Tampil Bagus, Layvin Kurzawa Berpeluang Main Lagi Saat Persib Hadapi PSIM, Ini Kata Bojan Hodak
Mutiara Suci Erlanti May 03, 2026 08:11 PM

 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG- Remontada saat menghadapi Bhayangkara FC jadi modal Persib Bandung untuk menumbangkan PSIM Yogyakarta pada Super League Indonesia 2025/2026 di Stadion GBLA, Kota Bandung, Senin (4/5/2026).

Kemenangan atas Bhayangkara FC 2-4 setelahnya tertinggal 2-0 membuat mental tim Maung Bandung meningkat untuk menghadapi tim yang berjuluk Laskar Mataram ini.

Apalagi jalan Persib Bandung untuk menjadi juara tinggal 4 langkah lagi, langkah pertama diawali menjamu PSIM, sehingga ambisi Persib untuk meraih poin penuh sangat tinggi.

Apalagi main di kandang, hingga saat ini Persib tak terkalahkan. Bahkan hanya Arema FC yang berhasil pulang tanpa kekalahan saat bermain di kandang tim Maung Bandung karena skor berakhir imbang 0-0.

Baca juga: Persib Hadapi PSIM Besok, Federico Barba: Kami Butuh Energi Lebih

Suntikan motivasi dan harapan Bobotoh untuk bisa hatrick juara liga, tentu jadi pelecut semangat dan motivasi anak asuh Bojan Hodak.

Terlebih bermain di kandang, mereka bisa langsung mendukung tim kebanggaannya yang berlaga. Bahkan, dari informasi yang didapat, tiket pertandingan sudah ludes terjual.

Sebab di sisa 4 laga ini, Persib tak boleh terpeleset di satu laga pun, jika kalah atau imbang, bisa langsung disalip oleh Borneo FC.

Hal tersebut lantaran kini Persib dan Borneo, sama-sama memilki poin 69, tapi Persib tetap ada di puncak karena menang head to head.

Sehingga para pemain tim Maung Bandung akan mati-matian untuk bisa mengalahkan PSIM.

Namun, tentu tidak akan mudah bagi Persib untuk menaklukan PSIM, sebab mereka juga bertekad untuk bisa mendapat poin penuh di Bandung.

Tak hanya itu, kini mereka juga sedang berusaha bangkit, sebab sudah 7 pertandingan tak meraih kemenangan.

Sehingga mereka pasti, berjuang mati-matian untuk bisa mendapatkan poin untuk memperbaiki klasemen yang kini berada di posisi 10 dengan poin 39.

Maka pertandingan nanti diprediksi akan sengit, kedua tim bermain ngotot, memperebutkan poin penuh, Persib untuk tetap berada di puncak klasemen dan PSIM untuk memperbaiki posisinya dan memutus tren negatif.

Bahkan di laga sebelumnya, pada putaran pertama, meski datang sebagai tim promosi PSIM Yogyakarta bisa menahan imbang sang juara bertahan, Persib dengan skor 1-1.

Meski itu tak bisa jadi patokan sebab kini kedua tim sudah terdapat pergantian pemain, dan chemistry kedua tim sudah lebih baik jika dibandingkan putaran pertama.

Meski di 7 pertandingan terakhir PSIM tanpa kemenangan, tapi Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, tak mau menganggap remeh.

Bojan mengungkapkan, laga menghadapi PSIM hanya berselang empat hari di antara setelah menghadapi Bhayangkara.

"Atmosfer tim sedang bagus karena hasil pertandingan terakhir dan performa (bagus) di babak kedua saja. Kami sedang fokus untuk hadapi Jogja (PSIM)," ujar Bojan, menjelang laga di Stadion GBLA, Minggu (3/5/2026).

Menurut Bojan, PSIM merupakan tim yang terorganisir dengan baik, sulit dikalahkan di semua pertandingan.

