Kasus kematian tragis Syafitri Yana (23), warga Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, perlahan mulai menemukan titik terang.
Hasil autopsi tim forensik menyatakan bahwa wanita muda tersebut tewas akibat kekerasan pada bagian leher.
Kapolres Lingga, AKBP Pahala Martua Nababan, mengungkapkan bahwa kematian korban diduga kuat karena kehabisan napas akibat dicekik.
"Kekerasan tumpul pada leher yang mengakibatkan patahnya tulang lidah dan mengakibatkan mati lemas," ujar AKBP Pahala kepada Tribun, Jumat (1/5/2026).
Menurutnya, pola dan gambaran hasil autopsi yang dilakukan di TPU Telek pada Kamis (30/4/2026) malam itu, sangat sesuai dengan tindak kekerasan berupa cekikan.
Suami Menghilang dan Sempat Pinjam Uang
Di tengah proses penyidikan, sosok Zakaria alias Jaka, suami korban, kini menjadi sorotan utama.
Jaka menghilang sejak jasad Syafitri Yana ditemukan terkubur dangkal di belakang rumah kontrakan mereka pada Selasa (28/4/2026).
Suarman alias Nanang, kakak kandung Jaka, membenarkan bahwa adiknya dan korban sempat terlibat cekcok sebelum kejadian.
Nanang menceritakan, pada Senin (27/4/2026) pagi, Jaka sempat datang ke rumahnya untuk menitipkan kunci rumah serta kunci mobil.
Aaat itu, Jaka mengaku ingin menenangkan diri dan menemui anaknya dari pernikahan sebelumnya.
"Jaka mengabarkan dia sudah berada di Batam dan berencana melanjutkan perjalanan melalui bandara. Saat itu sempat putus komunikasi karena berada di pesawat. Besoknya (Selasa), saya tanya sudah sampai, dia bilang sudah," ungkap Nanang.
Namun, pada Selasa sore, Jaka kembali menghubungi Nanang untuk meminjam uang sebesar Rp 3 juta.
Nanang mengaku tidak memiliki uang saat itu namun berjanji akan mencarikan solusi.
Tak lama berselang, Nanang menerima kabar mengejutkan dari anaknya bahwa ditemukan mayat perempuan di belakang kontrakan Jaka.
Diminta Segera Menyerahkan Diri
Mendengar kabar tersebut, Nanang yang curiga langsung menghubungi Jaka. Dalam percakapan singkat, Jaka membantah keterlibatannya.
"Dia bilang, ‘Itu bukan aku pelakunya.’ Saya jawab, ‘Kalau bukan kau, siapa lagi? Pulanglah selesaikan masalah ini,’" tutur Nanang menirukan percakapannya.
Sayangnya, tak lama setelah itu, nomor ponsel Jaka tidak lagi aktif hingga saat ini. Nanang pun berharap adiknya segera muncul dan bertanggung jawab atas perbuatannya.
"Saya harap dia cepat pulang dan menyerahkan diri atas apa yang telah dia lakukan. Jangan menyusahkan saya sebagai abang di sini, karena saya terus dimintai keterangan, kerja pun jadi tidak tenang," pungkasnya.
Hingga kini, pihak kepolisian masih terus memburu keberadaan Zakaria untuk dimintai keterangan lebih lanjut sebagai orang terdekat korban.