TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Pihak kepolisian mengungkap hasil pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) kasus dugaan tindak pidana pengeroyokan dan atau penganiayaan yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia di wilayah Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 17.30 WIB di Kampung Cibeureum RT 003/03, tepatnya di Pool Bus MGI, Jalan Raya Sukaraja, Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja.
Korban diketahui bernama N. Rizky (30), seorang buruh, warga Kampung Babakan Limbangan, Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja.
Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, IPDA Ade Ruli, mengatakan saat petugas tiba di lokasi, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.
“Saat petugas tiba di lokasi, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dan diduga menjadi korban tindak pidana pengeroyokan dan atau penganiayaan.”
Dari hasil pemeriksaan sementara, korban mengalami sejumlah luka serius akibat kekerasan.
Baca juga: BREAKING NEWS Duel Tak Seimbang di Depan Pool Bus MGI Sukabumi, Satu Orang Tewas Dikeroyok
“Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan korban mengalami tiga luka tusuk serta luka memar dan sobek di bagian wajah akibat kekerasan.” kata Ade.
Dalam olah TKP, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu buah pisau berukuran kecil, satu unit handphone merek Redmi milik korban, botol air mineral berisi minuman keras jenis intisari, sepatu bot, serta satu unit kendaraan roda tiga pengangkut sampah milik korban.
Selain itu, rekaman CCTV di sekitar lokasi turut diperiksa guna mengungkap pelaku dan kronologi kejadian.
“Kami masih melakukan penyelidikan, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan mengecek rekaman CCTV untuk mengungkap pelaku serta motif kejadian.”
Salah seorang saksi Andri (30), korban datang seorang diri menggunakan sepeda motor ke lokasi kejadian sebelum akhirnya terjadi cekcok yang berujung pengeroyokan.
“Korban datang sendiri naik motor, terus terjadi cekcok. Saya juga nggak tahu awal masalahnya,” ujar Andri kepada Tribunjabar.id.
Ia menyebutkan, korban diduga menghadapi lebih dari lima orang dalam peristiwa tersebut.
“Satu lawan lebih dari lima orang,” katanya.
Akibat bentrokan itu, korban mengalami luka serius di bagian kepala dan leher belakang setelah diduga dipukul menggunakan benda keras seperti balok dan batu.
“Korban dipukul di bagian kepala sama belakang leher pakai balok atau batu,” ungkapnya.
Saksi juga mengaku sempat melihat adanya senjata tajam di lokasi, meski belum diketahui asal-usulnya.
“Ada yang bawa pisau, tapi nggak tahu dari mana,” tambahnya.