TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG – Manajemen PSIS Semarang menyiapkan "amunisi" tambahan berupa bonus spesial bagi para penggawa Mahesa Jenar jelang laga pamungkas Pegadaian Championship 2025/2026.
Meski laga PSS Sleman vs PSIS Semarang tidak lagi menentukan lagi, karena posisi tim sudah aman dari zona degradasi, iming-iming bonus ini dipastikan membuat PSIS tetap tampil 'lapar' saat bertandang ke markas PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Minggu (3/5/2026) malam.
Laga ini bukan sekadar formalitas akhir musim bagi PSIS. Selain mengejar bonus, tim asuhan Kas Hartadi ini berpotensi menjadi "penghancur mimpi" bagi tuan rumah PSS Sleman yang sedang berjuang mati-matian meraih kemenangan demi tiket promosi langsung ke Super League musim depan.
Misi 'Gawang Perawan' Rizky Darmawan
Kiper senior PSIS, Rizky Darmawan, yang diprediksi kuat turun sebagai starter menggantikan Mario Londok yang masih cedera, membawa ambisi pribadi ke Sleman. Penjaga gawang berusia 32 tahun ini bertekad menutup musim dengan catatan tak kebobolan (clean sheet).
Baca juga: Beto Goncalves Bidik Akhir Manis: Siap Persembahkan Kemenangan PSIS dari PSS Sleman
“Target pribadi tentu ingin clean sheet. Memang posisi kami sudah aman, tapi masih ada satu pertandingan tersisa. Fokus harus tetap dijaga penuh,” tegas Rizky dengan penuh percaya diri.
Modal Rizky pun tidak main-main. Pada laga sebelumnya, ia tampil gemilang menjaga kesucian gawang Mahesa Jenar saat menumbangkan Kendal Tornado FC dengan skor 1-0.
Beban Berat di Pundak Tuan Rumah
Kontras dengan tim tamu yang tampil lebih cair, PSS Sleman justru berada di bawah tekanan besar. Mereka wajib mengamankan tiga poin jika ingin naik kasta. Situasi inilah yang ingin dimanfaatkan oleh PSIS untuk bermain lebih efektif.
“Kami sadar PSS pasti butuh tiga poin dan pertandingan tidak akan mudah. Tapi kami sudah sepakat untuk fight demi menutup musim dengan kesan manis,” tambah Rizky.
Kas Hartadi: Pemain Lebih 'Enjoy' Tapi Tetap Serius
Pelatih PSIS, Kas Hartadi, memastikan anak asuhnya tidak akan memberikan poin cuma-cuma kepada Elang Jawa. Meskipun tekanan psikologis di kubu PSIS berkurang karena sudah aman dari degradasi, ia menuntut profesionalisme tingkat tinggi.
Baca juga: Pantang Mundur! Semangat Peserta SNC 2026 Tak Padam Meski Sempat Dibatalkan Akibat Hujan Deras
“Kita tetap fight. Situasi sekarang memang membuat pemain lebih enjoy, tetapi persiapan tetap kami lakukan dengan serius untuk meraih hasil maksimal di laga penutup ini,” pungkas Kas Hartadi.
Dengan perpaduan motivasi bonus dari manajemen dan ambisi pribadi pemain, laga di Maguwoharjo diprediksi akan berlangsung sengit hingga peluit akhir dibunyikan. (arl)