Tahta Prajogo Pangestu Tak Terbendung: Intip Peta Kekayaan 10 Miliarder Indonesia Mei 2026
Evan Saputra May 03, 2026 09:03 PM

BANGKAPOS.COM - Lansekap kekayaan konglomerat Tanah Air kembali bergejolak di medio 2026.

Prajogo Pangestu resmi mengukuhkan posisinya di puncak singgasana sebagai orang terkaya nomor satu di Indonesia versi Forbes Real Time Billionaires.

Di tengah fluktuasi harga komoditas dan ekspansi teknologi digital, pergeseran angka di papan atas ini membuktikan bahwa strategi diversifikasi energi dan infrastruktur tetap menjadi "mesin uang" paling ampuh bagi para naga bisnis Indonesia.

Berdasarkan data terbaru dari Forbes Real Time Billionaires, komposisi 10 orang terkaya di Indonesia kini semakin memperlihatkan dominasi sektor energi, sumber daya alam, hingga teknologi digital.

Baca juga: Tabel KUR BRI Mei 2026, Pinjam 10 Juta, Cicilan Rp198 Ribu, Cek Syarat & Cara Daftar

Perubahan ini mencerminkan dinamika ekonomi global yang turut memengaruhi nilai kekayaan para pengusaha besar Tanah Air.

Pergerakan harga komoditas seperti batu bara, minyak, hingga perkembangan industri digital menjadi faktor utama yang mendorong naik turunnya posisi para miliarder ini.

Meski beberapa nama lama tetap bertahan dalam daftar, pergeseran posisi tetap terjadi, khususnya di papan atas yang semakin kompetitif.

Prajogo Pangestu Kembali di Puncak

Nama Prajogo Pangestu kembali menempati posisi pertama sebagai orang terkaya di Indonesia pada Mei 2026.

Pendiri PT Barito Pacific ini mencatatkan total kekayaan sebesar 20,9 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp 361,6 triliun (dengan asumsi kurs Rp 17.300 per dollar AS).

Kekayaan Prajogo terutama berasal dari sektor petrokimia dan energi—dua sektor yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami pertumbuhan signifikan, terutama didorong oleh kebutuhan industri global.

Keberhasilan Prajogo mempertahankan posisi puncak menunjukkan betapa kuatnya sektor energi dalam menopang kekayaan para konglomerat Indonesia.

Persaingan Ketat di Peringkat Atas

Di posisi kedua, terdapat Low Tuck Kwong dengan kekayaan mencapai 16,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 285,4 triliun.

Kekayaan ini sebagian besar berasal dari bisnis batu bara, yang masih menjadi komoditas strategis di tengah kebutuhan energi dunia.

Sementara itu, posisi ketiga ditempati oleh R. Budi Hartono dengan total kekayaan 15,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 273,3 triliun.

Ia dikenal sebagai salah satu pemilik Grup Djarum yang memiliki diversifikasi bisnis luas, termasuk perbankan melalui BCA.

Persaingan di tiga besar ini menunjukkan kombinasi kekuatan sektor energi dan industri keuangan yang tetap menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia.

Dominasi Energi dan Digital Semakin Kuat

Di posisi keempat, Anthoni Salim mencatatkan kekayaan sebesar 11,9 miliar dollar AS (sekitar Rp 205,9 triliun). Bisnisnya yang mencakup makanan, ritel, hingga infrastruktur menjadi sumber kekayaan yang stabil.

Selanjutnya, posisi kelima ditempati oleh Tahir dan keluarga dengan total kekayaan 9,7 miliar dollar AS atau Rp 167,8 triliun. Ia dikenal melalui bisnis di sektor keuangan, properti, dan kesehatan.

Di peringkat keenam, Sri Prakash Lohia mengantongi kekayaan 8,8 miliar dollar AS (sekitar Rp 152,2 triliun), yang berasal dari industri petrokimia global.

Masuk ke posisi ketujuh, terdapat Otto Toto Sugiri dengan kekayaan 8,4 miliar dollar AS atau sekitar Rp 145,3 triliun.

Ia dikenal sebagai pionir bisnis pusat data—yakni fasilitas penyimpanan dan pengelolaan data digital dalam skala besar—yang kini menjadi tulang punggung ekonomi digital modern.

Perempuan dan Sektor Teknologi Ikut Bersinar

Salah satu nama yang kembali mencuri perhatian adalah Marina Budiman yang menempati posisi kedelapan dengan kekayaan 6 miliar dollar AS atau sekitar Rp 103,8 triliun.

Marina menjadi salah satu perempuan paling berpengaruh di sektor teknologi Indonesia, khususnya dalam bisnis pusat data.

Perannya menunjukkan bahwa industri digital kini tidak hanya berkembang pesat, tetapi juga membuka ruang besar bagi kepemimpinan perempuan.

Sektor Perkebunan dan Manufaktur Tetap Berkontribusi

Di posisi kesembilan, Lim Hariyanto Wijaya Sarwono memiliki kekayaan 5,3 miliar dollar AS atau sekitar Rp 91,7 triliun. Bisnisnya di sektor kelapa sawit dan pertambangan nikel menjadi sumber utama kekayaannya.

Sementara itu, posisi kesepuluh ditempati oleh Haryanto Tjiptodihardjo dengan kekayaan 5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 86,5 triliun, yang berasal dari sektor manufaktur.

Kehadiran sektor perkebunan dan manufaktur dalam daftar ini menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia masih ditopang oleh kombinasi sektor tradisional dan modern.

Daftar Lengkap 10 Orang Terkaya Indonesia Mei 2026

Berikut urutan lengkap orang terkaya Indonesia versi Forbes:

1 .Prajogo Pangestu: 20,9 miliar dollar AS (Rp 361,6 triliun)

2. Low Tuck Kwong: 16,5 miliar dollar AS (Rp 285,4 triliun)

3. R. Budi Hartono: 15,8 miliar dollar AS (Rp 273,3 triliun)

4. Anthoni Salim: 11,9 miliar dollar AS (Rp 205,9 triliun)

5. Tahir dan keluarga: 9,7 miliar dollar AS (Rp 167,8 triliun)

6. Sri Prakash Lohia: 8,8 miliar dollar AS (Rp 152,2 triliun)

7. Otto Toto Sugiri: 8,4 miliar dollar AS (Rp 145,3 triliun)

8. Marina Budiman: 6 miliar dollar AS (Rp 103,8 triliun)

9. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono: 5,3 miliar dollar AS (Rp 91,7 triliun)

10. Haryanto Tjiptodihardjo: 5 miliar dollar AS (Rp 86,5 triliun)

Apa Itu Forbes Real Time Billionaires?

Forbes Real Time Billionaires adalah daftar orang terkaya dunia yang diperbarui secara real time atau waktu nyata.

Artinya, nilai kekayaan para miliarder dapat berubah setiap saat mengikuti fluktuasi pasar saham, nilai tukar, dan aset lainnya.

Berbeda dengan daftar tahunan, sistem ini memberikan gambaran lebih dinamis tentang kondisi kekayaan global

(Tribunnews/kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.