Renungan Minggu 1 Yohanes 2:18-19, Waspada Antikristus Berasal dari Dalam
Alpen Martinus May 04, 2026 12:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID- Alkitab berisi banyak sekali petunjuk kehidupan.

Untuk mengetahuinya, kita harus membaca dan merenungkan Firman Tuhan.

Renungan harian Kritsen berjudul Waspada, Antikristus Berasal dari Dalam.

Baca juga: Renungan Malam Hakim-hakim 9:50-57, Kejahatan Menuai Kehancuran

Bacaan Alkitab dalam 1 Yohanes 2:18-19.

Antikristus menyesatkan orang-orang termasuk orang Kristen agar tidak percaya pada Kristus.

Mereka menyesatkan orang dengan mengatakan bahwa Yesus bukan Tuhan dan tidak bangkit.

Juga menyangkal kebenaran dengan menolak firman.

Mereka anti firman Tuhan dan suka melakukan kejahatan, dan mempengaruhi orang-orang agar tidak mengikuti Yesus.

Ironinya, ternyata mereka datang dari kalangan umat Kristen sendiri.

Sebenarnya sejak semula mereka ada bersama sebagai bagian dari umat Tuhan, namun kemudian membelot dan berkhianat kepada Tuhan.

Mereka melawan Tuhan dan melakukan yang tidak benar dan jahat, menipu banyak orang, menjerat orang-orang benar agar mengikuti jalan mereka yang sesat.

Mereka menyangkal bahwa Yesus sudah bangkit dari antara orang mati, naik ke sorga dan bertahta selamanya dalam kerajaan sorga.

Inilah yang perlu diwaspadai. Bahwa ternyata orang-orang yang tadinya ikut bersama dalam pelayanan dan penginjilan, berbalik menjadi musuh.

Yang lebih berbahaya lagi adalah, jika mereka tetap menjadi bagian dalam pelayanan gereja, tetapi kemudian merongrong dari dalam.

Seakan-akan bagian dari kita, padahal mereka adalah "kawan" yang diutus lawan, yakni si iblis.

Artinya mereka adalah antikristus dalam pelayanan yang terkadang justeru dipandang sebagai tokoh dan pahlawan.

Padahal itu bagian dari siasat jahat mereka untuk menghancurkan gereja, umat dan pelayanan yang dibangun. Inilah yang membahayakan: bahwa antikristus itu bekerja secara laten dalam kehidupan kita, baik pribadi maupun lembaga gereja dan pelayanan kita.

Kita harus waspada karena mereka menjadi "musuh dalam selimut" bagi pelayanan.

Mereka tampil seperti tokoh yang berpengaruh, membungkus niat jahat mereka dengan kebaikan palsu.

Padahal maksudnya adalah menghancurkan gereja dari dalam.

Kewaspadaan terhadap infiltrasi yang mengacaukan umat ini, harus ditingkatkan.

Kita memang harus menerapkan kasih.

Namun untuk sebuah kejahatan, harus ditentang agar tidak merusak persekutuan gereja Tuhan. 

Antikristus itu licik.

Mereka merasuki dan merusaki gereja dengan merongrong anggotanya secara diam-diam tanpa terasa.

Dalam persekutuan dengan jemaat, mereka "menggunting dalam lipatan."

Mereka hancurkan gereja dari dalam seakan-akan yang mereka lakukan itu baik.

Padahal, semuanya adalah bungkusan kejahatan yang menarik, karena menghancurkan gereja dan seluruh anggota jemaat dengan segala pelayanannya yang beraneka warna, model dan bentuk.

Itulah sebabnya, Yohanes menyampaikan penggembalaan sekaligus peringatan agar kita selalu waspada, tetapi juga introspeksi diri.

Jangan-jangan kita yang adalah anggota jemaat bahkan pelayan Tuhan, justeru telah menjadi antikristus.

Karena kita tidak taat lagi kepada Tuhan, mengabaikan Kristus dan lebih mementingkan manusia serta keuntungan pribadi dan mewujudkan ambisi merebut dan mempertahankan kekuasaan, harta dan kekayaan, di dalam gereja.

Atau memanfaatkan kekuasaan dan harta kekayaan kita untuk menguasai dan mengatur gereja sesuai keinginan kita, bukan keinginan dan kehendak Tuhan.

Praktik antikristus seperti ini, jangan sampai terjadi pada diri.

Orang yang tidak sungguh-sungguh dalam Kristus adalah antikristus itu sendiri! Maka janganlah mempermainkan Tuhan atau bermain-main dengan Tuhan. 

Demikian firman Tuhan hari ini. 

"Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita." (ay 19)

Sahabat Kristus, pengkhianat kepada Yesus adalah antikristus.

Orang yang abai atau tidak bersungguh-sungguh melayani Tuhan dan membelokkan arah pelayanan dan pengajaran tentang kebenaran Kristus adalah antikristus.

Maka waspadalah bukan hanya kepada orang lain, tetapi diri kita sendiri, jangan-jangan kitalah antikristus itu.

Marilah kita introspeksi diri.

Jadilah pengikut Kristus sejati. Jangan ketaatan beribadah dan status pelayanan kita hanya menjadi tameng kejahatan.

Tapi jadilah pengikut dan hamba Kristus sejati yang yakin dan beriman sungguh pada Kristus, serta terus menjadi anak dan hamba Kristus sejati. Amin

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.