BUKA Peluang Ekowisata Basis Komunitas, Rencana Konservasi Tukik Banyuasri, Agenda Paruman Desa Adat
Anak Agung Seri Kusniarti May 03, 2026 11:03 PM

TRIBUN-BALI.COM - Rencana pengembangan konservasi tukik (anak penyu) di kawasan pesisir Desa Adat Banyuasri, Buleleng, segera dibahas dalam paruman desa adat.

Program ini digagas sebagai upaya pelestarian lingkungan sekaligus membuka peluang ekowisata bahari berbasis komunitas.

Gagasan konservasi tukik mencuat dalam pertemuan awal antara prajuru desa adat dan pegiat konservasi di Pantai Camplung pada Sabtu (2/5).

Baca juga: TARGET Rampung Akhir Mei 2026, Pemasangan Pipa PDAM Badung di Bawah Laut Dikebut!

Baca juga: Adi Arnawa Soroti Penataan Sanur, Pemkab Badung Rencanakan Tata Kembali Pantai Kuta

Kawasan pesisir Banyuasri yang meliputi Pantai Pidada, Pantai Camplung, dan Pantai Indah, dikenal sebagai jalur perlintasan penyu hijau yang berpotensi menjadi lokasi pelestarian tukik.

Pegiat konservasi, Adhy Simatupang, menilai potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis konservasi. Menurutnya, langkah ini penting untuk mendorong diversifikasi pariwisata di Buleleng yang selama ini masih bergantung pada wisata lumba-lumba.

"Jika dikelola dengan baik, ini bukan hanya soal pariwisata, tetapi juga menjaga warisan alam bagi generasi mendatang," katanya.

Kelian Desa Adat Banyuasri, Mangku Nyoman Widiasa, menyatakan pihaknya mendukung rencana tersebut selama tetap menjaga keseimbangan lingkungan dan memberi manfaat ekonomi bagi krama desa.

"Program ini akan kami bahas lebih lanjut dalam paruman desa adat untuk mendapatkan persetujuan bersama," ujarnya.

Sementara tokoh adat setempat, Made Agus Parthama, menyebut hingga kini belum ada pengelolaan konservasi tukik yang terstruktur di Pantai Camplung. Padahal, wilayah tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat pelestarian penyu berbasis desa adat.

Selain konservasi tukik, kawasan pesisir Banyuasri juga dinilai memiliki peluang pengembangan ekowisata bahari lainnya. Seperti memancing, kano, berenang, hingga wisata religi di Pura Segara dan Pura Taman Alit. 

"Pengembangan wisata kuliner dan jogging track dengan panorama pantai dan persawahan juga menjanjikan," ucapnya. 

Dengan letaknya yang strategis dalam jalur wisata Buleleng, kawasan Banyuasri diharapkan dapat berkembang menjadi destinasi baru yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga berkelanjutan secara ekologis. (mer)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.