Dimas Djay Ajarkan Kejujuran Lewat Film “Sepenuhnya Indonesia”, Rayakan 35 Tahun McD Indonesia
Ravianto May 02, 2026 10:46 PM

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Merayakan 35 tahun perjalanannya di tanah air, McDonald’s Indonesia resmi merilis episode kedua dari film pendek bertajuk “Sepenuhnya Indonesia” pada 17 April 2026.

Mengusung pendekatan yang lebih humanis, film ini menyoroti gestur-gestur kecil penuh makna yang menjadi perekat bangsa Indonesia.

Kesuksesan ini menyusul episode pertama yang telah menembus 52 juta penayangan di YouTube.

Sementara itu, episode kedua yang baru saja dirilis telah disaksikan lebih dari 5,1 juta kali, membuktikan bahwa tema kebaikan sederhana masih sangat relevan di hati masyarakat.

Poin Menarik dari Film “Sepenuhnya Indonesia” Episode 2:

  • Refleksi 35 Tahun: Menjadi bentuk penghargaan McDonald’s atas kepercayaan keluarga Indonesia selama lebih dari tiga dekade.
  • Sentuhan Dimas Djay: Disutradarai oleh Dimas Djayadiningrat dengan pendekatan eksploratif yang menangkap momen organik tanpa skenario kaku.
  • Ario Bayu & Inklusivitas: Aktor Ario Bayu membagikan pengalaman emosionalnya saat berinteraksi dengan Special Crew Teman Tuli di gerai McD.
  • Budaya Kerja: Menunjukkan bagaimana nilai gotong royong dan ketulusan masyarakat Indonesia diterapkan dalam standar pelayanan karyawan McDonald’s.

35 Tahun Tumbuh Bersama Bangsa

Bagi McDonald’s Indonesia, usia 35 tahun bukan sekadar angka statistik. Caroline Kurniadjaja, Associate Director of Marketing McDonald’s Indonesia, menyatakan bahwa film ini adalah refleksi dedikasi brand dalam menjadi bagian dari keseharian masyarakat.

“Kami bangga dapat terus tumbuh bersama masyarakat Indonesia. ‘Sepenuhnya Indonesia’ adalah cara kami mengembalikan cerita tentang nilai-nilai luhur yang dekat dengan kita semua,” ujar Caroline.

Dibalik Layar: Menangkap Realitas Tanpa Rekayasa

Sutradara kenamaan Dimas Djayadiningrat mengungkapkan bahwa kekuatan film ini terletak pada kejujurannya.

Melibatkan lebih dari 200 kru dan talenta lokal, proses syuting dilakukan dengan membiarkan realitas berbicara.

“Gotong royong bukan hanya konsep untuk kamera, tapi benar-benar hidup. Tugas kami hanyalah menangkap momen tersebut secara jujur,” jelas Dimas.

Pengalaman Personal Ario Bayu dengan Teman Tuli

Ario Bayu, sebagai pemeran utama, mengaku kolaborasi ini terasa sangat personal. Salah satu momen paling berkesan baginya adalah saat bertemu dengan kru berkebutuhan khusus.

“Saya merasakan ketulusan yang luar biasa saat melihat Special Crew Teman Tuli melayani pelanggan dengan bahasa isyarat. Ini membuktikan McDonald’s membuka ruang inklusif dan memberikan kesempatan setara bagi siapa pun,” ungkap Ario.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.