Duta Bahasa Gorontalo Hadirkan Ruang Belajar Lewat Komik, Anak-anak Talumolo Antusias Meski Gerimis
Wawan Akuba May 02, 2026 11:47 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Upaya pelestarian bahasa daerah terus dilakukan dengan pendekatan kreatif. 

Finalis Duta Bahasa Provinsi Gorontalo 2026 menghadirkan program Krida Mobaca di Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, Sabtu (2/5/2026) sore.

Kegiatan yang berlangsung di lapangan sepak bola ini menyasar anak-anak usia 8 hingga 10 tahun yang sehari-hari bermain di kawasan tersebut.

Mereka diajak belajar bahasa Gorontalo dengan cara yang santai dan menyenangkan.

Ketua Tim Krida Mobaca, Nurlia Herman, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi hari pertama dari program yang mereka gagas dalam ajang Duta Bahasa.

Mobaca sendiri merupakan singkatan dari Momen Belajar dan Bercerita.

Baca juga: Cara Cek Bantuan Sosial Mei 2026, Bansos PKH hingga Sembako Mulai Cair

“Kami ingin anak-anak belajar bahasa Gorontalo tanpa merasa terbebani, tapi lewat cerita, permainan, dan aktivitas yang mereka sukai,” ujar Nurlia.

Dalam pelaksanaannya, tim menggabungkan pendekatan edukatif dan interaktif melalui media komik berbasis STEM.

Cerita dalam komik disusun dari kehidupan sehari-hari anak-anak, terutama lingkungan pesisir yang dekat dengan mereka.

Menurut Nurlia, pendekatan kontekstual ini dipilih agar anak-anak lebih mudah memahami kosa kata bahasa Gorontalo.

“Cerita yang kami angkat berasal dari kehidupan mereka sendiri, jadi lebih mudah dipahami dan tidak membosankan,” jelasnya.

Pada hari pertama, kegiatan difokuskan pada pengenalan kosa kata dasar, seperti istilah yang berkaitan dengan air, sungai, dan aktivitas harian.

Proses belajar diselingi permainan interaktif agar suasana tetap hidup.

Baca juga: Tenggat War Powers Habis, Gedung Putih Klaim Konflik dengan Iran Sudah Berakhir

Tak hanya itu, anak-anak juga mulai dikenalkan dengan komik interaktif yang menjadi media utama dalam program ini.

Pada pertemuan berikutnya, mereka akan diminta melengkapi bagian cerita yang belum selesai menggunakan kosa kata bahasa Gorontalo yang tepat.

“Metode ini melatih pemahaman, daya ingat, sekaligus kreativitas anak,” tambah Nurlia.

Program ini turut melibatkan berbagai komunitas, seperti Ekspedisi Jingga, Balerina Gorontalo, dan Motota Education Project, serta didampingi mentor dan panitia Duta Bahasa.

Nurlia mengungkapkan, program Mobaca lahir dari keresahan tim terhadap menurunnya minat anak-anak dalam menggunakan bahasa daerah.

“Kalau diajarkan secara formal saja, anak-anak cepat bosan. Karena itu kami masuk lewat cara yang lebih dekat dengan dunia mereka,” katanya.

Baca juga: Cuaca Gorontalo Minggu 3 Mei 2026: Bone Bolango, Pohuwato hingga Kota Gorontalo Berpotensi Hujan

Pantauan di lokasi, suasana belajar berlangsung hangat dan penuh antusiasme.

Meski sempat diguyur gerimis, anak-anak tetap bertahan mengikuti kegiatan. 

Bahkan, beberapa anak yang awalnya hanya menonton, akhirnya ikut bergabung.

DUTA BAHASA GORONTALO -- Para siswa duduk bersila mendengarkan
DUTA BAHASA GORONTALO -- Para siswa duduk bersila mendengarkan materi dari para finalis Duta Bahasa Gorontalo, Sabtu (2/5/2026).

Para peserta dibagi ke dalam tiga kelompok dan mulai belajar kosa kata dasar secara bertahap. Sekitar belasan anak tampak aktif berinteraksi di ruang terbuka tersebut.

Melalui kegiatan ini, tim berharap anak-anak tidak hanya memahami bahasa Gorontalo, tetapi juga tumbuh rasa cinta untuk menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.