Apakah Robot Bisa Gantikan Semua Pekerjaan Manusia? Pakar UGM Ungkap Fakta Ini
GH News May 03, 2026 08:09 PM
Jakarta -

Ilmuwan berlomba-lomba mengembangkan robot humanoid yang bisa berjalan, bergerak, hingga memainkan alat musik secara presisi. Namun, muncul ketakutan akan robot yang bisa menggantikan pekerjaan manusia.

Dosen Departemen Teknik Mesin dan Industri FT UGM, Ardi Wiranata PhD, mengatakan robot adalah mesin yang bertujuan untuk menjalankan tugas secara berulang dengan jumlah besar. Mengenai robot yang akan mengurangi pekerjaan manusia, Ardi berpendapat kondisi ini akan sangat bergantung pada bidang dan industrinya.

Menurutnya, masih ada keterbatasan teknologi pada robot saat ini seperti atau keterlambatan respons serta kemampuan pengambilan keputusan.

Robot tetap membutuhkan pemeliharaan, perbaikan, hingga koreksi sistem yang dapat membuka peran lain bagi manusia. Dalam beberapa kondisi, kemampuan manusia masih sulit untuk digantikan oleh robot.

"Kalau masih ada , responsnya tidak akan secepat manusia dan pengambilan keputusan belum bisa secepat kita. Sebenarnya, produksi robot itu tergantung pada kebutuhan, kondisi, dan kebutuhan industri," ungkapnya dalam laman UGM, dikutip Minggu (3/5/2026).

Masalah Utama Robot

Ardi mengatakan masalah utama dalam pengembangan robot masih terletak pada keterbatasan sensor. Dengan kombinasi sensor yang optimal dan pemrograman yang tepat, para ahli dapat meminimalisir risiko kesalahan atau kerusakan yang berpotensi membahayakan manusia sekitarnya.

"Tergantung ke sensor dan fungsi dari pemrogramannya. Jadi, memang perlu diperiksa dulu apakah sensor yang dipakai berbahaya atau tidak," tuturnya.

Untuk menekan biaya produksi, robot bisa dimanfaatkan. Di Negeri Tirai Bambu, China, robot digunakan untuk skala produksi massal. Dengan jumlah produksi yang cukup besar, biaya per unit dapat ditekan sehingga harga menjadi lebih murah tanpa harus mengorbankan fungsi utama dari teknologi tersebut.

"Di China itu teknologi diproduksi secara massal. Dengan produksi massal tersebut, kemungkinan akan menurunkan ," jelasnya.

Tidak Semua Pekerjaan Bisa Digantikan oleh Robot

Menurut Ardi, peran akademisi dan generasi muda dalam menghadapi perkembangan robot adalah dengan memahami sistemnya. Mulai dari bagaimana sebuah robot bekerja dan penerapannya di berbagai bidang.

Ardi menegaskan bahwa tidak semua pekerjaan bisa digantikan oleh robot. Beberapa pekerjaan masih membutuhkan interaksi sesama manusia secara langsung.

"Paling utama adalah kita harus sebisa mungkin beradaptasi dengan apa pun jenis teknologinya," ujarnya.

Nikita Rosa
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.