TRIBUNJAKARTA.COM - Persija Jakarta bakal menghadapi Persijap Jepara dalam laga pekan ke-31 Super League 2025/2026 pada Senin (4/5/2026).
Laga Persijap Vs Persija bakal berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, pada Senin (4/5/2026) pukul 19.00 WIB.
Persija datang ke kandang Persijap membawa modal positif usai menghancurkan Persis Solo dengan skor telak 4-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Sedangkan, Persijap Jepara menjamu Persija dengan modal kurang meyakinkan setelah menelan kekalahan tipis 0-1 dari Dewa United di Banten International Stadium.
Persija menatap empat laga pamungkas. Dari mulai ujian terdekat melawat ke markas Persijap (4/5/2026), kemudian berlanjut menjamu Persib (10/5/2026), bertandang ke Persik Kediri (16/5/2026), hingga melawan Semen Padang (23/5/2026) di kandang.
Penggawa Persija Jakarta, Dony Tri Pamungkas menilai peluang untuk meraih poin maksimal tetap terbuka lebar.
Meski demikian, ia menyadari setiap laga selalu menghadirkan tantangan tersendiri. Karena itu, ia memilih untuk tetap fokus menjalani pertandingan satu per satu.
“Sisa empat pertandingan lagi, tetapi kami fokus satu pertandingan demi satu pertandingan untuk memenangkan pertandingan,” tutur Dony dikutip dari laman resmi klub.
Di bawah asuhan, Coach Yoo Jae-hoon, kiper Moch Sendri Johansah semakin matang dalam mengawal gawang Persijap.
Persiapan terus dilakukan tim pelatih untuk menjaga konsistensi performa pemain, khususnya di posisi penjaga gawang.
Di bawah kendali pelatih kiper Persijap, Yoo Jaehoon, program latihan disusun dengan pendekatan terstruktur yang menitikberatkan pada keseimbangan antara intensitas latihan dan pemulihan fisik.
Sejak bergabung sebagai pelatih kiper Persijap Jepara, dampak positif gaya melatih kiper Yoo Jaehoon mulai terlihat.
Dalam pertandingan terakhir melawan Dewa United, Moch Sendri tampil impresif dengan menggagalkan lebih dari 4 peluang emas tim lawan.
Meski akhirnya gawang yang dijaga Sendri jebol lewat tendangan penalti.
Solidnya lini belakang setiap tim tak lepas dari kontribusi penjaga gawang.
Coach Yoo Jae-Hoon mengadopsi pola latihan yang pernah digunakan saat berada di level tim nasional, yaitu standar latihan tinggi dengan tetap menyesuaikan kebutuhan pemain saat ini.
Kata dia, setiap sesi latihan harus dirancang secara detail, mulai dari pengaturan beban kerja hingga evaluasi pasca latihan, guna memastikan efektivitas cara berlatih.
"Saya menyiapkan program latihan Mingguan seperti saat saya berada di Timnas Indonesia. Selain itu, intensitas latihan juga sudah saya tentukan sebelumnya," terang dia, Jumat (1/5/2026).
Selain fokus pada aspek teknis, Yoo Jae-Hoon mempertegas bahwa evaluasi menjadi bagian penting dalam rutinitas latihan dan pertandingan.
Dia juga seringkali mengarahkan kiper untuk belajar melalui analisis video sebagai upaya mengidentifikasi kekurangan yang masih perlu diperbaiki.
Kata Yoo Jae-Hoon, pendekatan ini membantu kiper dalam meningkatkan detail performa individu pemain, sekaligus memastikan perkembangan yang berkelanjutan.
"Agar para penjaga gawang bisa menunjukkan performa terbaik, mereka harus berada dalam kondisi mental yang stabil," ujar dia dikutip dari TribunJateng.
Kata Yoo Jaehoon, aspek mental turut menjadi perhatian. Dimana posisi penjaga gawang dengan tekanan besar, membuat kestabilan psikologis jadi faktor krusial sebagai menunjang performa tim di lapangan.
Yoo Jae-Hoon optimistis penjaga gawang Persijap dapat tampil lebih solid dan konsisten sepanjang kompetisi.
Pelatih: Mario Lemos
Pelatih: Mauricio Souza
Meski Persijap bermain di kandang sendiri, di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara (GBK), menghadapi Persija Jakarta bukanlah lawan yang mudah ditaklukkan.
Pada pertemuan putaran pertama, Persijap harus mengakui keunggulan Persija dengan skor 2-0 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta.
Saat ini, Persijap Jepara menjadi satu-satunya tim yang masih berpotensi mengganggu perburuan gelar Persib Bandung dan Borneo FC.
Persija bertengger di posisi ke-3 klasemen sementara dengan koleksi 62 poin, hanya terpaut tujuh poin dari Persib dan Borneo FC.
Sementara Persijap Jepara tertahan di posisi ke-13 dengan koleksi 31 poin. Bahkan koleksi poin Persijap hanya separo dari koleksi poin Persija Jakarta.
Tak hanya itu, Persijap juga menjadi tim ketiga dengan jumlah produktivitas gol terbanyak saat ini.
Lini depan Macan Kemayoran berhasil mencetak 56 gol dalam 30 pertandingan.
Produktivitas gol Persija hanya kalah dari Borneo FC dengan 62 gol dan Malut United 61 gol.
Juga memiliki lini pertahanan terbaik kedua hanya kejebol 26 gol, hanya kalah dengan Persib Bandung, kemasukan 20 gol.
Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan situasi dan kondisi Persijap Jepara yang sudah kemasukan 43 gol dan hanya memasukkan 28 gol hingga pekan ke-30.
Prediksi Skor: Persijap Jepara 1-3 Persija Jakarta