TRIBUNTRENDS.COM, KLATEN - Pemerintah Kabupaten Klaten menegaskan komitmen menekan kasus bullying dan kekerasan di sekolah dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari sekolah hingga Forkopimda.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyebut, pencegahan perundungan tidak bisa dilakukan satu pihak saja, melainkan harus melibatkan seluruh elemen.
“Pencegahan bullying dan aksi kekerasan tentu kita melibatkan institusi pendidikan baik di (lingkup tanggung jawab) kita (Pemkab Klaten) yakni SD, SMP," jelasnya.
Ia menambahkan, pendekatan dilakukan melalui edukasi serta penguatan aktivitas positif bagi pelajar.
“Di sisi lain juga kami isi dengan kegiatan-kegiatan positif, berbagai macam kegiatan hobi dari anak-anak muda yang hampir semua unsur Forkopimda juga ikit menyelenggarakan,” paparnya.
Baca juga: Hardiknas 2026 Klaten: Pakta Integritas SPMB Diteken
Menurutnya, ruang ekspresi yang positif akan menekan potensi perundungan di sekolah.
Selain pencegahan, Pemkab juga membuka layanan pengaduan melalui DissosP3APPKB.
“Kalau memang masih terjadi, silakan bisa melapor ke sana," tegasnya.
Namun, ia menegaskan fokus utama tetap pencegahan melalui edukasi bersama.
“Harapan kita bersama... tidak ada lagi perundungan atau bullying di lingkungan sekolah," pungkasnya. (TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo)