TRIBUNJATENG.COM, KENDAL – Di tengah ketidakpastian global akibat ekskalasi perang Iran - Amerika, pemerintah justru tancap gas memburu investasi.
Seskab Menko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso mengatakan kawasan Timur Tengah kini menjadi incaran utama, khususnya untuk sektor industri manufaktur dan keuangan.
Dia menambahkan, ide itu tercetus dalam forum Indonesia Financial Center di Bali beberapa waktu lalu yang turut dihadiri Menteri Investasi Rosan Roeslani.
Menurutnya, langkah ini dilakukan untuk mendorong target pertumbuhan ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.
Baca juga: Sosok Frans Kongi di Mata Para Pengusaha, Sederhana dan Tak Pelit Ilmu
Baca juga: Jepara Ajukan Bantuan 29 LKP ke Kementerian: Kami Butuh Diakui Sebagai Lembaga Vokasi Non-Formal
"Pemerintah justru mendorong investasi pada saat situasi global yang saat ini tidak mudah, dan penuh ketidakpastian,"
"Justru kita berharap menarik beberapa investasi khususnya dari kawasan Timur Tengah, industri manufaktur maupun keuangan." kata Moegiarso seusai groundbreaking pabrik PT. Hoifu Paper Packaging Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Sabtu (2/5/2026).
Moegiarso menuturkan, pemerintah telah menargetkan kontribusi industri manufaktur nasional bisa mencapai 30 persen.
"Karena pengalaman negara maju, semua kontribusi industri manufaktur antara 30-40 persen. Kita upayakan Indonesia Emas 2045," tuturnya.
Selain itu, dia menyebut Presiden Prabowo mendukung penuh pengawalan investasi dengan dibentuknya tim Satgas Pertumbuhan Ekonomi.
Dia mengatakan, dukungan itu juga telah tertuang dalam Keppres Nomor 4 Tahun 2026.
Keppres itu dibentuk untuk mengakselerasi program pemerintah, termasuk paket ekonomi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Lebih lanjut, dia menjelaskan jika di dalam Keppres itu memberikan kemudahan investasi kepada investor, termasuk jika mengalami kesulitan suplai bahan baku industri.
"Termasuk pelaku usaha, kalau ada masalah kita ada penyelesaian di forum menteri. Nah kalau di KEK Kendal ini misalkan ada kendala, kita bantu selesaikan."
"Para pelaku usaha akan kami dampingi jika memang butuh policy. Kita siapkan solusi investasi." jelasnya
Menurut dia, secara nasional investasi turut berkontribusi sekitar 28 persen terhadap PDB dengan industri manufaktur jadi andalan utama investasi.
"Melalui Satgas Pertumbuhan Ekonomi ini kita sudah diperintahkan untuk mengawal seluruh investasi di Indonesia," sambungnya.
Kendal jadi Andalan
Moegiarso menambahkan, capaian pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kendal telah mencapai 7,99 persen di tahun 2025.
Capaian ini melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya tembus 5,11 persen.
Dia pun mendukung penuh langkah KEK Kendal yang saat ini tengah berekspansi memperluas kawasan industri tahap 2 yang mencapai 1000 hektar.
"Khusus Kabupaten Kendal, capaian ekonominya dinilai sangat bagus. Kita juga mendorong dorong untuk perluasan di KEK Kendal, dan kami juga minta dukungan bupati dan Pemprov Jateng," paparnya.
Sementara itu, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari mengatakan pihaknya juga mendukung penuh investor untuk berinvestasi di Kendal.
Pihaknya juga akan membantu memberikan kemudahan dan menjamin kondusivitas wilayah demi kenyamanan iklim investasi.
"Kami akan membantu kemudahan perijinan sesuai peraturan yang ada. Dan tentunya kami juga menjamin kondusivitas. Karena investor tentu berharap kenyamanan," jelasnya.
Bupati yang akrab disapa Tika menambahkan KEK menjadi salah satu pendorong investasi Kendal dengan menciptakan multiplier effect yang luar biasa.
Dia menuturkan, KEK berperan besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kendal yang mencapai 7,99 persen pada 2025. Capaian itu merupakan yang tertinggi di Jawa Tengah.
"Adapun total investasi sejak KEK berdiri sampai sekarang mencapai Rp 189,16 Triliun," sambungnya.
Lebih lanjut, Tika menjelaskan, saat ini Kabupaten Kendal menjadi salah satu daerah penyangga ekonomi di Jawa Tengah.
Sehingga keberadaan KEK diharapkan bisa terus berperan besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kendal di tahun-tahun mendatang.
"KEK telah ikut andil dalam penguatan ekonomi lokal dan pembukaan lapangan kerja baru, semoga kontribusi capaian investasi di tahun 2026 bisa terus meningkat," tandasnya. (ags)