"Bahkan ketika mereka kalah, hanya kalah dengan selisih satu gol saja, tak ada yang (meremehkan), mereka tim yang bekerja sangat keras. Jadi saya memperkirakan pertandingan yang sulit, tapi saya berharap di akhir pertandingan kami akan mendapatkan hasil yang positif," kata Bojan.

Saat ditanya setelah kemenangan dramatis lawan Bhayangkara, bagaimana kondisi tim, Bojan mengatakan, setiap kemenangan itu penting dan setiap kemenangan menjadikan pemain yang lebih baik, dan menjadikan tim yang lebih baik.

"Hal yang baik adalah setelah tertinggal 2-0, para pemain menunjukkan karakter di babak kedua, kami bangkit. Bisa saja lebih dari empat (gol) saya rasa, Bhayangkara bisa saja (senang) hanya kalah dengan selisih empat gol, dan ini seperti apa yang Barba katakan, kepercayaan diri ekstra, energi ekstra untuk pertandingan berikutnya," ujar pelatih asal Kroasia ini.

Kini kata Bojan, hanya satu pemainnya yang akan absen untuk menghadapi PSIM, untuk Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea yang absen di laga sebelumnya siap untuk kembali berlaga.

"Eliano dan Lucho keduanya bermain, hanya satu yang absen yaitu Barros karena sudah mendapatkan empat kartu kuning. Semuanya baik-baik saja, ada beberapa pemain baru yang akan bermain (sebagai starter), beberapa pemain yang bugar, jadi saya rasa kami akan baik-baik saja," tuturnya.

Namun, di setelah kemenangan dramatis menghadapi Bhayangkara terdapat tuduhan rasis kepada Kapten Persib Bandung, Marc Klok, walau demikian menurut Bojan, itu tak menggangu timnya untuk kembali berlaga.

"Untuk tim, ini justru membuat kami menjadi lebih menyatu. Ini malah menjadi memalukan untuk tim Bhayangkara. Mereka kemasukan empat gol, tapi bisa saja mereka kebobolan 6-7 gol," kata Bojan.

Sedangkan saat disinggung terkait penampilan Layvin Kurzawa yang mendapat banyak pujian dan saat lawan Bhayangkara Fc, apakah berpeluang jadi stater saat, Bojan mengatakan, Kurzawa adalah pemain top, pemain berkualitas.

"Tapi Kurzawa dalam dua tahun terakhir mengalami cedera, tidak banyak bermain. Jadi dia datang ke sini, dia melakukan segalanya dengan benar bersama pelatih fisik, dia naik tingkat selangkah demi selangkah, dan sekarang akhirnya dia siap karena posisinya yang menuntut banyak lari," kata Bojan.

Bojan mengungkapkan, sentuhan serta pengetahuannya (tentang sepak bola) tidak pernah diragukan, dia bermain di level atas.

"Jadi tentu saja kami senang dia kembali, dia bermain 45 menit di pertandingan terakhir dan melakukannya dengan baik. Kita akan lihat sekarang, ini adalah pertandingan kedua dalam empat hari, jadi kita akan lihat berapa lama dia bisa bermain," tuturnya.

Bojan menegaskan, Kurzawa harus pulih total dan kemudian  akan lihat berapa lama dia bisa bermain, tapi yang pasti ini merupakan nilai tambah bagi timnya.

"Satu hal tentang pemain yang bermain di liga top Eropa, seperti Barba juga bermain di Serie A, La Liga. Kurzawa bermain di level Piala Dunia. Jadi, anak-anak di sini, pemain muda, beruntung para pemain ini datang ke sini karena dari mereka memiliki pemikiran berbeda, mereka bereaksi berbeda dalam situasi yang berbeda dan pemain muda bisa belajar banyak dari mereka," ucapnya.

Baca juga: Saksikan Duel Seru Timnas Indonesia vs China di Piala Asia 2026, Garuda Muda Mati-matian Curi Poin

Sedangkan Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean Paul van Gastel, mengatakan, timnya memiliki persiapan yang bagus untuk menghadapi Persib.

