Bacaan Doa Tawaf Wada yang Wajib Dilakukan Jemaah Haji sebelum Meninggalkan Makkah
Sartika Rizki Fadilah May 03, 2026 08:11 PM

TRIBUNCIREBON.COM - Tawaf wada' adalah tawaf yang dilakukan sebagai penghormatan akhir kepada Baitullah.

Tawaf wada' terdiri dari tujuh putaran seperti pada Tawaf umrah atau Tawaf haji biasa, yaitu dimulai dari Hajar Aswad dan dengan posisi Kabah berada di kiri jemaah.

Hukum tawaf wada' adalah wajib bagi jemaah haji yang akan meninggalkan Makkah, menurut Imam Abu Hanifah, Imam Syafi'i, Imam Ahmad, dan kebanyakan ulama.

Jemaah haji yang tidak melakukan tawaf wada' dikenakan dam (denda) satu ekor kambing, namun terdapat rukhshah (keringanan) bagi perempuan yang haid/nifas tidak diwajibkan untuk tawaf wada' dan tidak dikenakan dam.

Dari Abdullah Ibn Abbas ra, beliau berkata: "Orang-orang yang berhaji diperintahkan untuk mengakhiri manasik hajinya (dengan tawaf) di Baitullah (Ka'bah). Akan tetapi, tawaf ini diringankan (tidak diwajibkan) bagi perempuan yang sedang haid." (HR. Bukhari, Nomor 1755)

Berdasarkan hadis tersebut disimpulkan bahwa tawaf wada' hukumnya wajib, karena rukhshah hanya berlaku dalam hal yang wajib.

Perempuan yang haid/nifas saat tiba waktu tawaf wada', cukup melakukan penghormatan kepada Baitullah dengan berdoa di depan pintu gerbang Masjidilharam.

Menurut pendapat Imam Malik, Dawud, dan Ibnu Mundzir, hukum tawaf wada'' adalah sunah.

Seseorang yang tidak mengerjakan tawaf wada'' tidak diharuskan membayar dam.

Menurut Imam Malik, orang sakit atau užur dapat mengikuti pendapat ini.

Mengutip buku Manasik Haji dan Umrah 2026 oleh Kementerian Haji dan Umrah, berikut doa ketika tawaf wada'.

Baca juga: Panduan Lengkap Doa Haji Mabrur: Teks Arab, Latin dan Terjemahan untuk Menyempurnakan Ibadah Haji

Doa Tawaf Wada'

يسْمِ اللهِ اللَّهُ أَكْبَرُ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ إِيمَانًا بِكَ وَتَصْدِيقًا بِكِتَابِكَ وَاتِّبَاعًا لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الَّذِي فَرَضَ عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لَرَادُّكَ إِلَى مَعَادٍ يَا مُعِيدُ أَعِدْنِي يَا سَمِيعُ أَسْمِعْنِي يَا جَبَّارُ اجْبُرْنِي يَا سَتَّارُ اسْتُرْنِي يَا رَحْمَنُ ارْحَمْنِي يَا رَدَّادُ ارْدُدْنِي إِلَى بَيْتِكَ هَذَا وَارْزُقْنِي الْعَوْدَ ثُمَّ الْعَوْدَ كَرَّاتٍ بَعْدَ مَرَّاتٍ تَائِبُونَ عَابِدُونَ سَائِحُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُونَ صَدَقَ اللَّهُ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ اللَّهُمَّ احْفَظْنِي عَنْ يَمِينِي وَعَنْ يَسَارِي وَمِنْ قُدَّامِي وَمِنْ وَرَاءِ ظَهْرِي وَمِنْ فَوْقِي وَمِنْ تَحْتِي حَتَّى تُوَصِّلَنِي إِلَى أَهْلِي وَبَلَدِي اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا السَّفَرَ وَاطْوِ لَنَا الْأَرْضَ اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ اللَّهُمَّ اصْحَبْنَا فِي سَفَرِنَا وَاخْلُفْنَا فِي أَهْلِنَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ وَيَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
Bismillāh, Allāhu akbar, subḥānallāh wal-ḥamdu lillāh wa lā ilāha illallāh wallāhu akbar, wa lā ḥaula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil ‘aẓīm. Waṣ-ṣalātu was-salāmu ‘alā Rasūlillāh ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam. Allāhumma īmānan bika wa taṣdīqan bikitābika wattibā‘an lisunnati nabiyyika Muḥammadin ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam. Innal-ladzī faraḍa ‘alaikal-Qur’āna larādduka ilā ma‘ād. Yā Mu‘īdu a‘idnī, yā Samī‘u asmi‘nī, yā Jabbāru ijburnī, yā Sattāru usturnī, yā Raḥmānu irḥamnī, yā Raddādu urdudnī ilā baitika hādzā warzuqnī al-‘auda ṡumma al-‘auda karrātin ba‘da marrāt. Tā’ibūna ‘ābidūna sā’iḥūna lirabbinā ḥāmidūn. Ṣadaqallāhu wa‘dah, wa naṣara ‘abdah, wa hazamal-aḥzāba waḥdah. Allāhumma iḥfaẓnī ‘an yamīnī wa ‘an yasārī wa min quddāmī wa min warā’i ẓahrī wa min fauqī wa min taḥtī ḥattā tuwaṣṣilanī ilā ahli wa baladī. Allāhumma hawwin ‘alainas-safar waṭwi lanal-arḍ. Allāhumma antaṣ-ṣāḥibu fis-safar wal-khalīfatu fil-ahl. Allāhumma iṣḥabnā fī safarinā wakhlufnā fī ahlinā yā arḥamar-rāḥimīn wa yā rabbal-‘ālamīn.

