Pantang Mundur! Semangat Peserta SNC 2026 Tak Padam Meski Sempat Dibatalkan Akibat Hujan Deras
Rustam Aji May 03, 2026 10:07 AM

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG – "Sangat sayang kalau sampai tidak tampil, karena kami ingin memberikan yang terbaik untuk Semarang," ucap Heri Fari, peserta asal Bondowoso, di tengah guyuran sisa hujan yang membasahi kawasan Simpang Lima, Sabtu (2/5/2026) malam.

Pernyataan emosional Heri tersebut merangkum dramatisnya gelaran tahunan Semarang Night Carnival (SNC) 2026.

Meski Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, sempat menyatakan acara batal akibat cuaca ekstrem, semangat para peserta justru tak terbendung. Setelah hujan mereda sekitar pukul 21.30 WIB, panggung jalanan di jantung Kota Atlas itu kembali berdenyut.

Kostum 15 Kg Jadi Lebih Berat Saat Basah

Heri Fari, yang membawakan kostum bertema "Defile Phoenix", menjadi salah satu magnet perhatian. Bukan perkara mudah bagi Heri; kostum megah setinggi beberapa meter dengan bobot asli 15 kilogram itu menjadi jauh lebih berat karena material kain dan karpet yang menyerap air hujan.

"Tentu ini tantangan tersendiri karena hujan membuat bahan kostum makin berat. Kami harus ekstra tenaga untuk mengimbangi kostum saat berjalan dan menjaga keseimbangan koreografi," ujar Heri kepada media.

Baca juga: Dibuka! Info Pendaftaran Beasiswa PJJ Kemenag Bagi Guru Pesantren dan LPQ

Kostum rakitannya tersebut merupakan hasil kerja keras selama tiga bulan, mulai dari pendaftaran hingga mengikuti rangkaian workshop. Material yang digunakan pun unik, mulai dari kain spanduk, kain kaca, plastik kresek, hingga bahan ular.

20260503-snc-semarang
MEMUKAU - Peserta Semarang Night Carnival tampil memukau meski di tengah guyuran hujan.

Apresiasi untuk Kreativitas Peserta

Bagi Heri, tampil di SNC bukan sekadar parade, melainkan kebanggaan sebagai seniman dari luar kota yang ingin mengepakkan sayap di level nasional.

Ia menilai keputusan panitia dan peserta untuk tetap melanjutkan acara adalah bentuk apresiasi tertinggi terhadap karya seni yang telah dipersiapkan jauh-jauh hari.

"Saya terharu karena acara tetap dilaksanakan demi kepuasan para talent. Ini adalah apresiasi dari Semarang untuk kami yang sudah berusaha menampilkan kostum terbaik," tambahnya.

Baca juga: Sidak Gudang Bulog Cimohong, DPR RI Kaget Plastik Beras Masih Impor

Sempat Terhenti di Sesi Pembukaan

Sebelumnya, intensitas hujan yang sangat tinggi sempat memaksa para peserta untuk berteduh sesaat setelah sesi pembukaan dimulai. Kondisi cuaca yang tidak menentu sempat memicu kekhawatiran akan keamanan properti dan keselamatan peserta.

Namun, setelah jeda beberapa saat, kawasan Simpang Lima kembali dipadati warga yang antusias menyaksikan aksi para peserta yang tetap tampil maksimal dengan koreografi yang telah mereka siapkan meski dalam kondisi basah kuyup.

SNC 2026 kembali membuktikan bahwa kreativitas dan dedikasi mampu mengalahkan tantangan alam, sekaligus mempertegas posisi Semarang sebagai salah satu destinasi wisata karnaval unggulan di Jawa Tengah. (idy)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.