Fenomena Langka Awan Pelangi di Langit Bogor Viral, Begini Penjelasan BMKG
ahmadshalsamalkhaponda May 02, 2026 07:42 PM

- Viral di media sosial fenomena munculnya Awan warna-warni di wilayah timur Kabupaten Bogor pada Jumat (1/5/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.

Fenomena tersebut terlihat di wilayah Jonggol, Klapanunggal, hingga Sentul City.

Penampakan langit yang dihiasi gradasi warna seperti pelangi itu tertangkap kamera dan beredar luas di media sosial.

Kepala Stasiun Meteorologi, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Citeko Bogor, Fatuhri Syabani menjelaskan, fenomena tersebut bukan pertanda bencana maupun hal mistis.

Dalam dunia meteorologi, apa yang tertangkap kamera warga itu dikenal sebagai iridescence cloud atau awan iridesens yang kerap disebut awan pelangi.

"Ini murni fenomena optik. Tidak perlu dikhawatirkan oleh masyarakat. Justru fenomena ini masha Allah sangat indah, dalam meteorologi juga sering diistilahkan sebagai awan iridesent (iridescent cloud) atau awan pelangi," kata Fatuhri saat dihubungi Kompas.com Sabtu (2/5/2026).

Lebih lanjut, dia menjelaskan, awan pelangi terbentuk ketika sinar matahari mengenai puncak awan konvektif yang kaya butiran air dan es pada sudut kemiringan yang sangat tepat.

Cahaya matahari kemudian terbiaskan dan dibelokkan oleh butiran-butiran tersebut, lalu terproyeksi di pinggiran awan hingga terurai menjadi aneka warna seperti pelangi.

Fenomena ini berbeda dengan pelangi biasa, yang dalam istilah meteorologi disebut rainbow atau busur hujan.

Ia menjelaskan, pelangi terbentuk dari pantulan sinar matahari oleh butiran hujan yang sudah jatuh ke bumi.

Sementara fenomena awan iridesens terjadi jauh di atas.

Tepatnya di puncak awan yang ketinggiannya bisa mencapai 5 hingga 6 kilometer dari permukaan bumi.

"Kalau pelangi biasa dasarnya seperti di tanah. Kalau yang kemarin ini terjadi di atas awan, di puncaknya, makanya yang terlihat berwarna-warni adalah pinggiran-pinggiran awannya," ujar Fatuhri.

Karena syaratnya yang ketat itulah, fenomena ini sangat jarang terjadi atau bisa dikatakan langka terutama di Bogor.

Fatuhri menyebut munculnya awan iridesens pada awal Mei ini bukan kebetulan semata.

Saat ini, wilayah Bogor dan sekitarnya sedang berada di musim peralihan.

Penghujan belum sepenuhnya berakhir.

Namun, massa udara kering dari Australia sudah mulai masuk ke wilayah Indonesia.

Kondisi itu membuat matahari bersinar lebih terik dari biasanya tanpa banyak halangan, sementara awan-awan konvektif pembawa hujan masih aktif terbentuk.

Perpaduan inilah yang menciptakan kondisi ideal bagi munculnya fenomena optik langka tersebut.

Ia menambahkan, fenomena kemarin kemungkinan terjadi setelah tengah hari, saat matahari mulai condong ke barat tepat ketika sudut penyinarannya ideal untuk mendifraksi cahaya di puncak awan.

Fatuhri menyebut penampakan awan pelangi di Bogor pada Jumat kemarin tergolong istimewa.

"Untuk di Bogor, yang jelas terlihat seperti kemarin, baru kali ini. Durasinya cukup lama sehingga sempat diabadikan," ungkapnya.

(*)

# viral # awan # Pelangi # bogor # bmkg

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.