Artinya: "Dengan nama Allah, Allah Maha Besar, Maha Suci Allah dan segala puji hanya kepada Allah, tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Besar, tiada daya (untuk meraih manfaat) dan tiada kekuatan (untuk menolak bahaya), kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.
Salawat dan salam bagi junjungan Rasulullah SAW.
Ya Allah, aku datang kemari karena iman kepada-Mu, membenarkan kitab-Mu, memenuhi janji-Mu dan karena mengikuti sunnah Nabi-Mu Muhammad SAW. Sesungguhnya (Allah) yang mewajibkan Engkau (Muhammad) untuk (melaksanakan hukumhukum) Al-Qur'an, benar-benar akan mengembalikanmu ketempat kembali.
Wahai Tuhan Yang Maha Kuasa mengembalikan, kembalikan aku ke tempatku. Wahai Tuhan Yang Maha Mendengar, kabulkanlah permohonanku. Wahai Tuhan Yang Maha Memperbaiki, perbaikilah aku. Wahai Tuhan Yang Maha Pelindung, tutuplah aibku. Wahai Tuhan Yang Maha Kasih Sayang, sayangilah aku. Wahai Tuhan Yang Maha Kuasa Mengembalikan, kembalikan aku ke Ka'bah ini dan berilah aku rezeqi untuk kembali lagi berkali-kali dalam keadaan bertaubat, beribadat, dan berpuasa sambil memuji. Maha benar Allah dengan janji-Nya, menolong hamba-Nya, yang menghancurkan sendiri musuh-musuhNya.
Ya Allah, peliharalah aku dari sisi kanan dan kiri, depan dan belakang, dari sebelah atas dan bawah sampai Engkau mengembalikan aku kepada keluarga dan tanah airku. Ya Allah, permudahkanlah perjalanan kami, lipatlah bumi untuk kami. Ya Allah, Engkau Pengiring perjalanan dan Pengganti dalam keluarga. Ya Allah, sertailah perjalanan kami dan gantilah kedudukan kami dalam keluarga yang ditinggal, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih melebihi segala pengasih, wahai Tuhan Yang Memelihara seluruh alam."

