BOLASPORT.COM - Allenatore Napoli, Antonio Conte, melemparkan pujian untuk pelatih Como 1907 yang juga mantan anak didiknya, Cesc Fabregas.
Napoli harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang Como dalam laga giornata ke-35 Liga Italia musim 2025-2026, Sabtu (2/5/2026).
Bertanding di Stadio Giuseppe Sinigaglia, kedua tim gagal memecah kebuntuan hingga peluit panjang dibunyikan sehingga laga berakhir dengan skor kacamata alias 0-0.
Meski hasil di lapangan tanpa gol, perhatian publik justru tersedot oleh dinamika di pinggir lapangan yang melibatkan kedua juru taktik, Antonio Conte dan Cesc Fabregas.
Melansir laporan dari Tutto Como, atmosfer pertandingan sempat memanas ketika Conte dan Fabregas tertangkap kamera hampir berhadapan langsung.
Ketegangan tersebut dipicu oleh keputusan wasit yang memberikan pelanggaran yang menguntungkan I Partenopei.
Fabregas yang merasa dirugikan langsung melontarkan protes emosional dari bangku cadangan Como, yang kemudian memicu reaksi spontan dari Antonio Conte.
Menanggapi insiden tersebut, Antonio Conte bersikap dingin setelah pertandingan.
Pelatih asal Italia itu menyebut bahwa perselisihan itu adalah hal yang wajar dalam sepak bola.
Menurutnya, percikan api di pinggir lapangan justru menjadi bukti nyata bahwa kedua pelatih memiliki hasrat dan gairah yang luar biasa untuk meraih kemenangan bagi tim masing-masing.
Untuk meredam konflik tersebut, Conte kemudian melemparkan pujian untuk Fabregas.
"Saya suka Cesc di bangku cadangan karena dia merasakan permainan dan saya juga seperti itu," ucap Conte, dikutip BolaSport.com dari Tutto Como.
"Saya mencari rekan-rekan saya yang memiliki hasrat untuk pekerjaan ini dan Cesc terlihat mempelajari permainan dengan baik."
"Hari ini jika Anda ingin bermain sepak bola di level tertentu, Anda harus menjadi pelatih yang lengkap dan dia adalah seorang manajer, mampu memilih manajer dan pemain yang cocok untuk sepak bolanya."
"Dia memiliki segalanya untuk dilakukan dengan sangat baik dan saya berharap yang terbaik untuknya," tutur eks pelatih Inter Milan itu menambahkan.
Hubungan antara keduanya memang terbilang unik karena Fabregas merupakan mantan anak asuh Conte semasa di Inggris.
Momen tersebut terjadi saat Fabregas memperkuat Chelsea pada periode 2016 hingga 2018.
Di bawah arahan Conte, gelandang asal Spanyol itu mencatatkan performa gemilang dengan 86 penampilan, serta sumbangan 10 gol dan 22 assist.
Kerja sama mereka sukses mempersembahkan gelar juara Liga Inggris dan Piala FA bagi The Blues.
Kembali ke pertandingan di Sinigaglia, hasil imbang tersebut membuat Napoli dan Como tak bergerak di papan atas klasemen.
Napoli tetap duduk di posisi kedua dengan raihan 70 poin dari 35 pertandingan.
Sementara itu, I Lariani berada di peringkat ke-5 sambil mengantongi 62 poin dari 35 kali bermain.