TRIBUNNEWSSULTRA, KENDARI- Sebuah kios milik warga di Desa Wiwirano, Kecamatan Oheo, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra) dibobol kawanan pencuri pada Sabtu (2/5/2026) dini hari.
Dari tindakan tersebut, mengakibatkan hilangnya persediaan barang dagangan dan modal tunai milik korban.
Aksi kriminalitas ini menimpa Daud Rafli, pemilik kios yang berlokasi di jalur pemukiman Desa Wiwirano.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku diduga melancarkan aksinya sekitar pukul 02.00 WITA, memanfaatkan situasi lingkungan yang sepi di tengah cuaca dini hari.
Kejadian ini pertama kali teridentifikasi pada pagi hari saat pemilik kios menemukan kondisi tempat usahanya berantakan.
Dalam rekaman video yang beredar di masyarakat, terlihat etalase kaca yang biasanya penuh dengan stok rokok berbagai merek telah kosong melompong.
Baca juga: 2 Pria Pelaku Pencurian 80 Lokasi Keok Ditangkap Tim Buser77 di Kendari Sulawesi Tenggara
Selain mengincar barang yang mudah dijual kembali seperti rokok dan bahan pokok (sembako), pelaku juga menggasak uang tunai yang tersimpan di laci kasir. Menurut penuturan saksi di lokasi, pelaku bekerja dengan sangat teliti hingga hanya menyisakan uang koin di dalam laci tersebut.
"Pasti ini ulah pengangguran, rokok di etalase habis diambil, uang bersih, tinggal koin saja disimpan," ujar seorang warga dalam rekaman dokumentasi di tempat kejadian perkara (TKP).
Hingga saat ini, total kerugian materiil yang dialami keluarga Daud Rafli masih dalam tahap penghitungan, namun diperkirakan mencapai angka jutaan rupiah mengingat banyaknya stok rokok yang hilang.
Informasi mengenai peristiwa ini menyebar luas melalui kanal media sosial, memicu kekhawatiran di kalangan pedagang kecil di Kecamatan Oheo.
Agus, salah satu warga setempat, melalui keterangan tertulisnya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap transaksi barang dengan harga yang tidak wajar.
"Kami mengimbau warga agar waspada dan segera melaporkan jika menemukan adanya pihak yang menjual rokok dengan harga di bawah pasar secara mencurigakan di sekitar wilayah Oheo," tulis Agus dalam unggahannya.
Sejauh ini, pihak Kepolisian Sektor (Polsek) setempat maupun Kepolisian Resor (Polres) Konawe Utara belum memberikan keterangan resmi terkait langkah penyelidikan atau identifikasi terduga pelaku. Upaya konfirmasi yang dilakukan oleh awak media kepada pihak terkait hingga Sabtu siang belum mendapatkan respons. (*)
(TribunnewsSultra/Sugi Hartono)