Doa Setelah Tawaf Wada'

Setelah melakukan Tawaf wada', jemaah haji dianjurkan berdiri di Multazam, yaitu antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah. Lalu membaca doa:

اللَّهُمَّ إِنَّ البَيْتَ بَيْتَكَ وَالْعَبْدَ عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ حَمَلْتَنِي عَلَى مَا سَخَّرْتَ لِي مِنْ خَلْقِكَ حَتَّى سيرتنِي فِي بِلَادِكَ وَبَلَغَتَنِي بِنِعْمَتِكَ حَتَّى أَعَنْتَنِي عَلَى قَضَاءِ مَنَاسِكِك،َ فَإِنْ كُنْتَ رَضِيْتَ عَنِّي فَازْدَدْ عَنِّي رِضًا وَإِلَّا فَمُنَّ الأَنَ عَلَى قَبْلَ تَبَاعُدِي عَنْ بَيْتِكَ وَهَذَا أَوَانُ انْصِرَافِي إِنْ أَذِنْتَ لِي غَيْرَ مُسْتَبْدَلٍ بِكَ وَلَا بِبَيْتِكَ وَلَا رَاغِبْ عَنْكَ وَلَا عَنْ بَيْتِكَ اللَّهُمَّ فَأَصْحِبْنِي الْعَافِيَةَ فِي بَدَنِي وَالْعِصْمَةَ فِي دِيْنِي وَأَحْسِنُ مُنْقَلَبِي وَارْزُقْنِي طَاعَتَكَ مَا أَحْيَنِتَنِي مَا أَبْقَيْتَنِي وَاجْمَعْ لِي خَيْرَي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِي اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ هَذَا آخِرَ عَهْدِي بَيْتِكَ الْحَرَامِ وَإِنْ جَعَلْتَهُ أَخِرَ عَهْدِي فَعَوَضْنِي عَنْهُ الْجَنَّةَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِين،َ أَمِينَ يَا رَبَّ الْعَالَمِين
Allāhumma innal-baita baituka wal-‘abda ‘abduka wabnu ‘abdika wabnu amatika ḥamaltanī ‘alā mā sakhkharta lī min khalqika ḥattā sīratanī fī bilādika wabalaghtanī bini‘matika ḥattā a‘antanī ‘alā qaḍā’i manāsikika, fa in kunta raḍīta ‘annī fazdad ‘annī riḍā, wa illā famunna al-āna ‘alayya qabla tabā‘udī ‘an baitika wa hādzā awānu inṣirāfī in adzinta lī ghaira mustabdalin bika wa lā bibaitika wa lā rāghibin ‘anka wa lā ‘an baitika. Allāhumma fa aṣḥibnī al-‘āfiyata fī badanī wal-‘iṣmata fī dīnī wa aḥsin munqalabī warzuqnī ṭā‘ataka mā aḥyaytanī mā abqaytanī wajma‘ lī khairayid-dunyā wal-ākhirah innaka ‘alā kulli syai’in qadīr. Allāhumma lā taj‘al hādzā ākhira ‘ahdī baitakal-ḥarām wa in ja‘altahu ākhira ‘ahdī fa‘awwiḍnī ‘anhu al-jannata biraḥmatika yā arḥamar-rāḥimīn, āmīn yā rabbal-‘ālamīn.

Artinya: "Ya Allah, rumah ini adalah rumah Mu, aku ini hamba-Mu, anak hamba-Mu yang laki-laki dan anak hamba-Mu yang perempuan. Engkau telah membawa aku di atas kendaraan ciptaan-Mu (unta) yang Engkau tundukkan untukku, dan Engkau sendiri memudahkan perjalananku, serta mengantarkan aku sampai ke negeri-Mu ini dan menolongku dengan nikmat-Mu sehingga dapat menunaikan ibadah haji. Kalau Engkau rida padaku, maka tambahkanlah keridaan itu padaku. Jika tidak, maka karuniailah aku sekarang sebelum aku jauh dari rumah-Mu.
Sekarang sudah waktunya aku pulang, jika Engkau izinkan aku tidak menukar sesuatu dengan-Mu atau pun rumah-Mu, tidak benci pada-Mu dan tidak juga benci pada rumah-Мu.
Ya Allah, maka bekalilah aku dengan kesehatan pada tubuhku, dan pemeliharaan pada agamaku, perbaikilah tempat kembaliku dan bantulah aku untuk taat padamu selama hidupku dan kumpulkanlah bagiku dua kebajikan dunia dan akhirat. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala se-suatu.
Ya Allah, jangan jadikan ini masa terakhirku bertemu dengan rumahMu. Namun kalau memang menjadi masa terakhirku, maka gantilah dengan surga, berkat rahmat-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih, āmīn. Wahai Tuhan Maha Pemelihara seluruh alam."

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.