatan sedekah bumi bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan memiliki nilai filosofi mendalam yang perlu terus dijaga dan dilestarikan.
“Kami melaksanakan kegiatan sedekah bumi, biasa disebut bebaritan, dan ini adalah satu proses memang ada menjaga kelestarian, biasanya memang pusatnya adanya di Jatisampurna,” kata Tri saat ditemui di agenda Sedekah Bumi Jatimurni, Kecamatan Pondok Melati, Sabtu (2/4/2026).
Orang nomor satu di Kota Bekasi itu berharap, kegiatan tersebut ke depan bisa dikemas lebih besar dan menarik.
Sehingga mampu menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya generasi muda.
“Mudah-mudahan ini bisa lebih besar lagi kegiatan yang ada. Jadi nanti mudah-mudahan ke depan akan kami optimisasikan lagi, kami dorong lagi agar keluarga masyarakat tentu lebih banyak lagi untuk mengenal dan menikmati dan pada akhirnya tentu berinovasi,” jelasnya.
Terkait upaya melestarikan budaya, Tri menuturkan, pihaknya juga telah melakukan beragam hal.
Terbaru, pihaknya juga sempat menggelar pertunjukan seni seperti tarian ronggeng nyentrik.
“Kemarin juga kami kan baru saja melaksanakan yang namanya ronggeng nyentrik. Ronggeng nyentrik itu adalah satu karya dari hasil representasi daripada ronggeng,” tuturnya.
Menurut Tri, perkembangan budaya harus tetap berjalan tanpa meninggalkan akar tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Jadi semakin berkembang budaya yang ada tanpa meninggalkan akar daripada budaya yang ada,” ujarnya.
Ke depan, Tri menegaskan Pemkot Bekasi juga berencana menghadirkan lebih banyak event budaya, termasuk dalam perayaan kemerdekaan.
“Jadi seni dan budayanya terus kami dorong. Makanya terus pemerintah akan hadir, memberikan support, memberikan fasilitasi, kesempatan agar semua budaya bukan hanya budaya Bekasi saja tapi semua budaya yang hidup dan berkembang di kota Bekasi ini harus banyak,” tegasnya.
Sebagai informasi, Tri memaparkan filosofi dari sedekah bumi adalah sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas kehidupan yang telah dijalani selama satu tahun.
Sekaligus ajang silaturahmi masyarakat sembari bersama-sama mengucapkan terima kasih kepada Tuhan yang maha esa atas memberikan rahmat, hidayah, rezeki, dan kesehatan.
Tak hanya itu, sedekah bumi juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk terus menjaga lingkungan agar tetap memberikan manfaat bagi kehidupan.
“Lebih penting adalah terus ada pesan-pesan bahwa kami harus terus menjaga bumi ini, menjaga lingkungan ini agar dapat memberikan hasil yang lebih optimal bagi kehidupan kami,” imbuhnya. (M37)