Mahasiswa Indonesia Timur Unjuk Taji di Ajang Inovasi Digital dan Film Pendek Nasional KVINYA 2026
Adiana Ahmad May 03, 2026 11:19 AM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG – Semangat kreativitas dan inovasi Mahasiswa Indonesia Timur mendapat panggung melalui Kompetisi Inovasi Digital dan Film Pendek Nasional KAVINYA 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka Hari Pendidikan Nasional 2026 itu resmi ditutup Sabtu (2/5/2026). 

Mahasiswa Indonesia berhasil menempati beberapa posisi dalam ajang tersebut. 

Pada kategori Inovasi Digital, Tim 404 dari STMIK Uyelindo Kupang menempati peringkat ketiga di bawah tTm CodeGas dari Universitas Lambung Mangkurat dan Saktinovasi dari Universitas Panji Sakti Singaraja.

Di kategori Film Pendek, tim dari Universitas Muhammadiyah Maluku keluar sebagai Juara 1 dengan skor 192,6. Juara 2 diraih ANTAR Production dari Institut Desain dan Bisnis Bali, disusul N15CAYA dari Universitas Udayana di posisi ketiga.

Baca juga: Gubernur NTT Apresiasi Film Pendek “Ru’Jara: The Journey Begins”

Untuk kategori juara harapan, diraih tim ANONIM dari STMIK Uyelindo Kupang sebagai harapan 1, juara harapan 2 oleh Chrono-Comm Collective dari Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, dan juara harapan 3 oleh UMA FILMS UNMBO dari Universitas Mbojo Bima.

Penghargaan khusus juga diberikan kepada Best Director dari UM Maluku serta Best Sinematografi yang diraih Vida Team dari Universitas Lambung Mangkurat.

Dewan juri menjelaskan, penilaian dilakukan secara komprehensif, mencakup orisinalitas ide, relevansi terhadap isu sosial, serta kualitas teknis seperti visual, audio, dan kekuatan penyampaian pesan.

Ajang Kompetisi Kreativitas dan Inovasi Mahasiswa (KAVINYA) 2026 diselenggarakan LLDIKTI Wilayah XV bersama STIKOM Uyelindo Kupang. Tujuannya sebagai wadah pengembangan kreativitas dan inovasi generasi muda KTI.

Kegiatan yang berlangsung selama hampir tiga bulan ini menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk menunjukkan daya saing di bidang teknologi dan industri kreatif. 

Sebanyak 71 tim dari 44 perguruan tinggi turut ambil bagian dan melewati berbagai tahapan seleksi hingga grand final dalam dua kategori utama, yakni inovasi digital dan film pendek.

Baca juga: Film Pendek Berani Adalah Cahaya Terinspirasi Kiprah Romo YB Mangunwijaya 

Rangkaian acara penutupan berlangsung khidmat, hingga penyampaian hasil penilaian oleh dewan juri. Acara kemudian dilanjutkan dengan pengumuman pemenang serta penyerahan penghargaan, sebelum resmi ditutup oleh Kepala LLDIKTI Wilayah XV Prof Adrianus Amheka. 

Dalam sambutannya, Kepala LLDIKTI Wilayah XV Prof Adrianus Amheka menegaskan, kompetisi ini tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sebagai wadah membangun budaya inovasi dan kolaborasi di kalangan mahasiswa KTI. 

Ketua Panitia Pelaksana, Son Claudio Sukarto Belalawe, menyampaikan apresiasi atas partisipasi dan kreativitas seluruh peserta. Ia berharap karya yang dihasilkan tidak berhenti sebagai produk kompetisi, melainkan dapat dikembangkan menjadi inovasi nyata yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.

“Kompetisi ini bukan hanya tentang siapa yang menang, tetapi bagaimana mahasiswa terus belajar, berkembang, dan berkontribusi bagi bangsa,” ujarnya.

Dengan berakhirnya ajang ini, diharapkan semangat inovasi mahasiswa Indonesia Timur terus tumbuh dan melahirkan karya-karya yang mampu memberikan dampak positif di masa depan. (fan) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.