Anggota DPRD Kritik Pengelolaan Sampah Kota Solo, Dinilai Masih “Meraba-raba”
Vincentius Jyestha Candraditya May 02, 2026 09:15 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sorotan terhadap penanganan sampah di Kota Solo kian menguat.

Ketua Fraksi PKS DPRD Surakarta, Sugeng Riyanto, menilai hingga kini belum ada perencanaan matang di tingkat wilayah, sehingga program pengolahan sampah berjalan tanpa arah yang jelas.

“Belum. Saya lihat masih meraba-raba. Karena belum ada SOP yang matang bagaimana pengolahan sampah di wilayah yang terlanjur percaya dengan PLTSa,” ungkapnya saat ditemui di TPA Putri Cempo, Jumat (1/5/2026).

Baca juga: Sebulan Pasca Sanksi Open Dumping, Anggota DPRD : Solo Belum Serius Tangani Sampah, Anggaran Minim

Sugeng mengungkapkan bahwa arah kebijakan pengelolaan sampah belum terlihat tegas, bahkan dalam dokumen perencanaan daerah.

“Kalau dari perspektif RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) belum. Karena RPJMD Mas Wali ini belum secara spesifik bicara tentang sampah,” tuturnya.

Ia mengakui, Pemkot Solo telah memulai langkah awal dengan mengalokasikan Dana Pembangunan Kelurahan (DPK) sebesar Rp 9,3 miliar untuk pengolahan sampah berbasis masyarakat.

Program tersebut melibatkan Kelompok Masyarakat (Pokmas) agar volume sampah ke TPA bisa ditekan.

Namun menurutnya, upaya itu belum cukup menjawab kompleksitas persoalan sampah yang dihadapi kota.

Baca juga: Dikejar Target Olah Sampah 200 Ton, DLH Solo Sterilkan Sejumlah Area TPA Putri Cempo Ini

“Tapi kebijakan sementara Mas Wali sudah mengalokasikan anggaran untuk kelurahan-kelurahan bisa melakukan pengolahan sampah meskipun jumlahnya belum banyak. Keberpihakan anggaran harus nampak untuk menyelesaikan di hulu,” jelasnya.

Sugeng juga menyoroti lemahnya perencanaan di tingkat wilayah. Ia menilai, hingga kini belum ada standar operasional yang jelas untuk pengolahan sampah.

Kondisi tersebut semakin diperparah dengan belum optimalnya kinerja fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Dari target awal mampu mengolah 500 ton per hari, realisasinya masih jauh, yakni sekitar 50 hingga 80 ton per hari.

“Mereka sudah enggan memilah sampah mengolah sampah. Lalu tiba-tiba PLTSa tidak sesuai harapan dan masyarakat diminta ikut mengelola ini berat,” jelasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.