TRIBUNMANADO.CO.ID - Ketenangan ekosistem Danau Tondano di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, kini terusik.
Kemunculan ikan sapu-sapu secara mendadak di perairan tersebut tengah menjadi buah bibir, khususnya di kalangan warga dan nelayan setempat.
Kekhawatiran ini mencuat setelah sejumlah nelayan mengunggah hasil tangkapan mereka ke media sosial, yang memperlihatkan ikan jenis invasif tersebut mulai terjaring di danau.
Ikan sapu-sapu dikenal memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi dan berpotensi merusak keseimbangan perairan jika populasinya tidak terkendali.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Minggu (3/5/2026) sore, meski cuaca sempat diguyur hujan, aktivitas nelayan terpantau masih berjalan normal.
Sebagian nelayan tetap melaut hingga ke tengah danau, sementara lainnya sibuk mencari ikan di sekitar dermaga dan tepian.
Namun, di balik rutinitas tersebut, topik mengenai ikan sapu-sapu mendominasi percakapan di sepanjang pinggiran danau.
Arman, salah satu nelayan lokal, mengungkapkan rasa cemasnya terhadap fenomena ini.
Ia menilai jika tidak segera ditangani, kehadiran ikan ini akan mengancam populasi ikan endemik yang menjadi tumpuan hidup mereka.
“Memang belum banyak, tapi kami khawatir kalau dibiarkan bisa cepat berkembang,” katanya.
Arman menambahkan bahwa keberadaan ikan sapu-sapu merupakan ancaman langsung bagi ekonomi masyarakat pesisir danau.
“Kami takut nanti ikan-ikan lain berkurang. Kalau itu terjadi, pasti berdampak ke penghasilan kami,” tambahnya.
Mewakili para nelayan, ia mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk segera turun tangan melakukan penelitian serta langkah antisipasi sebelum penyebaran ikan tersebut semakin meluas.
"Harapan kami jelas, supaya tidak merusak keseimbangan ekosistem yang ada disini," pungkasnya.
Ikan sapu-sapu (Plecostomus) adalah kelompok ikan air tawar asal Amerika Selatan yang populer sebagai pembersih alga di akuarium.
Namun, di Indonesia, ikan ini kini menjadi spesies invasif yang mengancam ekosistem sungai karena populasinya yang meledak dan kemampuan bertahan hidupnya yang sangat tinggi.
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK