Tarif Listrik PLN Mei 2026 Tidak Naik, Simak Harga Token & Penghitungan kWh
Mursal Ismail May 02, 2026 10:03 PM

SERAMBINEWS.COM - Pemerintah memastikan tarif listrik PLN pada Mei 2026 tidak naik guna menjaga daya beli masyarakat. 

Meski tarif tetap, jumlah kWh yang diperoleh dari pembelian token listrik dipengaruhi oleh golongan daya pelanggan dan besaran PPJ di masing-masing daerah.

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menetapkan tarif listrik PLN yang berlaku pada Mei 2026.

Tarif tersebut berlaku bagi seluruh pelanggan PLN, baik prabayar maupun pascabayar.

Pelanggan prabayar membeli token listrik untuk mendapatkan daya listrik yang dimasukkan ke meteran. 

Sedangkan pelanggan pascabayar membayar tagihan setelah pemakaian dalam periode tertentu. Meski berbeda sistem pembayaran, tarif listrik yang dikenakan tetap sama.

Baca juga: Mesir Naikkan Tarif Listrik Hingga 20 Persen di Tengah Krisis Energi Global

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan tarif listrik triwulan II tahun 2026 atau periode April–Juni tidak mengalami perubahan dibandingkan triwulan sebelumnya.

Menurutnya, keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat serta menjaga daya beli menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Masyarakat tidak perlu cemas karena pemerintah menetapkan tarif listrik triwulan II tahun 2026 tetap,” ujar Tri Winarno, dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat menggunakan listrik secara efisien dan bijak guna mendukung ketahanan energi nasional.

Tarif Listrik Rumah Tangga Mei 2026

Berikut rincian tarif listrik pelanggan rumah tangga:

Baca juga: Tarif Listrik PLN Mulai April 2026, Ini Rincian untuk Rumah Tangga dan Bisnis

  • R-1/TR 900 VA-RTM: Rp1.352 per kWh
  • R-1/TR 1.300 VA: Rp1.444,70 per kWh
  • R-1/TR 2.200 VA: Rp1.444,70 per kWh
  • R-2/TR 3.500–5.500 VA: Rp1.699,53 per kWh
  • R-3/TR di atas 6.600 VA: Rp1.699,53 per kWh
  • Tarif Listrik Pelanggan Bisnis
  • B-2/TR 6.600 VA–200 kVA: Rp1.444,70 per kWh
  • B-3/TM di atas 200 kVA: Rp1.114,74 per kWh
  • Tarif Listrik Pelanggan Industri
  • I-3/TM di atas 200 kVA: Rp1.114,74 per kWh
  • I-4/TT di atas 30.000 kVA: Rp996,74 per kWh
  • Tarif Listrik Fasilitas Umum dan Pemerintah
  • P-1/TR 6.600 VA–200 kVA: Rp1.699,53 per kWh
  • P-2/TM di atas 200 kVA: Rp1.522,88 per kWh
  • P-3/TR penerangan jalan umum: Rp1.699,53 per kWh
    L/TR, TM, TT: Rp1.644,52 per kWh
  • Tarif Listrik Pelayanan Sosial
  • S-1/TR 450 VA: Rp325 per kWh
  • S-1/TR 900 VA: Rp455 per kWh
  • S-1/TR 1.300 VA: Rp708 per kWh
  • S-1/TR 2.200 VA: Rp760 per kWh
  • S-1/TR 3.500 VA–200 kVA: Rp900 per kWh
  • S-2/TM di atas 200 kVA: Rp925 per kWh
  • Tarif Listrik Subsidi
  • R-1/TR 450 VA: Rp415 per kWh
  • R-1/TR 900 VA: Rp605 per kWh
  • Token Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh?
  • Pembelian token listrik juga dikenakan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) sesuai ketentuan pemerintah daerah. Di Jakarta, besaran PPJ ditetapkan:

Hingga 2.200 VA: 2,4 persen 3.500–5.500 VA: 3 persen

Di atas 6.600 VA: 4 persen

Rumus penghitungannya:
(Nominal token - PPJ) ÷ tarif listrik = jumlah kWh.

Berikut estimasi kWh yang diperoleh dari pembelian token Rp50 ribu:

  • 900  VA: sekitar 36,09 kWh
  • 1.300–2.200 VA: sekitar 33,78 kWh
  • 3.500–5.500 VA: sekitar 28,54 kWh
  • Di atas 6.600 VA: sekitar 28,24 kWh. (*)

Sumber: https://www.kompas.com/tren/read/2026/05/02/180000665/tarif-listrik-4-10-mei-2026-resmi-ditetapkan-token-rp-50.000-dapat-berapa

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.