"Kami hanya punya waktu beberapa hari di antara jadwal pertandingan. Jadi, setelah pertandingan terakhir, kami hampir langsung berangkat menuju Bandung, tapi itu bukan masalah bagi kami," kata Gastel.

Gastel menjelaskan, seperti biasa, timnya mempersiapkan diri dengan cara yang sama untuk setiap pertandingan, jadi untuk pertandingan nanti pun tidak ada pengecualian.

Saat disinggung Persib belum pernah kalah di kandang, Gastel mengatakan, Persib Bandung memiliki alasan mengapa berada di papan atas klasemen.

"Menurut saya, kualitas individu para pemain mereka adalah yang terbaik di Indonesia. Jadi, saya pikir itulah salah satu alasan mengapa mereka memenangkan pertandingan-pertandingan, terutama di kandang," kata Gastel.

Gastel menjelaskan, dirasa lebih mudah bagi mereka karena faktor keunggulan sebagai tuan rumah, tapi, seperti yang ia katakan, dirinya selalu melihat apa yang menjadi senjata dan kelemahan sebuah tim.

"Salah satu senjata Bandung adalah kualitas individu dari seluruh pemain yang ada di lapangan," ujar dia.

Ketika di singgung siapa pemain Persib paling berbahaya, Gastel mengatakan, tentu saja ada hal yang lebih dari sekadar kualitas individu, ada juga permainan taktis dan rencana permainan dari pelatih yang harus mereka jalankan.

"Di dalam rencana permainan itu, kualitas individu akan muncul. Saya bisa menyebutkan beberapa pemain di sini, tapi seperti yang saya katakan, saya rasa semua pemain Bandung yang bermain adalah pemain-pemain yang sangat bagus dan mereka tidak butuh banyak peluang untuk mencetak gol," tuturnya.

Jadi, menurut Gastel,  itu sangat menguntungkan bagi Persib jika sedang mengejar gelar juara.

Ketika disinggung Persib memiliki motivasi tinggi karena sedang mengejar gelar juara, apa yang dilakukan untuk memotivasi pemainnya, Gastel mengaku, dirinya tak perlu memotivasi di pertandingan seperti ini.

"Secara keseluruhan, saya tidak perlu memotivasi mereka sama sekali karena tim saya sejak awal musim sudah memulai dengan sangat baik. Target kami adalah tidak terdegradasi, dan karena hasil Solo kemarin, secara resmi kami tetap bertahan di liga tertinggi," kata Gastel.

Jadi, Gastel merasa, itu adalah pujian bagi timnya dan bagi klub secara umum, tapi soal motivasi, jika bisa bermain di stadion seperti ini, sama halnya ketika timnya  bermain melawan Persija di depan 55.000 orang.

"Dan besok saya rasa akan ada sekitar 30.000 orang di sini, jika saya harus memotivasi mereka untuk pertandingan semacam ini, maka lebih baik saya berhenti dari pekerjaan saya atau pemain saya harus berhenti bermain," tuturnya.

Sebab menurut Gastel, inilah pertandingan yang diimpikan, dengan banyak penonton, Persib perlu menang dari timnya karena mereka sedang mencoba meraih gelar juara.

"Pertandingan berikutnya mereka harus ke Jakarta, jadi itu akan menjadi pertandingan yang sangat berat bagi mereka. Jadi, bagi mereka mungkin tekanannya lebih besar daripada tekanan bagi kami," katanya.

Untuk menghadapi Persib, menurut Gastel, tidak ada  pemain yang terkena sanksi, hingga harus absen.

"Kami hanya kehilangan Anton Fase dan Rakhmatzoda, tapi mereka sudah absen untuk beberapa waktu, terutama Anton yang sudah absen selama hampir setengah tahun. Jadi, kali ini tidak ada sanksi, minggu lalu kami kehilangan dua pemain, jadi sekarang kami bisa dibilang sudah lengkap," ucapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.