Pengakuan Mengejutkan Pelaku Penusukan di Simokerto Surabaya, Sempat Nyabu Sebelum Beraksi
Samsul Arifin May 02, 2026 11:14 PM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kasus penusukan yang menewaskan seorang pria lanjut usia di kawasan Simokerto, Surabaya, mengungkap fakta baru.

Fakta baru terungkap dari pengakuan AR (45) alias 'Man' pelaku penusukan kakek empat cucu, MJ (59) di gang permukiman padat Jalan Pragoto II, Simolawang, Simokerto, Surabaya, pada Kamis (23/4/2026). 

Bahwa aksi penusukan terhadap korban dilakukan oleh Pelaku AR dalam keadaan terpengaruh zat narkotika jenis sabu. 

Pengakuan tersebut terungkap saat Pelaku AR diinterogasi Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan. 

Momen tersebut terekam video yang diunggah dalam akun Instagram (IG) @luthfie.daily, dan telah dilihat oleh TribunJatim.com, pada Sabtu (2/5/2026). 

"Kamu setiap hari nyabu? Setiap hari?" tanya Luthfie kepada Pelaku AR. 

"Iya pak," jawab Pelaku AR. 

Baca juga: Pengakuan Man Pelaku Penusukan Kakek 4 Cucu di Simokerto, Sakit Hati Dengar Ucapan Korban ke Anaknya

Pelaku Konsumsi Sabu Sebelum Menusuk Korban

Pelaku AR mengakui bahwa saat dirinya membunuh korban, kondisinya dalam keadaan baru saja menghidap narkotika jenis sabu. 

Ia bertemu dengan korban di gang permukiman dekat kosan korban dan kediaman keluarga besar korban. 

Kemudian, Pelaku AR menusuk dada korban beberapa kali. Karena ia tak ingat jumlah aksi penusukan yang dilakukannya terhadap korban. 

Korban MJ sempat berlari kabur memegangi luka pada bagian dada sebelah kanan sebelum akhir ambruk lalu tewas terkapar di tengah gang.

Luka akibat tusukan akibat pisau Gaucho tradisional atau pisau potong daging yang dipakai Pelaku AR, membuat korban mengalami lusa sobek menembus paru-paru. 

"Kabur, habis megang ini. Iya (luka tusuk). Enggak tahu berapa kali," katanya seraya memperagakan cara korban berlari kabur. 

Baca juga: Breaking News: Kakek di Simokerto Surabaya Tewas Tergeletak di Jalanan Kampung, Penuh Luka Tusuk

Punya Kebiasaan Gemar Konsumsi Sabu dan Obat-obatan Terlarang

Mengenai kebiasaannya mengonsumsi zat narkotika jenis sabu, memang diakui Pelaku AR. Bahwa hampir setiap hari dirinya mengonsumsi barang terlarang itu. 

Kalau tidak mengonsumsi serbu kristal tersebut, ia merasa seperti lemas dan mengantuk.

"Ya kalau enggak, tidur, campur aduk saya pak," ungkap Pelaku AR. 

Pekerjaan Man Buruh Tempat Penimbangan Kardus

Selama ini, Pelaku AR membeli narkotika secara patungan dengan teman-teman tongkrongannya yang lain. Lalu, menghisabnya beramai-ramai di tempat tersembunyi. 

"Patungan. Iya. Rp100 ribu, kadang ada Rp80 ribu. gitu. (Kalau patungan Rp100 ribu) dapat jatah 3 kali hisap gitu," jelasnya. 

Ia bisa membeli sabu tersebut karena bekerja sebagai kuli penimbangan kardus bekas di kawasan Kecamatan Simokerto Surabaya. 

"Saya kerjanya nimbang kardus," terangnya. 

Man Akui Pernah Dipenjara 8 Tahun Kasus Peredaran Obat-obatan Terlarang

Mengenai sepak terjang kejahatannya, Pelaku AR mengakui bahwa dirinya pernah dipenjara selama delapan tahun karena terlibat peredaran obat-obatan terlarang. 

"20 butir (yang dijual) Enggak semua. Sekarang langsung. Sebagian dijual, sebagian saya sendiri (konsumsi pribadi)," jelasnya. 

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto mengatakan, berdasarkan catatannya, Pelaku AR merupakan salah satu orang yang namanya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) penadah motor curian. 

Selain itu, Pelaku AR merupakan residivis karena pernah terlibat kasus peredaran narkotika hingga menjalani vonis pidana penjara delapan tahun, dan baru bebas 2023 silam. 

"Iya benar, yang bersangkutan residivis dan DPO kami kasus lain (penadah curanmor)," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com, pada Sabtu (2/5/2026). 

Motif Sakit Hati Bikin Man Nekat Bunuh Korban

Sebelumnya, Pelaku AR mengaku sengaja menghabisi nyawa korban karena merasa sakit hati dan emosi atas ulah korban terhadap keluarganya. 

Pengakuan tersebut terungkap saat diinterogasi oleh penyidik Tim Jatanras Prestabes Surabaya 

Momen itu, direkam dalam video unggahan akun Instagram (IG) @jatanrassurabaya, pada Sabtu (25/4/2026) malam, dan telah dilihat TribunJatim.com

Bahwa, Pelaku AR mengaku melukai korban dengan cara menusuknya pada tiga titik bagian tubuh. 

Sembari memperagakan dan menunjukkan tata letak luka tusukan yang diperbuatnya, ia menunjuk leher sisi kiri, dada sisi kanan, dan kepala sisi kanan. 

"Leher kiri, dada kanan, kepala, iya (ada 3 titik luka tusukan)," ujar pria berkaus oblong warna oranye itu, saat diinterogasi oleh seorang penyidik Polisi di sebuah ruangan, dalam video unggahan tersebut. 

Kemudian, mengenai alasannya menghabisi nyawa korban. Pelaku AR mengaku berdalih merasa sakit hati karena korban diduga hendak melecehkan salah satu anggota keluarganya. 

"Ya dia kurang ajar pak, dia mau tiduri anak saya, anak saya punya suami, suaminya itu ada di luar kota, gitu. Saya sakit hati pak. Teganya kok berbuat kayak gitu, gitu pak," katanya. 

Setelah berhasil menuntaskan rasa sakit hatinya. Pelaku AR mengaku kabur dari Surabaya dan memilih bersembunyi di rumah kerabatnya kawasan Kabupaten Sampang, Jatim. 

"Setelah aku menikam korban, saya kabur ke rumah, berkemas, lalu kabur lagi ke Madura," pungkasnya. 

Cerita Keluarga Sempat Melihat Pelaku Seusai Tusuk Korban

Di lain sisi, adik sepupu korban Iwan (34) menceritakan sosok Man yang menjadi pelaku utama dalam kasus penusukan terhadap korban. 

Man dikenal sebagai teman tongkrongan korban. Bahkan, tak jarang Man juga berkunjung ke rumah ibunda korban di Jalan Pragoto II. 

Bukan cuma korban, Iwan dan para tetangga yang bermukim di perkampungan kawasan Jalan Sencaki atau Jalan Pragoto juga mengenal sosok Man. 

Man memang panggilan paling populer bagi warga. Karena, tidak ada yang tahu pasti nama lengkap dari sosok Man. 

"Orang di sini banyak kenal, ya sama si man itu. Karena si man sering ke sini juga mainnya. Ya cuma teman tongkrongan aja," ujar Iwan saat ditemui TribunJatim.com

Aris mengaku sempat melihat sosok Man pada hari kejadian itu, Kamis (23/4/2026). Karena, pada pagi hari, sekitar pukul 06.00 WIB, dirinya sempat berpapasan langsung dengan kedua pelaku yang berjalan melewati depan rumah mertuanya. 

Saat itu, dirinya sedang memandikan burung peliharaannya di teras depan rumah. Kemudian, ia melihat kedua sosok pelaku berjalan cepat menuju ke pintu gerbang gang. 

Namun, pada momen sepersekian detik itu, ia belum mengetahui jikalau kedua pelaku baru saja terlibat cekcok dan berujung menghabisi nyawa korban. 

Hingga pada suatu momen, istrinya berteriak-teriak karena memperoleh kabar dari para tetangga bahwa korban; sang kakak ipar terkapar dengan luka tusuk pada tubuh bagian atas. 

Iwan langsung berlarian menuju ke tempat korban terkapar, dan bertanya kepada para tetangga di sekitar lokasi tentang peristiwa yang dialami korban. 

Setelah mendengar banyak informasi dari para tetangga. Akhir Iwan memahami bahwa sang kakak ipar baru saja dihabisi oleh kedua pelaku tadi yang sempat berpapasan dengan dirinya di depan teras rumah. 

"Jadi saya sedang bersihin burung di depan rumah. Kan saya hobi burung. Saya bersihin, lalu saya dipanggil istri untuk makan. Habis makan itu, istri saya jerit. Bahwa kakak sepupu sudah tergeletak di TKP itu. Saya berpapasan. Tapi saya enggak tahu kalau habis itu," ungkapnya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.